BerandaArtikelBore-budur dan Prambanan bukan Candi Hindu Buddha

Bore-budur dan Prambanan bukan Candi Hindu Buddha

Oleh: Santo Saba Piliang

PALONTARAQ.ID – Sejarah adalah “Logika”..bukan sejarah jika tidak logis. Benar Hindu Buddha berasal dari India dan tidak benar situs situs juga ajarannya di Nusantara Indonesia berdasar Hindu Buddha dari india

Ini artikel hasil telaah kajian akademik, tengah berupaya meluruskan pencatatan sejarah yang telah di “Bengkokan” penjajah, Tidak sedang menyebarkan suatu ajaran apalagi menistakan

Gunakan akal sehat dalam memahaminya :

Pertanyaan mudah: Kapan dan siapa “Misionaris/Pendakwah/Orang Suci” Hindu/Buddha yang terlahir di India masa Pra Islam masuk ke Nusantara, Sehingga situs situs di Nusantara di sebut berdasar pada salah satu ajaran india….?

Tidak ada jawabannya karena memang tidak ada. Maharesi Markandya dan Agatsya itu Maha Rshi Nusantara, Kitab yang mencatat 2 nama itu lengkap dengan silsilahnya ada di Nusantara, tidak ada sumber kitab india yang menjelaskan 2 nama tokoh itu berasal dari sana

Fahami bahwa benar Hindu/Buddha berasal dari India dan tidak benar situs situs di Nusantara Indonesia berdasar Hindu/Buddha india…sejatinya yang tergambar di situs situs itulah “Ajaran” yang mendasari lahirnya Hindu,Buddha dan Jaina di India

Simak ini :
..Vhuănā Çhaķâ Phalā kini terpublikasi bernama Borobudur…Ada 160 panel pada relief dasar Borobudur yang kini tidak di expose bahasa dan ajaran yang mendasari nya asli ajaran leluhur kita ….

12 kata “Şvãrggã” bukan “Nirvana/Nibana” dan kata yang lain nya adalah Kųsãlädhãrmãbæjănā, Vinãyädhãrmãkyacitănā dan Mãhéçãkhya ini membuktikan bahwa di tanah inilah ajaran “Dharma Original” berawal dan berasal kini tersimpan sempurna di Bali,di masa lalu dibawa leluhur kita kaum “Çaka/Saka/ Çakyā /Aryā keluar Nusantara Indonesia

Raffles, Menamakan bangunan megah ini dengan nama BORE – BUDUR dengan anggapan di dekat situs ada desa “Bore” faktanya tidak ada desa yang namanya Bore,”Budur” bahasa jawa diartikan “Purba”
…arti Budur/Bidur bahasa jawa itu “Bisul”…

Johannes Gijsbertus Casparis, Filolog Belanda menulis dalam disertasinya 1954 memperkirakan pembangunan nya sekitar tahun 824 M….ini “Perkiraan” Casparis bukan hasil kesimpulan berdasar penelitian ilmiah akademis

Kitab kitab yang katanya mendasari desain rancang bangunan ini adalah “Shilpa Shastra” & “Vastu Sastra dari india….
Faktanya, semua kitab kitab itu baru ada pada abad 5 M, Bangunan megah ini sudah ada sebelumnya

Relief dasar nya yang “Tidak di expose” terpublikasi dengan penamaan “Karmawibhangga” ini menggunakan tafsir dari naskah “Mahakarmawibhangga “,namun tidak sepenuhnya mengikuti naskah itu, Berdasar penelitian Bernet Kempers 1970 : 151 & 1976

Borobudur, Terpublikasi berdasar “Mahayana” india…. benarkah..?

Para Peziarah Tiongkok dari Fa-Hien 399-414 M sampai I-Tshing 671 – 695 M, Datang ke Nusantara terdahulu untuk “Belajar” bukan membawa “Buddhism” dari negaranya di sebarkan ke sini..dan Palembang bukan pusat “Buddhism” di masa lalu, Jangan salah kaprah…apalagi ikut mempublikasikannya

Ketika Bhikkhu Ashin Jinarakkhita mencetuskan ide mengadakan upacara “Tri Suci Waisak” secara nasional di Borobudur pada 22 Mei 1953….. mulai saat inilah “Terpublikasi” Borobudur berdasar “Mahayana”……

Kajian oleh akademisi dari seorang Bhikuni Thailand menyimpulkan hanya 50% yang “Berkesesuaian” dengan biografi YM.Sidharta Gautama dan selebih nya dia tidak faham

Di Nusantara pada abad 4 M sampai dengan 7 M, tidak tercatat misionaris india datang ke Nusantara…”Peziarah Tiongkok” yang datang ke Nusantara adalah untuk “Belajar” dan mencatat ajaran “Dharmic Original” yang telah ada lama di Nusantara, bukan membawa ajaran dari negrinya di sebarkan ke Nusantara…Palembang bukan pusat ajaran Buddhis

Peziarah Tiongkok yang datang ke Nusantara untuk Belajar dan mencatat ajaran dari Nusantara, Yang di bawa ke negrinya :

Fa-Huan 337 – 422 M Catatan perjalan di terjemahkan dan diberi catatan oleh Corean recension dari teks bahasa Mandarin oleh James Legge,Yang di lihat Fa-Huan bangunan dengan “Patung” di dalam nya di samping pohon besar adalah situs “Mendut”

Hui Ning 664 M – 667 M melakukan perjalanannya selama 3 tahun di pulau Jawa untuk menterjemahkan sebuah sutra,tentang pemahaman “Kehidupan setelah kematian” di nusantara ini bernama “Svarggā”,Penterjemahan di bantu seorang pakar Jawa yang bernama Jñânabhadra (“Svarggā” bukan Nirvana)

Simak tentang kronologis “Hindu”, yang terlahir di india ini

“Hinduisme”, adalah peleburan atau sintesis dari berbagai tradisi dan kebudayaan di India, sintesis muncul sekitar 500–200 SM di india, dengan pangkal yang beragam dan tanpa tokoh pendiri tumbuh berdampingan dengan Buddhism hingga abad ke-8, dari India Utara “Sintesis Hindu” ini tersebar ke selatan

Akhir abad ke-18 ‘Hindu’ menjadi istilah padanan bagi ‘orang India’ yang bukan Muslim, bukan Sikh, bukan Jaina, bukan Kristen, bukan Buddha, mencakup berbagai penganut dan pelaksana kepercayaan tradisional yang berbeda-beda

Artinya…Istilah ‘Hindu’ itu sebagai antonim terhadap keyakinan lain….kemudian kata ‘Hindu’ dengan tambahan akhiran ‘-isme’ ditambahkan sekitar tahun 1830-an untuk merujuk pada kebudayaan dan “Agama”, istilah tersebut diterima oleh orang India sendiri dalam hal membangun jati diri bangsa untuk menentang kolonialisme

“Hindu” sebagai tempat berhimpunnya aneka tradisi yang koheren dan independen, didukung oleh “Sanskritisasi” abad ke-19 di bawah dominansi kolonialisme Barat serta Indologi,mulai saat ini istilah “Hinduisme” dipakai secara luas….

Pangkal dari “Hinduisme” adalah “Brahmanisme” ajaran “Brahmanic” Weda Kuno atau berbasis “Vedic” yang di bawa kaum Saka/Cakya/Çaka/Aryān leluhur bangsa Nusantara..artinya pemahaman ini di bawa oleh pendatang Aryān …bangsa asli India bernama “Dravida”

Asal-usul Agama di lndia dimulai masuknya Bangsa Arya/ Cakya /Saka yang membawa perubahan yang sangat besar dalam tata kehidupan masyarakat India sejak 3.102 SM sampai 1.300 SM, yang kemudian menulis “Veda” di sana

Fahami sekali lagi mereka di atas bukan “Hindu atau Buddha” tapi yang di ajarkan mendasari lahirnya Hindu Buddha Jaina di India, setelah Veda di tuliskan dan tokoh sebelum Veda di tuliskan tidak tercatat…

Bahwa Arya bukanlah penghuni pertama India dan peradaban Harappa “Dravida” ada jauh sebelum kedatangan mereka, Ini berarti bahwa bangsa Arya atau budaya Veda bukanlah sumber tunggal awal peradaban di India, bahwa sumbernya berasal dari tempat lain

Perubahan tersebut terjadi karena Bangsa “Arya” melakukan integrasi kebudayaan dengan Bangsa asli india “Dravida” dan selanjutnya integrasi ini melahirkan 3 agama india, Bangsa Arya setelah nya mulai menulis kitab-kitab suci Weda,Kitab suci ini dituliskan dalam 4 bagian seperti Reg Weda, Sama Weda, Yayur Weda, dan Atharwa Weda

Kaum pendatang inilah manusia yang berasal dari Nusantara, nenek moyang leluhur kita kaum Saka/ Cakya/Çaka/Aryān, Literasi kata ini terekam sempurna di Borobudur, dengan kata “Maheçãkhya”

Teks kalimat Mahabharata Udyoga Parva :108 dapat di tafsirkan bahkan di simpulkan bahwa “Timur” ini awal mula “Ajaran” sebelum di bukukan menjadi kitab bernama “Veda”, lokasi yang di tunjuk sebagai “Timur” …Di sinilah Sang Pencipta alam semesta pertama kali menyanyikan “Veda”…..

Artinya literasi kata “Timur”,pada kutipan di atas adalah, Asia Tenggara ..Nusantara Indonesia,…Di sinilah ajaran “Dharmic Original” berawal, berasal dan di pelajari jauh sebelum adanya ajaran yang terlahir di India

Jadi.. Pangkal dari “Hinduisme” adalah “Brahmanisme” ajaran Weda Kuno atau berbasis “Vedic” yang di bawa kaum Saka/ Cakya /Çaka/Aryān..Literasi teks kata Çãkyã, Ajaran asli Nusantara “Dharma” dan para keturunan Brhamana ini masih ada di Bali

Çaka adalah kaum leluhur Nusantara, tertulis pada relief dasar Vhwãnã Çakã Phãlã/Borobudur dengan teks literasi kata Māhéçãkyã ,Bangsa Çãkyã/Şàkyà/Schytia/Saka, Aryān yang Agung, Kaum “Çaka”sudah ada lebih dahulu jauh dari 78 M dari saat menaklukan Raja “Salivahana” india, Angka tahun 78 M ini yang di salah tafsirkan untuk menghitung awal tahun Saka di prasasti

Hingga hilang sejarah kita sebelum tahun itu, ini pangkal kerancuan sejarah Nusantara..

Ajaran leluhur kita adalah Dharma/Dhamma/Dhamo terekam pada literasi kata Kųsãlädhãrmãbæjănā di figura dasar relief Borobudur

Jadi….Benar Hindu Buddha berasal dari India dan tidak benar situs situs juga ajarannya di Nusantara Indonesia berdasar Hindu Buddha dari india…

“Ajaran” yang tersimpan sempurna pada budaya Bali dan tergambar di situs situs itulah “Ajaran” yang mendasari lahirnya Hindu,Buddha dan Jaina dibawa oleh kaum “Çaka/Saka/ Çakyā/Aryā leluhur kita keluar Nusantara Indonesia

Mari kita buka kebenaran sejarah Bore-Budur, ikuti acara “Expedition to Borobudur juga Prambanan, Kita akan temukan fakta baru bahwa “Kitalah yang mewarnai india”

Pendaftaran peserta ke Kontak WA: Musyma 081909300009

INDONËSIARYĀ
True Back History of Indonesia ~ Exploration & Research
By: Santosaba, Revicionist History

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT