BerandaDigitalJangan Latah dan Ikut-ikutan! Trend Velocity Simbol Satanisme dan Joget THR Tarian...

Jangan Latah dan Ikut-ikutan! Trend Velocity Simbol Satanisme dan Joget THR Tarian Yahudi

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Hampir sebulan lebih gerakan ‘velocity’ menjadi trend utama di media sosial, khususnya di jagad tiktok, menjadi trend bukber dan viralnya malah di Bulan Ramadhan, bulan yang dimuliakan, disakralkan, dan disucikan Umat Islam.

Ada apa sebenarnya? mengapa gerakan velocity dipersoalkan, bukahkah itu hanya sekadar hiburan? Ya, tentu hal ini tidak terlepas dari pemahaman tentang simbol-simbol tertentu yang dipraktekkan, disamarkan atau dimodifikasi sebagai hiburan. Jika diperhatikan dengan seksama, maka kemiripan gerakan tangan tertentu dalam video tren velocity dengan simbol-simbol yang diasosiasikan dengan satanisme atau okultisme.

Memaknai sebuah simbol memang bisa berbeda-beda tergantung konteks, budaya, dan individu yang menafsirkannya. Apa yang dianggap sebagai simbol okultisme atau satanisme oleh penganut agama tertentu, mungkin tidak memiliki makna yang sama bagi yang lain, khususnya bagi generasi yang memang tidak peduli ajaran agamanya. Pengguna Instagram dengan akun @reelsunnah juga memperingatkan akan hal ini.

“Gerakan velocity” merujuk pada tren video editing di media sosial yang menggunakan transisi dan efek visual yang cepat. Tren ini umumnya bersifat kreatif dan hiburan bagi umumnya pegiat media sosial yang latah dan sudah ikut-ikutan trend tersebut, namun perlu disadari bahwa gerakan tangan yang menyerupai simbol tertentu, adalah pesan bagi sesama okultis atau satanis, pemuja syaitan.

Baphomet. (foto: wikipedia/*)
Baphomet. (foto: wikipedia/*)

Apakah kemiripan simbol ini dapat dimaklumi, misalnya karena ketidak-tahuan atau bisa jadi karena tidak disengaja? Dalam beberapa agama, khususnya Islam, penggunaan simbol-simbol yang diasosiasikan dengan kepercayaan lain, termasuk satanisme, dapat dipermasalahkan, meskipun niatnya hanya untuk hiburan.

Lambang atau simbol dalam gerakan velocity ini jelas menggambarkan simbol-simbol yang berkaitan dengan Okultisme dan satanisme, ditengahnya terdapat kepala kambing dengan elemen Geometris yang menyerupai simbol Baphomet, ajaran satanisme modern. Tangan yang membentuk tanduk juga tampak meniru gestur tertentu yang dalam beberapa kelompok digunakan sebagai tanda penghormatan kepada kekuatan gelap. (Lihat: Wikipedia: Sigil of Baphomet)
Nama-nama seperti Behemoth, Belial, Beelzebub, Asmodeus, Satanas, dan Lucifer yang tercantum dalam gambar adalah Nama-nama iblis yang dikenal dalam berbagai tradisi agama dan kepercayaan esoterik. Simbol semacam ini sering digunakan dalam ritual pemujaan setan atau ideologi yang menentang Agama-agama samawi.
Bukan hanya trend velocity, viralnya joget gerakan kaki ke kiri dan ke kanan dan maju mundur, yang diperagakan umat Islam di media sosial sebagai keseruan meminta Tunjangan Hari Raya (THR), sebenarnya adalah joget atau tarian Kaum Yahudi.
Tarian Yahudi diaplikasi di medsos sebagai gerakan minta THR. (foto: ist/*)
Tarian Yahudi diaplikasi di medsos sebagai gerakan minta THR. (foto: ist/*)
Ya, interpretasi simbol dan gerakan memang bisa bervariasi tergantung pada perspektif budaya dan kepercayaan seseorang, tapi penting diingat pesan Lima belas abad yang lalu Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam kepada umat Islam, sebuah pesan pesan yang mengejutkan, yang pada kenyataan hari ini sudah berlaku dan mempengaruhi Umat Islam se-dunia.

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ

لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

 

Artinya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan Orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR Muslim – Shahih)

Demikian catatan singkat ini, semoga dapat menjadi renungan kita semua. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Blogger dan Pegiat Media Sosial

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT