BerandaArtikel𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗞𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗟𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗵𝗶𝗯𝗮𝗵

𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗞𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗟𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗵𝗶𝗯𝗮𝗵

Oleh: Al-Hafidz K (Sumber: DISINI)

PALONTARAQ.ID – Pada dasarnya, 𝐠𝐡𝐢𝐛𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐛𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐜𝐞𝐥𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦. Tetapi dalam kondisi kita boleh menempuh jalan tersebut karena kepentingan-kepentingan tertentu yang hendak dituju.

𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐀𝐧-𝐍𝐚𝐰𝐚𝐰𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐮𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐞𝐧𝐚𝐦 𝐤𝐨𝐧𝐝𝐢𝐬𝐢 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐡𝐢𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧:

اعلم أن الغيبة وإن كانت محرمة فإنها تباح في أحوال للمصلحة

والمجوز لها غرض صحيح شرعي لا يمكن الوصول إليه إلا بها ، وهو أحد ستة أسباب

 

Artinya:

“𝘒𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪𝘭𝘢𝘩, 𝘨𝘩𝘪𝘣𝘢𝘩–𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯–𝘥𝘪𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘴𝘭𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯. 𝘏𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘩𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘴𝘺𝘢𝘳’𝘪 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘢𝘱𝘢𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘨𝘩𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵. 𝘏𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘦𝘯𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣,” (Lihat Imam An-Nawawi, 𝘈𝘭-𝘈𝘥𝘻𝘬𝘢𝘳, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 292).

Secara lebih rinci Imam An-Nawawi menyebutkan enam kondisi itu sebagai berikut:

𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚, dalam sidang perkara di muka hakim. Seseorang boleh menceritakan penganiaya yang memperlakukannya secara zalim.

𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚, dalam melaporkan pelanggaran hukum kepada aparat kepolisian atau otoritas terkait dengan niat mengubah kemungkaran tersebut.

𝐊𝐞𝐭𝐢𝐠𝐚, dalam meminta fatwa kepada seorang mufti. Seseorang boleh menceritakan masalahnya untuk memberikan gamabaran yang jelas bagi ulama yang mengeluarkan fatwa. Tetapi kalau penyebutan nama secara personal tidak dibutuhkan, lebih baik tidak mengambil jalan ghibah.

𝐊𝐞𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭, dalam mengingatkan publik agar terhindar dari kejahatan pihak baik personal maupun institusi. Hal ini dilakukan antara lain oleh para ahli hadits terhadap perawi-perawi bermasalah atau misalnya dalam konteks kekinian adalah travel umrah bermasalah.

𝐊𝐞𝐥𝐢𝐦𝐚, dalam kondisi di mana pihak-pihak tertentu melakukan kejahatan terang-terangan seperti meminum khamar, mengambil harta secara zalim, menarik upeti, mengambil kebijakan-kebijakan batil.

Dalam kondisi ini, kita boleh mengghibahkan pihak tersebut sesuai dengan kejahatan yang diperlihatkannya. Tetapi kita haram menyebutkan aib lain pihak tersebut yang tidak dilakukan secara terang-terangan.

𝐊𝐞𝐞𝐧𝐚𝐦, menandai seseorang dengan kekurangan fisik atau gelar-gelar buruknya. Misalnya Abdullah. Orang bernama Abdullah tidak satu. Tetapi kita boleh menyebutnya tanpa maksud merendahkan, “Abdullah yang buta, Abdullah yang tuli, Abdullah yang bisu, dan lain sebagainya.” Baiknya sebutan itu didahului kata “maaf” untuk menghilangkan kesan merendahkan.

Imam Nawawi mengajak kita mempertimbangkan sebab keenam. Sebab keenam ini bisa digunakan dengan niat identifikasi, bukan maksud merendahkannya. Imam Nawawi menyarankan kita untuk menggunakan identifikasi lain bagi seseorang di luar identifikasi fisik.

Enam kondisi ini bukan mengada-ada. Enam kondisi ini disarikan dari berbagai hadits shahih antara lain riwayat yang dikemukakan sahabat Ibnu Mas‘ud RA sebagai berikut:

 

وروينا في صحيحي البخاري ومسلم عن ابن مسعود رضي الله عنه

قال: قسم رسول الله (صلى الله عليه وسلم) قسمة، فقال رجل من الأنصار: والله

,ما أراد محمد بهذا وجه الله تعالى، فأتيت رسول الله (صلى الله عليه وسلم) فأخبرته

، فتغير وجهه وقال: رحم الله موسى لقد أوذي بأكثر من هذا فصبر

.وفي بعض رواياته: قال ابن مسعود: فقلت لا أرفع إليه بعد هذا حديثا

قلت: احتج به البخاري في إخبار الرجل أخاه بما يقال فيه

 

Artinya:

“Kami diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas‘ud RA. Ia bercerita bahwa Rasulullah SAW membagikan ghanimah suatu peperangan. Ada salah seorang Ansor kecewa, ‘𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘔𝘶𝘩𝘢𝘮𝘮𝘢𝘥 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘪𝘥𝘩𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩.’ Aku –kata Ibnu Mas‘ud RA– menemui Rasulullah SAW lalu menceritakan kekecewaan tersebut. Seketika warna wajah Rasulullah SAW berubah karena marah lalu berkata, ‘𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘵-𝘕𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘔𝘶𝘴𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘪 𝘶𝘮𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳.’

Pada sebagian riwayat, Ibnu Mas‘ud RA berkata, ‘𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘦𝘤𝘦𝘸𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘈𝘞.’ Menurut kami, Imam Bukhari berhujah dengan hadits ini perihal kebolehan seseorang yang menceritakan ucapan orang lain,” (Lihat Imam An-Nawawi, 𝘈𝘭-𝘈𝘥𝘻𝘬𝘢𝘳, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 293).

Hadits lain yang berkaitan dengan kondisi fatwa atau meminta fatwa atau pertimbangan jodoh adalah hadits riwayat Hindun dan Fathimah binti Qais berikut ini:

وفي الصحيح حديث هند امرأة أبي سفيان وقولها للنبي (صلى الله عليه وسلم):

إن أبا سفيان رجل شحيح… إلى آخره. وحديث فاطمة بنت قيس

وقول النبي (صلى الله عليه وسلم) لها: أما معاوية فصعلوك، وأما أبو جهم فلا يضع العصا عن عاتقه.

Artinya:

“Dalam kitab Shahih diriwayatkan hadits Hindun, istri Abu Sufyan dan keluhannya kepada Rasulullah SAW, ‘𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘈𝘣𝘶 𝘚𝘶𝘧𝘺𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘬𝘩𝘪𝘭…’ dan hadits Fathimah binti Qais yang meminta pertimbangan dua lelaki yang meminangnya, lalu Rasulullah SAW mengatakan kepadanya, ‘𝘔𝘶‘𝘢𝘸𝘪𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘯 𝘈𝘣𝘶 𝘚𝘶𝘧𝘺𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘮𝘪𝘴𝘬𝘪𝘯. 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘣𝘶 𝘑𝘢𝘩𝘮 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴 𝘵𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘶𝘯𝘺𝘢 (𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪),’” (Lihat Imam An-Nawawi, 𝘈𝘭-𝘈𝘥𝘻𝘬𝘢𝘳, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 294).

Dari pelbagai hadits itu, ulama menyimpulkan bahwa ghibah pada enam kondisi ini dibolehkan tanpa maksud merendahkan, tetapi dengan niat memperjelas atau mengatasi persoalan.

فهذه ستة أسباب ذكرها العلماء مما تباح بها الغيبة على ما ذكرناه.

وممن نص عليها هكذا الإمام أبو حامد الغزالي في الإحياء وآخرون من العلماء،

ودلائلها ظاهرة من الأحاديث الصحيحة المشهورة،

وأكثر هذه الأسباب مجمع على جواز الغيبة بها.

Artinya:

“𝘐𝘯𝘪 𝘦𝘯𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘩𝘪𝘣𝘢𝘩. 𝘜𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘐𝘮𝘢𝘮 𝘈𝘭-𝘎𝘩𝘢𝘻𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘐𝘩𝘺𝘢 𝘜𝘭𝘶𝘮𝘪𝘥𝘥𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘫𝘶𝘮𝘭𝘢𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯. 𝘋𝘢𝘭𝘪𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴, 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘵𝘴-𝘩𝘢𝘥𝘪𝘵𝘴 𝘴𝘩𝘢𝘩𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘩𝘶𝘳. 𝘔𝘢𝘺𝘰𝘳𝘪𝘵𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘱𝘢𝘬𝘢𝘵𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘢𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘨𝘩𝘪𝘣𝘢𝘩,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 293).

Ghibah dibolehkan untuk kepentingan umum, kepentingan hukum, atau maslahat yang dibolehkan menurut syar’i. 𝘞𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶 𝘢‘𝘭𝘢𝘮. (𝐀𝐥𝐡𝐚𝐟𝐢𝐳 𝐊)

Sumber: DISINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT