Laporan: Etta Adil
PALONTARAQ.ID, JAKARTA – Kepala Perpustakaan Nasional Muhamad Syarif Bando mengukuhkan Pengurus Pusat Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah Indonesia (FPSMI) Pusat Periode 2018-2022, yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Pustakawan Sekolah dan Madrasah Menjadi Motor Penggerak Literasi dalam Menghadapi Paradigma Belajar Abad 21” bertempat di The Media Hotel, Jakarta, Kamis kemarin (6/12/2018).
Syarif Bando berharap agar para pengurus FPSMI dan pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah memiliki kepercayaan diri menyampaikan ide dan gagasan kepada para pengambil kebijakan terkait pengembangan perpustakaan sekolah dan madrasah.
“Karena yang bisa mempengaruhi para pengambil kebijakan di republik ini adalah ide dan gagasan. Jadi saya tantang forum ini (FPSMI,red) membuat ide dan gagasan yang membuat sekolah atau madrasah Anda pantas mendapatkan anggaran pengelolaan perpustakaan,” jelas Syarif Bando.
Menghadapi revolusi industri 4.0, pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah didorong agar memanfaatkan koleksi digital Perpusnas. Syarif Bando meminta para pengelola perpustakaan mengenalkan aplikasi digital iPusnas dan Indonesia One Search kepada para peserta didik di sekolah dan madrasah.
“Jadi, bagikan buku-buku itu kepada Anak-anak. Ajari bagaimana masuk di iPusnas, IOS, sehingga nanti kami (Perpusnas, red) bisa memberikan pelayanan. Itu penting,” ungkap Syarif Bando.
Menghadapi revolusi industri 4.0, ada enam syarat yang harus dimiliki, yakni: kompetensi memecahkan masalah, kepemimpinan, kolaborasi, adaptasi, inovasi, dan kreativitas. Para pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah, apapun jabatannya, harus mampu memecahkan masalah yang ada di perpustakaannya. “Kalau tidak menemukan solusi di lingkungan bapak ibu, silakan ke Perpustakaan Nasional. Sebab permasalahan sekolah bapak/ibu, satu dua tiga, akan menjadi masalah nasional,” jelas Syarif Bando.
Enam hal tersebut harus didukung oleh dasar yang kuat yakni kegemaran membaca. Para pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah harus mampu memotivasi peserta didik untuk membaca cepat.
“Letakkan kemampuan membaca yang baik di sekolah. Karena dunia berubah sangat cepat, sekarang kemampuan orang membaca kecepatannya 1.000 kata permenit dengan daya serap 90. Di sekolah kita begitu ga? Kalau di bawah itu, sudah ketinggalan banget. Jadi ini paradigma harus berubah betul,” urainya.
Usai pengukuhan, Ketua Umum FPSMI Mulyanto mengaku pengembangan forum pengurus sekolah dan madrasah di berbagai daerah masih kurang optimal. “Kami akan mengoptimalkan di kepengurusan yang baru ini,” tegasnya.

Mereka yang dikukuhkan sebagai Pengurus Pusat FPSMI Periode 2018-2022 adalah Ketua Umum: Mulyanto, Sekretaris Jenderal: M. Ridwan, Ketua I: Sutomo, Ketua II: Rohmah Niken Hartani, Ketua III: Eva Fadliah, Sekretaris I: Nurita Siregar, Sekretaris II: Sri Wahyuningsih, Bendahara I: Febriana Purnamawati, dan Bendahara II: Yunita
Untuk Komisi-komisi diantaranya, Komisi Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah dijabat oleh Lukman Hakim dan Salapuddin, Komisi Pengembangan Organisasi dan Jaringan Kemitraan dijabat oleh Sumarsono dan Ida Mintaryatmi, Komisi Pengembangan Profesi dijabat oleh Ari Umu Hani dan Tinna Noviyanti, Komisi Humas dan Media Komunikasi dijabat oleh Abdul Rohim Pamungkas dan Sulistiningsih, dan Komisi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha dijabat oleh Yenti dan Noor Rahmah Yuni Astuti. (*)


