Beranda Berita Internasional Soal Uyghur, Zeng Wei Jian termakan Propaganda China Komunis

Soal Uyghur, Zeng Wei Jian termakan Propaganda China Komunis

Save Moslem Uyghur (foto: ist/palontaraq)
Save Moslem Uyghur (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Asyari Usman

Related Post:  Selamatkan Uyghur!

PALONTARAQ.ID – Seorang penulis dengan ceroboh menyebut para pejuang Uyghur, Teroris! Dalam tulisan yang berjudul “In the Name of Uyghur”, Zeng Wei Jian (ZWJ) seenaknya menggolongkan para Pejuang HAM Uyghur dengan sebutan yang menyakitkan itu. Persis seperti penguasa kejam RRC mencap mereka.

Zeng Wei mengatakan, “Aktifitas teroris Uyghur meningkat sejak tahun 2012.”  Hampir pasti, labelisasi teroris terhadap para pejuang Uigur seperti kalimat di atas ini adalah Propaganda Komunis RRC.

Dengan ikut menyebut pejuang Uyghur teroris, si penulis jelas menjadikan dirinya sebagai corong penguasa China Komunis yang melakukan penindasan terhadap kaum muslimin Uyghur. Zeng Wei termakan Propaganda China Komunis.

Labelisasi teroris itu tidak hanya menyakitkan Orang Uyghur, tetapi juga menusuk perasaan Umat Islam Indonesia. ZWJ mungkin menganggap bahwa Orang Indonesia tidak paham sejarah Uigur. Dia mencoba mengelabui publik.

Dia katakan bahwa Warga Uyghur adalah Orang Tionghoa campuran antara Turkistan dan Han. Ini pembohongan publik. Orang Uyghur adalah kelompok minoritas Keturunan Turki yang berasal dari dan terhubung dengan kebudayaan Asia tengah.

Orang Uyghur tidak sama dengan Orang China. Baik secara fisik maupun psikis. Perawakan mereka berbeda dari Orang Han atau Suku-suku lain di China. Ideologi dan Tradisi Uyghur juga berbeda.

Yang lebih memuakkan lagi adalah pembelaan Zeng untuk rezim brutal RRC. Dia mengatakan, “Mereka koar-koar Tiongkok anti-Islam.” Tidak lain, ini ditujukan Zeng Wei kepada orang-orang yang menyuarakan pembelaan untuk Uigur.

Selain itu, kalimat ini menunjukkan bahwa ZWJ berpendapat RRC tidak anti-Islam. Padahal, Sejarah mencatat rezim RRC mengimplementasikan kebijakan yang sangat kejam terhadap umat Islam Uigur.

Zeng menutup mata bahwa sejak zaman Mao Tse Tung, RRC tak pernah berhenti menindas Uigur. Mao mengirimkan migran suku Han (mayoritas di RRC) dalam jumlah besar ke wilayah Turkestan Timur (yang kemudian diberi nama Xingjiang setelah dicaplok China).

Program Transmigrasi ini bertujuan untuk membuat Suku Uyghur menjadi minoritas. China berhasil. Uyghur menjadi warga minoritas di negerinya sendiri.

Penindasan berlansgung terus. Hampir satu juta warga Uyghur dikurung di dalam Camp Konsentrasi. China komunis mengatakan mereka direedukasi (dididik ulang).

Di Camp yang sangat besar, warga Uigur dipaksa mengikuti ajaran komunis. Dipaksa meninggalkan Ajaran Islam. Bahkan dipaksa memakan daging babi. Dipaksa tidak berpuasa di bulan Ramadan.

Itulah yang dilakukan oleh rezim Komunis RRC. Zeng Wei, entah karena apa, menyediakan dirinya menjadi propagandis Komunis China itu. Dia mengatakan sesuatu yang sangat menusuk Kaum Uyghur.

Di salah satu paragraf “In the Name of Uyghur”, Zeng mengerdilkan dan melecehkan orang Uigur. Kata Zeng Wei, “Separatis Uyghurs menghibur diri dengan “the Right of Ancestry” (Hak Leluhur).

Ini dikatakan Zeng terkait dengan apa yang dia gambarkan sebagai “perlakuan baik rezim China terhadap umat Islam dari suku Hui”. Umat Islam Hui dikatakan ‘implicitly’ oleh Zeng Wei Jian punya hubungan baik dengan rezim komunis.

Mereka dibolehkan menjalankan ajaran Islam, mempunya banyak masjid, dan lain-lain. Padahal, semua ini adalah Propaganda RRC untuk mendiamkan umat Islam di negara-negara lain.

RRC memang membuat “etalase Islam” yang dibuat bagus dan mempesona. Padahal, sebagai etalase,  Umat Islam Hui pun juga ditindas. Dikekang dan dikendalikan. Under the full control of the brutal communist authority.

Rezim Komunis China menyiapkan propaganda besar-besaran untuk menutupi kekejaman dan kesadisannya terhadap Umat Islam Uyghur. Di balik penghancuran banyak masjid dan Situs-situs Islam di Xinjiang, RRC mencoba menampilkan wajah bersahabat. Semua ini hanya kamuflase.

Investigasi BBC (British Broadcasting Corporation) di Bulan Juni 2019 menunjukkan bahwa China melakukan penghancuran Masjid besar-besaran di wilayah Xinjiang. Tapak-tapak masjid itu mereka jadikan pusat-pusat komersial. Dengan semena-mena.

Khusus untuk Zeng Wei Jian, Anda sepantasnya paham bahwa China Komunis melancarkan tindakan yang sangat kejam di Xinjiang. Orang Uyghur menjadi bangkit –dan mereka disebut teroris oleh Beijing— untuk melawan kebrutalan dan kesadisan rezim China itu. Sangatlah wajar jika kemudian muncul kelompok pejuang yang melakukan perlawanan.

Mereka tidak punya pilihan lain. Sebab, RRC melakukan kebijakan dan tindakan yang jelas-jelas bertujuan untuk melenyapkan Islam di kalangan Uyghur.

Saya berharap agar Zeng Wei Jian tidak lagi ikut-ikutan melabel para pejuang Uyghur sebagai Teroris.[]

 

Asyari Usman, 14 Desember 2019

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...