Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Hampir sebulan lebih gerakan ‘velocity’ menjadi trend utama di media sosial, khususnya di jagad tiktok, menjadi trend bukber dan viralnya malah di Bulan Ramadhan, bulan yang dimuliakan, disakralkan, dan disucikan Umat Islam.
Ada apa sebenarnya? mengapa gerakan velocity dipersoalkan, bukahkah itu hanya sekadar hiburan? Ya, tentu hal ini tidak terlepas dari pemahaman tentang simbol-simbol tertentu yang dipraktekkan, disamarkan atau dimodifikasi sebagai hiburan. Jika diperhatikan dengan seksama, maka kemiripan gerakan tangan tertentu dalam video tren velocity dengan simbol-simbol yang diasosiasikan dengan satanisme atau okultisme.
Memaknai sebuah simbol memang bisa berbeda-beda tergantung konteks, budaya, dan individu yang menafsirkannya. Apa yang dianggap sebagai simbol okultisme atau satanisme oleh penganut agama tertentu, mungkin tidak memiliki makna yang sama bagi yang lain, khususnya bagi generasi yang memang tidak peduli ajaran agamanya. Pengguna Instagram dengan akun @reelsunnah juga memperingatkan akan hal ini.
“Gerakan velocity” merujuk pada tren video editing di media sosial yang menggunakan transisi dan efek visual yang cepat. Tren ini umumnya bersifat kreatif dan hiburan bagi umumnya pegiat media sosial yang latah dan sudah ikut-ikutan trend tersebut, namun perlu disadari bahwa gerakan tangan yang menyerupai simbol tertentu, adalah pesan bagi sesama okultis atau satanis, pemuja syaitan.

Apakah kemiripan simbol ini dapat dimaklumi, misalnya karena ketidak-tahuan atau bisa jadi karena tidak disengaja? Dalam beberapa agama, khususnya Islam, penggunaan simbol-simbol yang diasosiasikan dengan kepercayaan lain, termasuk satanisme, dapat dipermasalahkan, meskipun niatnya hanya untuk hiburan.

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ
لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Artinya:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan Orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR Muslim – Shahih)
Demikian catatan singkat ini, semoga dapat menjadi renungan kita semua. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Blogger dan Pegiat Media Sosial


