Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Putri IMMIM Raih Juara 1 Debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi Sulsel
PALONTARAQ.ID – Kalau kita sering mengikuti pengajian atau majelis ilmu, tentu akan sering pula mendengar ungkapan bahwa “adab harus berada diatasnya ilmu”. Tak ada gunanya menjadi orang yang berilmu, tapi tidak bisa mempraktekkan adab-adab yang baik, tidak menjunjung tinggi moral dan etika, bersikap kurang pantas dan tidak menghargai sesama, apalagi jika sudah menganggap diri lebih berilmu daripada gurunya.
Berikut ini Adab-adab utama seorang thalabul ‘ilmi (penuntut ilmu) yang disarikan dari nasihat para ulama, khususnya dalam karya-karya seperti Ta’lim al-Muta’allim, Hilyah Thalib al-‘Ilm, dan Jami’ Bayan al-‘Ilm:
1. Luruskan Niat. Menuntut ilmu ikhlas karena Allah, bukan untuk mencari popularitas, perdebatan, atau keuntungan dunia semata. Berniat untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu demi kemaslahatan umat serta memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah SWT.
2. Memuliakan Guru. Menghormati guru baik di hadapan maupun di belakangnya, Tidak memotong pembicaraan guru tanpa izin, serta Meminta doa dan ridha guru, karena keberkahan ilmu sangat terkait dengannya.
3. Menjaga Akhlak. Sopan santun dalam berbicara dan bertindak, Tidak sombong terhadap sesama penuntut ilmu atau orang awam, serta Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan ucapan sia-sia.
4. Menjaga Waktu. Memanfaatkan waktu untuk belajar dan membaca, menghindari kemalasan, serta Mengatur jadwal harian agar ada waktu khusus untuk mengulang pelajaran (muraja’ah).
5. Sabar dan Tekun. Tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan memahami pelajaran, Mengulang-ulang bacaan sampai paham, Sabar terhadap ujian dan keterbatasan sarana, serta Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu untuk mendapatkannya.
6. Rendah Hati terhadap Ilmu. Menyadari bahwa ilmu Allah tidak terbatas, sedangkan ilmu manusia sangat sedikit, dan Tidak malu bertanya ketika belum mengerti.

7. Menjaga Kebersihan dan Kerapian. Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat belajar, serta Membawa alat tulis, kitab, atau perangkat belajar yang rapi dan siap digunakan.
8. Mengamalkan Ilmu. Ilmu tanpa amal adalah bagaikan pohon tanpa buah, menjaga kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, serta mendakwahkan ilmu yang telah diperoleh dari guru atau ustadz.
9. Menjaga Adab terhadap Kitab. Tidak meletakkan kitab di tempat yang kotor atau lebih rendah dari benda hina, dan Menulis catatan dengan rapi dan tidak merusak halaman.
10. Berdoa kepada Allah. Memohon taufik, kemudahan memahami, dan keberkahan ilmu, serta Membaca doa sebelum dan sesudah belajar, seperti doa yang diajarkan para ulama.
Demikianlah beberapa adab utama sebagai “thalabul ilmi”, sebagai pelajar, santri, dan mahasiswa, sebagai seorang pembelajar dan sarjana dimanapun berada. Catatan ini lebih kepada pengingat kepada diri penulis sendiri, dan jika dapat diambil manfaatnya buat orang lain, maka semoga menjadi pahala jariyah kelak di akherat.
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.


