Beranda Islam Universitas Ramadan

Universitas Ramadan

Menanti saat berbuka puasa. (foto: wahyu/ist)
Menanti saat berbuka puasa. (foto: wahyu/ist)

Oleh:  M. Farid Wajdi, S.H.i

PALONTARAQ.ID – BULAN Ramadan bukanlah bulan sembarang bulan. Untuk memasukinya, umat islam harus menyiapkan segala sesuatunya, seperti menyiapkan perbekalan sebelum berangkat perang.

Bulan Ramadhan adalah bulan peperangan dan musuh terbesarnya adalah hawa nafsu kita sendiri. Bulan Ramadan adalah ‘syahrul tarbiyah’ (Bulan pembelajaran), dimana setiap umat islam yang memasukinya harus mendidik hati dan pikirannya agar mencapai derajat taqwa.

Bulan Ramadan juga adalah Syahrus Syifa (Bulan Kesehatan), dimana setiap makanan dan minuman yang masuk ke perut kita adalah (seharusnya) makanan dan minuman yang terjaga, selain ‘halalan tayyiban’ (halal dan baik), makanan dan minuman tersebut juga baru bisa disentuh pada waktu-waktu tertentu (sahur dan berbuka).

Puasa sangat bermanfaat dalam memberikan kesempatan pada jantung dan kerja pencernaan untuk melakukan pemulihan dan perbaikan bagi kesehatan pencernaan.

Bersabarlah - Bulan Ramadhan adalah bulan menempa kesabaran. (sumber foto: bimbinganislam/palontaraq)
Bersabarlah – Bulan Ramadhan adalah bulan menempa kesabaran. (sumber foto: bimbinganislam/palontaraq)

Dalam bulan suci Ramadan, kita diperhadapkan pada kegiatan yang sangat padat, namun kaya makna dan berlimpah pahala disisi Allah SWT. Bukan hanya amalan wajib seperti shalat lima waktu, tapi juga mencoba ‘merebut perhatian’ Allah dengan melaksanakan amalan-amalan sunnah.

Melaksanakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah di bulan suci Ramadan pahalanya dilipat gandakan, apalagi jika disertai dengan shalat tarawih dan witir di malam hari, dzikir, mengeluarkan zakat, berinfaq dan memperbanyak sadaqah, tadarrus Al Qur’an dan mentadabburi artinya.

Puasa di bulan suci Ramadan merupakan ‘ibadah rahasia’ karena pada prinsipnya hanya kita dan Allah SWT yang mengetahuinya. Bulan Suci Ramadan dengan sendirinya melatih seorang muslim akan pentingnya kejujuran.

Kesempurnaan puasa mengharuskan seseorang jujur, tidak sombong, berempati pada kaum dhuafa, suka menolong, menjaga perkataan dan perbuatan agar tidak terjerumus melakukan hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat, menundukkan pandangan dari melihat hal yang tidak pantas, menjaga pendengaran agar yang setiap suara dan bunyi yang terekam di telinga adalah berpahala serta menjaga hati agar tetap tulus dan ikhlas dalam melakukan sesuatu.

Ramadan adalah sebuah proses pembelajaran. Ia merupakan sebuah universitas tempat menempa diri belajar dan kuliah. Karena itu selayaknya Ramadan dipenuhi kegiatan produktif tadarrus dan tadabbur, mengikuti majelis ilmu, menyimak kuliah dakwah dimana saja.

Kualitas hati, pemikiran dan perbuatan kita pada 11 bulan ke depannya sangat ditentukan pada sejauhmana kita memberikan makna kedalaman kehadiran Ramadhan dalam menyucikan diri kita.

Ramadan adalah bulan penyucian diri, didalamnya begitu banyak limpahan rahmat dan kasih sayang Allah. Karena itu selayaknya Ramadan dipenuhi kegiatan produktif menyucikan diri, bukan hanya diri, tapi juga harta kita. Menyambung dan memperbanyak silaturahim.

Pada sepuluh terakhir Ramadhan, umat Islam yang berpuasa semakin ‘dimanja’ dengan janji pahala ‘lailatul qadar’ dan rahmat Allah yang berlimpah bagi siapa saja yang meluangkan waktu ‘berkhalwat di masjid’ pada malam-malam I’tikaf.

Siapa saja yang berhasil dalam tantangan sebulan penuh kuliah di Universitas Ramadan, mengambil semua peluang kebaikan dan keberkahan amaliah Ramadan, maka muslim tersebutlah yang disebutkan dalam Al-Qur’an akan keluar sebagai pemenang, menyandang gelar“Muttaqin”, suatu predikat ‘summa cumlaude’ di mata Allah SWT.

Muslim yang beruntung tersebut malahan disebutkan layaknya seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dari segala dosa dan kesalahan. Sungguh luar biasa rahmat dan kasih sayang Allah bagi setiap hambanya yang berserah diri. Kualitas diri di Bulan Suci Ramadan akan sangat menentukan bagaimana kita menyonsong dan mengisi 11 bulan setelahnya.

Usai Ramadan, setiap muslim seharusnya mesti lebih siap lagi menghadapi tantangan yang sebenarnya di Bulan Syawal, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, dan Sya’ban.

Semoga usai Ramadan, segala pembelajaran yang kita dapatkan dapat mewarnai 11 bulan ke depannya, dan tetap bisa menahan diri, menjaga kualitas hati, pikiran dan perbuatan kita di luar bulan suci Ramadan setelah kita semua sebagai muslim menikmati hari yang fitri, sebuah awal yang baik dalam melanjutkan sejatinya proses pembelajaran di ‘Universitas Kehidupan’ yang sebenarnya. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...