BerandaLiterasiMenulis Skenario Film Pendek Berlatar Sejarah Kerajaan Siang (1)

Menulis Skenario Film Pendek Berlatar Sejarah Kerajaan Siang (1)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Filologi Naskah Lontaraq Pangkep: Metodologi Analisis Tekstual untuk Rekonstruksi Sejarah Kerajaan Siang

PALONTARAQ.ID – Menulis skenario film adalah seni bercerita melalui gambar dan suara. Skenario bukanlah novel; ia adalah cetak biru (blueprint) bagi sutradara, aktor, dan kru untuk bekerja.

Langkah-langkah dasar dan contoh format standar skenario film pendek.

1. Struktur Dasar Skenario

Sebuah skenario film yang standar menggunakan format Master Scene, yang terdiri dari elemen-elemen berikut:

  • Scene Heading (Slugline). Menjelaskan lokasi dan waktu. Contoh: INT. KAMAR TIDUR - MALAM. (INT untuk Interior/dalam ruangan, EXT untuk Eksterior/luar ruangan).

  • Action Lines. Deskripsi visual tentang apa yang terjadi di layar. Gunakan kalimat aktif dan fokus pada apa yang bisa dilihat dan didengar.

  • Character Name. Nama tokoh ditulis di tengah (huruf kapital) sebelum dialog.

  • Dialogue. Apa yang diucapkan tokoh.

  • Parenthetical. Petunjuk singkat ekspresi atau cara bicara (dalam kurung), diletakkan di bawah nama tokoh.

Skenario “Sauh di Tanah Siang”

JUDUL: SAUH DI TANAH SIANG

SCENE 1

EXT. PESISIR PANTAI PANGKEP – SIANG

Matahari terik membakar pasir putih. Debur ombak tenang.

Di kejauhan, sebuah kapal kayu besar dengan layar persegi mendekat. Bendera asing berkibar ditiup angin.

Daeng Patangnga (25 Tahun), seorang pemuda lokal dengan pakaian adat sederhana, berdiri di tepi pantai. Matanya menyipit, melindungi pandangan dari silau matahari. Ia memegang hulu keris di pinggangnya.

Daeng Patangnga (Gelisah, bicara pada diri sendiri) Siapa mereka? Burung raksasa ataukah badai yang menyamar?

Seorang pria tua, Karaeng Lopo (30 Tahun), muncul dari balik pepohonan bakau. Langkahnya tenang meski napasnya berat.

Karaeng Lopo: Itu bukan burung, Daeng. Itu adalah tamu dari negeri jauh, To Paranggi. Antonio de Payva namanya, membawa kabar dari seberang lautan.

Daeng Patangnga menoleh, terkejut.

Daeng Patangnga: Apakah mereka membawa perang, Daeng?

Karaeng Lopo (Tersenyum tipis) Dunia sedang berubah. Siang tidak lagi hanya milik kita, tapi milik angin yang bertiup ke segala arah. Siapkan penyambutan, bukan perlawanan.

Daeng Patangnga kembali menatap kapal yang kian membesar di cakrawala.

FADE OUT.

Proses Kreatif Menulis Skenario

  1. Premis. Tentukan satu kalimat inti cerita. (Contoh: Seorang pemuda kerajaan harus memutuskan antara melawan atau menerima penjelajah asing).

2. Sinopsis. Tuliskan ringkasan cerita dari awal, tengah, hingga akhir.

3. Treatment. Uraian per adegan (scene) sebelum masuk ke dialog.

4. Drafting. Mulai menulis menggunakan format seperti contoh di atas.

Untuk diperhatikan bahwa dalam penulisan skenario, Jangan tulis “Daeng Patangnga merasa sedih”. Tulislah “Daeng Patangnga menunduk, air matanya jatuh membasahi kerisnya.”

Untuk Satu Halaman = Satu Menit. Dalam format standar (Font Courier, ukuran 12), satu halaman skenario biasanya setara dengan satu menit durasi film.

(Bersambung …. )

(* Muhammad Farid Wajdi, Pegiat Seni Budaya/Ketua I Dewan Kesenian dan Pemajuan Kebudayaan (DKPK) Kabupaten Pangkep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT