BerandaMediaMega Situs dibawah Laut Papua

Mega Situs dibawah Laut Papua

Oleh: Santo Saba *)

PALONTARAQ.ID – Fisikawan Stephen Hawking , dalam bukunya “A Brief History of Time”, mengemukakan bahwa “mengkaji” atau “Membandingkan” kecerdasan luar bumi terhadap kecerdasan kita, akan membuktikan bahwa kita adalah “Mahluk bodoh”

Simak penjelasanya :
Belajar dari “Sejarah” adalah mundur 2 langkah “Kebelakang”, untuk lompat jauh “Kedepan”, kini saat kita mundur satu langkah kebelakang untuk ancang-ancang “Melompat” kita terperosok masuk dalam “Kegelapan” sejarah

Karena “Catatan Sejarah” kita telah di bengkokan, di kaburkan bahkan dihilangkan, “Kerancuan” ini dimulai setelah kita mengamini penghitungan awal tahun saka di prasasti di mulai tahun 78 Masehi, hingga seolah tidak ada peradaban sebelum tahun itu

Perhatikan ini :
Saat, Santosaba lakukan penelitian penelusuran jejak leluhur Nusantara, mundur dua langkah kebelakang, ia mendapati leluhurnya sudah berada 1000 langkah di depan jauh dari saat ini

Kemajuan leluhur Nusantara terekam pada kalimat :

“Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang itu belum sampai menerima “Sepersepuluh” dari apa yang telah KAMI berikan kepada orang orang “Terdahulu” itu namun mereka mendustakan “…..

Yang di maksud orang orang “Terdahulu” sudah mempunyai kemampuan di level 10 itu..adalah leluhur bangsa Nusantara, Perjalanan antariksa lintas planet bahkan galaksi pernah dan sudah di lakukan leluhur kita bangsa Nusanta Ra

Bukti peradaban maju terdahulu dengan ilmu pengetahuan tinggi di atas science saat ini, Pada masa Raja ke-34 tahun 10362 SM di imperium berlokasi sekitar Solo, Jogjakarta dan Purworejo

Pada masa kerajaan itu ada pesawat super canggih telah dibuat dan luas pesawat ini seluas kota jogya, pesawat antariksa berkecepatan mendekati kecepatan cahaya

Pesawat ini pernah dan sedang melakukan penjelajahan antar galaksi yang berbeda yang belum di ketemukan oleh science saat ini

Mereka adalah leluhur Nusantara yang kini masih ada dan berada pada di mensi lain di luar bumi yang sudah memiliki science melebihi saat ini, Beliau beliau masih exist ada dan sedang mengawasi keturunan di tanah tempat mereka dahulu hidup dan tempat kerajaan nya berada di bumi Nusantara

Pernah kembali ke bumi pada Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00 pesawat kecil nya turun di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, meninggalkan jejak lingkaran misterius, orang menyebut nya “Crop circle”

Pesawat canggih leluhur kita bisa masuk ke sistem antar planet antar galaksi dengan mengikuti jalur yang leluhur kita sebut dengan “AKASA-GANGA” adalah sistem kerja alam yang menjaga keteraturan pergerakan galaksi di jagat raya

VIMANA hanyalah salah satu jenis dari “KA-POTA” Pesawat antariksa “KA-POTA” tidak menggunakan mesin mekanik seperti yang di gunakan teknologi saat ini,istilah sains terdahulu untuk teknologi ini, ANGIN atau “UDVAHA”

Kata Angin disini tidak berarti udara yang bergerak, Angin di sini adalah bahasa yang di sederhanakan untuk mem permudah pemahaman kita saat ini

Untuk membuat “VIMANA” bergerak naik turun dengan cepat tanpa bantuan mesin,Teknologi anti-gravitasi, Lintas atau transportasi antar dimensi dan antar planet di alam semesta dengan menggunakan teknologi yang terbagi dalam “7 jenis angin”

Adapun ketujuh jenis ANGIN tersebut adalah:

1.”FAVAHA-VAYU”,Teknology yang berfungsi menekan atmosfer sehingga tetap pada tempatnya

2.”PRAVAHA-VAYU”, Angin yang menahan semua planet dan benda-benda langit agar tetap bergerak pada orbitnya

3.”SAMVAHA-VAYU”, Angin yang bergerak turun, menekan semua benda dan kita saat ini menyebutnya “Gravitasi”

4.”UDVAHA-VAYU”, Angin yang membuat gerak naik melawan gravitasi dan kita saat ini menyebutnya anti gravitasi

5 – 7.”SUVAHA-VAYU, PARIVAHA-VAYU & PARAVAHA-VAYU”
Adalah tiga jenis angin yang terhubung dengan sistem “Akasa-Ganga”, yang menjaga gerakan galaksi tetap berada pada posisinya masing-masing

“UDVAHA-VAYU” yakni jenis angin yang membuat gerak naik melawan gravitasi dan kita menyebutnya sebagai anti-gravitasi

Teknologi “UDVAHA ” teknologi yang menggunakan tenaga anti-gravitasi alam dan teknologi ini belum ditemukan oleh manusia modern saat ini

Pesawat itu kadang terlihat oleh kita yang orang sekarang sebut dengan UFO, Pesawat canggih leluhur kita pernah kembali ke bumi pada Selasa (25/1/2011) sekitar pukul 13.00 pesawat kecil nya turun di area persawahan Desa Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, Meninggalkan jejak lingkaran misterius, orang menyebut nya “Crop circle”

“Mega Situs” di bawah laut di bangun dan berfungsi untuk landasan pesawat ruang angkasa sebagai “ADRAKSA” dibangun dengan ukuran panjang 100 km, lebar 7 km dan tinggi 4 km

Dibangun pada zaman PRABU RAJATA PUTER JAGAD oleh cucunya yang bernama PUA PUA PERMANA SAKTI

Nama “PAPUA” aslinya berasa dari nama cucu dari PRABU RAJATA PUTER JAGAD ini yakni “PUA-PUA’

Telaah berdasarkan kitab Sunda kuno “Waruga Jagat” situs di bawah laut ini berfungsi untuk landasan pesawat ruang angkasa, Dan pada saat banjir NUH berfungsi untuk menyelamatkan manusia dari banjir, Mega situs, Bangunan besar GREAT WAL PAPUA atau “Jayapura wall” masa terdahulu disebut “ADRAKSA”

Bangunan yang semacam ADRAKSA bukan hanya ada di PAPUA tapi juga dibangun di sekitar JAWAB BARAT, Dan bangunan yang di Jawa Barat tersebut dimasa terdahulu bernama “LINGGAPAYU”

Linggapayu itu sebutan buat Gunung Gedé, Gunung Lingga di daerah Darmaraja Sumedang Situs Tajimalela, Dipercaya sebagai awal tempat Kabuyutan di muka bumi, MAHA GURU RAMA WATU GUNUNG RATU AGUNG SANG HYANG HADAMA (Adam)

Dalam kitab sunda kuno, disebutkan bahwa ADRAKSA di PAPUA dan LINGGAPAYU di JAWA BARAT keduanya telah tenggelam ke dasar laut pasca BANJIR NUH

Jadi,…Peradaban terdahulu yang sudah sangat maju ada dan berpusat di Nusantara, Peradaban maju terdahulu Nusantara sudah mampu melakukan perjalanan lintas galaksi antar planet,Levitasi,Teleportasi menembus ruang dan waktu

Mereka adalah leluhur Nusantara yang kini masih ada dan berada pada di mensi lain di luar bumi yang sudah memiliki science melebihi saat ini, Beliau beliau masih exist ada dan sedang mengawasi keturunanya untuk kemudian mengembalikan ke jayaannya kembali

Fisikawan Stephen Hawking , dalam bukunya “A Brief History of Time”, _mengemukakan bahwa “mengkaji” atau “Membandingkan” kecerdasan luar bumi terhadap kecerdasan kita, akan membuktikan bahwa kita adalah “Mahluk bodoh”

……Lebih “Bodoh” lagi jika kita tetap menghitung awal tahun “Saka” di prasasti dimulai tahun 78 Masehi

 

(* Santosaba & Yedi.A, Revicionist History ~ Exploration & Research – INDONËSIARYĀ
True Back History of Indonesia

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT