Beranda Berita Daerah Lima Hal Unik dan Menarik di Soppeng

Lima Hal Unik dan Menarik di Soppeng

 

Oleh: M. Farid W Makkulau

Related Post: Arti Angka 23 Bulan 3 bagi Orang Soppeng

PALONTARAQ.ID – SOPPENG adalah nama dari salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibukotanya terletak di Watansoppeng dengan luas wilayah 1.500 km² dan berpenduduk 223.826 jiwa (2010).

Soppeng dahulunya adalah sebuah kerajaan yang merdeka dan berdaulat, terbentuk secara demokratis berdasar kesepakatan 60 pemuka masyarakat, dilihat dari jumlah Arung, Sulewatang, dan Paddanreng serta Pabbicara yang mempunyai kekuasaan tersendiri pada awalnya.

Lambang Daerah Kabupaten Soppeng. (foto: ist/palontaraq)
Lambang Daerah Kabupaten Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: La Temmamala dan Usia Kedatuan Soppeng

Sebagaimana Daerah-daerah di Limae Ajattappareng, juga Mandar dan Toraja, Soppeng hanyalah daerah “kecil” dan mungkin “kurang signifikan” untuk diperebutkan oleh dominasi dua kekuatan di jazirah Sulawesi Selatan yakni Luwu dan Siang sebelum Abad XVI. Namun, Kronik Soppeng menyebutkan, dulunya Soppeng bersama Wajo, sangat bergantung pada Kerajaan Luwu.

Seiring menguatnya kekuatan Penyatuan Gowa-Tallo menjadi Kerajaan Makassar, untuk mengimbanginya, Bone mengajak Wajo dan Soppeng membentuk persekutuan Tellumpocco pada Perjanjian Timurung Tahun 1582.

Akan tetapi, masuknya Islam di Sulawesi Selatan di paruh akhir abad ke-16, telah mengubah peta politik. Datu Soppeng sendiri, bersama Sidenreng memeluk Islam Tahun 1609. Pada sepanjang Abad XVII, Soppeng berada dibawah perubahan politik ketika persaingan Bone dan Goa semakin menguat.

Jauh sebelum Persekutuan Tellumpocco, sebenarnya Soppeng sudah berada di Gowa dan terikat dengan Perjanjian Lamogo. Ketika terjadi gejolak politik antara Bugis dan Makassar disebabkan oleh gerakan pembebasan rakyat Bugis Bone-Soppeng atas ‘Penjajahan’ Gowa.

Soppeng terletak pada depresiasi Sungai Walanae yang terdiri dari daratan dan perbukitan. Luas daratannya sekitar 700 km², berada pada ketinggian antara 100-200 mdpl.

Lihat pula: Janji dan Sumpah Setia Mengangkat Raja

Batas wilayah Kabupaten Soppeng sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Sidenreng Rappang, sebelah timur dengan Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone, sebelah selatan dengan Kabupaten Bone, dan sebelah baratnya dengan Kabupaten Barru.

Kantor Pemerintah Kabupaten Soppeng. (foto: ist/palontaraq)
Kantor Pemerintah Kabupaten Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Wilayah Kabupaten Soppeng dibagi menjadi 8 kecamatan, yaitu: Citta, Donri-Donri, Ganra, Lalabata, Lili Riaja, Lili Rilau, Mario Riawa, dan Mario Riwawo.

Luas daerah perbukitan Soppeng sekitar 800 km² dengan ketinggian sekitar 200 mdpl. Ibukota Kabupaten Soppeng adalah Watansoppeng, berada pada ketinggian 120 mdpl. Kabupaten Soppeng tidak memiliki wilayah pantai, wilayah perairan hanya sebagian dari Danau Tempe.

Gunung-gunung yang ada di wilayah Kabupaten Soppeng menurut ketinggiannya adalah sebagai berikut: Bulu Nene Conang 1.463 mdpl, Bulu Laposo 1000 mdpl, Bulu Sewo 860 mdpl, Bulu Lapancu 850 mdpl, Bulu Dua 800 mdpl, dan Bulu Paowengeng 760 mdpl.

Lihat pula: Romantisme “Buttu Kabobong” dalam Narasi To Enrekang

Sebagai suatu wilayah yang kaya akan Sumber Daya Alam dan Pengalaman Sejarah, Soppeng memiliki banyak hal unik dan menarik, lima diantaranya ialah:

1. Kelelawar di Kota Soppeng

Memasuki wilayah Kabupaten Soppeng, aroma khas kelelawar dibawah sarangnya bergelantungan dibawah dahan-dahan Pohon Asam. Kesibukan masyarakat setempat tidak mengusik istirahat hewan nokturnal ini.

Ribuan kelelawar bergelantungan di dahan-dahan Pohon Asam, Kota Soppeng. (foto: ist/palontaraq)
Ribuan kelelawar bergelantungan di dahan-dahan Pohon Asam, Kota Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Koloni ribuan kalong menyuguhkan pemandangan tersendiri bila menjelang malam. Ketika ribuan kelelawar itu serempak meninggalkan dahan pohon asam, beterbangan mengatapi langit Watansoppeng yang diapit bukit-bukit nan eksotis.

Soppeng memang dikenal sebagai Kota Kalong, keberadaan ribuan koloninya sudah ada sejak ratusan tahun silam di Soppeng dan tak lekang ditelan perubahan zaman.

Keberadaan Kelelawar atau Kalong tersebut dijamin Pemerintah Kabupaten Soppeng sesuai Perda No. 66 Tahun 2006, Bab V Pasal 6 ayat 1-4, Pasal 7, dan Pasal 8. “Barangsiapa menggangggu apalagi menebang pohon asam tempat bergelantung koloni ribuan kelelawar akan didenda bahkan masuk penjara”.

Lihat pula: Celebes Canyon, Wisata Alam Tersembunyi di Tanete Riaja

2. Permandian Air Panas Lejja

Pemandian Air Panas Lejja berada di kawasan hutan lindung yang berbukit dengan panorama yang indah, sejuk dan nyaman.

Destinasi Wisata Permandian ini memiliki 4 kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam maupun berenang dengan kedalaman dan suhu air berbeda-beda. Juga ada spot keren hunting foto bertema alam.

Permandian Air Panas, Lejja, Soppeng. (foto: ist/palontaraq)
Permandian Air Panas, Lejja, Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Kolam beruap kaya kandungan sulfur ini tak terlepas dari kisah mistis yang melingkupinya. Banyak muda-mudi yang mengikat janji perjodohan di pepohonan dan sumur permandian Lejja ini, selain untuk melepas nazar.

Saat ingin masuk di kawasan pemandian air panas Lejja, dari Kecamatan Marioriawa pengunjung melewati 4 kampung, yaitu: Batu-batu, Cempa Kere’e, Manorang Salo dan Bulue.

Berjarak sekitar 44 Km sebelah Utara Kota Watansoppeng dan sekitar 14 Km dari ibukota Kecamatan Marioriawa. Konon, kelestarian kawasan Permandian Air Panas ini dijaga oleh makhluk gaib. Tak jarang pengunjung yang diyakini bersikap tidak hormat sampai kesurupan.

Kawasan wisata ini berada dalam kawasan hutan tropis dataran rendah sehingga udaranya sejuk, melewati jalan berkelok dan kaki bukit.

Danau Tempe berada sekitar 18 km dari Permandian Air Panas Lejja ini, sehingga jika ke Lejja bisa dirangkai ke destinasi wisata budaya Situs Tampaning.

Disana, pada saat tertentu dihelat ritual adat Pattaungeng, dan acara adat lainnya, seperti Oni-Oni, Toriolo, Mappadendang, Maccura, Mattojang, Maddaga, dan Sabung Ayam.

Lihat pula: “Manu” in History and Culture of South Sulawesi

3. Mitos dijatuhi Kotoran Kelelawar

Keberadaan koloni kelelawar atau kalong di Soppeng menimbulkan ragam cerita, mulai dari yang bersifat magis sampai yang berbau mistis. Kesemuanya menambah khazanah keunikan Soppeng sebagai “Kota Kalong”.

Di jaman Kerajaan, suatu ketika kalong-kalong ini meninggalkan sarangnya yang ternyata Kabupaten Soppeng diserang musuh, kemudian terjadilah perang.

Kelelawar dan Mitos sial "Jodoh". (foto: ist/palontaraq)
Kelelawar dan Mitos sial “Jodoh”. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Mitos Kelelawar Soppeng

Cerita lain menyeruak ke permukaan, bagi mereka yang belum dapat jodoh, apabila terkena kotoran kalong, dipercaya bisa menjadi tanda akan dapat jodoh dari kota soppeng atau menjadi penduduk tetap Soppeng.

Masyarakat percaya mitos tersebut karena banyaknya peristiwa yang telah terbukti. Bagaimanapun peristiwanya, rezeki, jodoh dan maut adalah ketentuan Allah SWT.

Kehadiran kelelawar yang banyak memberikan isyarat terkadang menjadi pembicaraan khusus lantaran kebenaran ramalannya. Tentu saja hal ini tergantung pada keyakinan individunya.

Bagi masyarakat Soppeng, kehadiran kalong-kalong ini menjadi endemik tersendiri sekaligus sebagai penjaga kota.

Selain sebagai penjaga, kalong-kalong ini menjadi pengirim pesan tersirat tentang kemungkinan hal-hal yang akan terjadi dengan segala konsekuensi alamnya.

Lihat pula: Ratu Wilhelmina dalam Museum Kota Makassar

4. Villa Yuliana

Villa Yuliana di Soppeng merupakan bangunan jejak kolonial Kerajaan Belanda yang sarat nilai kesejarahan.

Wujud arsitektural kolonial Belanda ini terbilang unik dan spesifik, diyakini sebagai hasil kompromi arsitektur modern di Belanda dengan iklim tropis basah di Indonesia.

Villa Yuliana di Soppeng. (foto: ist/palontaraq)
Villa Yuliana di Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Penamaan Villa Yuliana merujuk kepada putri dari Ratu Kerajaan Belanda pada masa itu, Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau, meski Putri Yuliana sendiri tak kunjung menginjakkan kaki di Bumi Latemmamala Soppeng.

Oleh masyarakat setempat, Villa Yuliana disebut “Mess Tinggia”, dibangun oleh arsitek Belanda melalui perintah C.A Kroesen, Gubernur Sulawesi kala itu, diperkirakan dibangun Tahun 1900-1905. Ada pula yang menyebutkan tahun pembangunannya, Tahun 1906.

Lihat pula: Menengok Koleksi Museum Kota Makassar

5. Sumber Mata Air asin

Salah satu keunikan Soppeng yang jarang terekspos adalah kepemilikan sumber mata air yang rasanya asin, diyakini sudah ada sejak zaman kerajaan, terletak di Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo.

Mata air Goarie ini berada dalam hutan, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 1 km dari jalan beraspal.

Di masa penjajahan belanda, konon mata air Goarie ini dikelola masyarakat sekitar menjadi garam. Hal ini dikarenakan, air tersebut tidak bisa digunakan untuk pertanian karena bisa merusak tanaman.

Demikianlah lima hal unik dan menarik dari Kabupaten Soppeng. Ada yang tertarik mengunjunginya? (*)

Muhammad Farid Wajdi, Pemerhati Budaya, Traveler dan Penikmat Wisata Alam.

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Sudah Saatnya dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Salah satu fokus utama Amerika Serikat (AS) setelah kemerdekaannya (4 Juli 1776) adalah pembangunan kekuatan militer. Ini dibuktikan ketika presiden pertama...

Omnibus Law Itu Strategi Jokowi untuk Menyingkirkan Oligarki Cukong

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Bergegas saya ke laptop. Khawatir inspirasi hilang. Inspirasi itu datang ketika sedang olahraga kecil di belakang rumah. Senam rutin itu...

Pesan Dakwah: Manisnya Madu

  Lihat pula: Khasiat Madu saat Dicampur Kayu Manis Oleh: Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Penjualan madu di Indonesia meningkat selama Pandemi Covid-19. Walaupun meningkat,...

Di IMMIM Pangkep, Upacara Hari Santri Nasional digelar dengan Protokol Kesehatan

  Laporan: Dra Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak 9 dan 11 Agustus lalu telah memasukkan santriwati baru ke sekolah dan...