BerandaHiburanHumor: Daeng Baso dan Pegawai Kelurahan

Humor: Daeng Baso dan Pegawai Kelurahan

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Daeng Baso, seorang Penjual Cendol yang biasa mangkal di depan Kantor Lurah “Samarewa”, saban hari kala jam istirahat Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor pemerintahan kelurahan tersebut.

Cendol Daeng Baso memang terkenal, laris manis, apalagi jika dinikmati saat panas terik siang hari, kata ASN di Kantor Kelurahan Samarewa tersebut.

Itulah sebabnya, kala didekati seorang ASN, sebut saja namanya Pak Amir, berharap Daeng Baso ini sudah sejahtera dengan usahanya tersebut.

Es Cendol (foto: ist/palontaraq)
Es Cendol (foto: ist/palontaraq)

Sambil menunggui pesanan cendolnya, Pak Amir iseng bertanya kepada Daeng Baso.

“Berapa tahun maki jualan cendol, Daeng Baso?”

“Kira-kira lima tahun lebih.”

“Gerobak sama jualanta ini punya sendiri?”

“Punya majikanji kodong. Nakke haruskah setiap hari setoran.”

“Jualan lebih dari lima tahun. Harusnya sudah punya gerobak dan modal sendiri.”

“Iye di’. Kammaminne kodong. Tau caddijaki. Beginimi nasibta inie sebagai orang kecil. Ikatte iya pak, berapa tahun maki kerja di Kantor Kelurahan ini?”

“Niamo kapang 15 tahun. Iya, 15 tahunmi, Daeng Baso. Kenapakai?”

“15 tahun maki. Seharusnya antu pak, nia tommo kelurahanta sendiri!”

Pak Amir: ???%%^&&&jwh#fsr@@%$???? (Auto tidak jadi menikmati Cendolnya Daeng Baso).

 

(* Penyebutan Nama, Tempat, dan Foto, bersifat ilustratif saja. 

Jangki lupai Bahasa Makassarta: 

Samarewa: Sama-sama berani

Jangki: jangan sampai;

kodong: kata atau ungkapan mengasihani, bisa ditujukan kepada diri sendiri atau kepada orang lain;

niamo: sudah ada;

kapang: kira-kira, bersifat perkiraan;

katte: anda, saudara, bapak (termasuk panggilan sopan kepada lawan bicara);

tau caddijaki: orang kecil, rakyat biasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT