Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Membuat Akun Google Scholar
PALONTARAQ.ID – Apa itu Sitasi Google Scholar? Ya, umumnya kata sitasi ini diakrabi oleh mahasiswa pascasarjana dan dunia akademik, khususnya bagi mereka yang bergelut dengan tugas penerbitan jurnal ilmiah. Sitasi Google Scholar atau Sitasi Google Cendekia adalah catatan atau hitungan berapa kali sebuah artikel ilmiah, jurnal, skripsi, atau buku yang terdaftar di Google Scholar dikutip, dijadikan referensi oleh penulis lain dalam karya ilmiah mereka.
Sederhananya, Semakin banyak karya ilmiah yang dikutip orang lain pada akun Google Scholar, maka akan semakin tinggi angka sitasinya. Apa Fungsi dan Pentingnya Sitasi di Google Scholar? Hal tersebut dimaksudkan untuk mengukur Dampak Penelitian. Jumlah sitasi sering dijadikan indikator seberapa relevan, berguna, atau berpengaruh karya ilmiah Anda di dunia akademik.
Selain itu, tentu berpengaruh terhadap Reputasi Akademis: Bagi dosen, peneliti, atau mahasiswa, bahwa memiliki jumlah sitasi yang tinggi akan berpotensi meningkatkan kredibilitas dan track record akademis.
Google Scholar menggunakan jumlah sitasi untuk menghitung metrik otomatis, yaitu h-index untuk Mengukur produktivitas sekaligus dampak sitasi (misal: h-index 5 berarti ada minimal 5 artikel yang masing-masing dikutip setidaknya 5 kali) dan i10-index untuk mengukur jumlah artikel yang mendapatkan minimal 10 sitasi.
Bagaimana Cara Kerja Sitasi Google Scholar? Google Scholar bekerja secara otomatis menggunakan algoritma perayap (web crawler).
Pertama, dengan Indexing (Penataan). Google Scholar memindai repositori kampus, penerbit jurnal (seperti Elsevier, IEEE, Springer, atau jurnal kampus lokal), dan basis data publik.
Kedua, Pendeteksian Referensi. Saat ada artikel baru terbit yang mencantumkan nama Anda di daftar pustaka (Daftar Pustaka / References), sistem algoritma Google Scholar membaca kutipan tersebut.
Ketiga, Pembaruan Profil. Jika judul artikel dan nama penulis cocok, Google Scholar secara otomatis menambahkan +1 hitungan sitasi pada karya Anda di profil Google Scholar.
Bagaimana Cara Menggunakan / Menyarikan Sitasi dari Google Scholar? Jika Anda sedang menulis riset dan ingin mensitasi artikel yang ada di Google Scholar, caranya sangat mudah. Bisa dengan langsung cari artikel yang Anda inginkan di scholar.google.com. Di bawah hasil pencarian artikel tersebut, klik tombol “Kutip” atau ikon tanda petikdua ( ” ).
Selanjutnya, pilih format sitasi yang disyaratkan (misal: APA, MLA, Harvard, IEEE, atau Chicago). Lalu Copy-paste teks sitasi tersebut ke daftar pustaka karya Anda, atau ekspor ke aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote.
Agar sitasi Anda tercatat dengan benar dan tidak tertukar dengan penulis lain yang memiliki nama mirip, sangat disarankan untuk membuat Profil Google Scholar resmi menggunakan email instansi/kampus (.ac.id atau .edu). (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Penulis tetap di Web IMMIM Pangkep dan Blog Guru


