Beranda Narasi Sejarah Periodisasi Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah

Periodisasi Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah

 

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Related Post: Asal Usul dan Sejarah Berdirinya Dinasti Abbasiyah

PALONTARAQ.ID – Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah merupakan Dinasti pengganti—lebih tepat dikatakan peruntuh Dinasti Bani Umayyah, pada masa kekuasaan khalifah Bani Umayyah terakhir di Damaskus, Khalifah Marwan II.

Khalifah pertama Dinasti Abbasiyah adalah Abu Abbas as-Safah yang memerintah dari Tahun 132-136 H/750-754 M.

Keberadaan Daulah Abbasiyah berlangsung sampai tahun 656 H/1258 M. Masa kekuasaan yang cukup panjang itu dilalui dengan pola pemerintahan yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan politik, sosial, budaya, dan penguasa.

Para sejarawan membagi masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah dalam 4 periode, yaitu

1. Periode Abbasiyah I (132-232 H/750-847 M)

Periode pertama Dinasti Abbasiyah berlangsung selama 97 tahun, dipimpin oleh 9 khalifah, dari Abu Abbas as-Safah (132-136 H/750754 M) sampai khalifah al-Watsiq (227-232 H/842-847 M).

Periode ini disebut dengan periode keemasan Dinasti Abbasiyah. Bahkan dapat dikatakan sebagai periode keemasan Islam di dunia. Ada pula sejarawan yang menyebutnya sebagai “Periode pengaruh Persia pertama”.

Khalifah Abu Abbas dan Abu Ja’far Al-Mansur telah meletakan dasar-dasar pemerintahan yang kuat bagi khalifah berikutnya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dalam politik dan agama, juga pendobrak kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Selain memiliki wilayah yang sangat luas, dinasti ini mencapai tingkat Peradaban yang demikian tinggi dalam berbagai bidang llmu Pengetahuan dan Filsafat, juga dalam  bidang seni budaya, politik, militer, dan perekonomian.

Puncak keberhasilan daulah ini berada pada masa khalifah Harun ar-Rasyid (786-809 M) dan putranya al-Makmun (813-833 M).

Lihat pula: Khalifah Abbasiyah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahannya

Para Khalifah yang memimpin Dinasti Abbasiyah periode pertama adalah:

1) Abu Abbas as-Safah (132-136 H/750-754 M).

2) Abu Ja’far al-Mansur (136-158 H/754-775 M). Lihat pula: Nasehat Ulama kepada Abu Ja’far al-Mansur

3) Al-Mahdi (158-169 H/775-785 M).

4) Musa al-Hadi (169-170 H/785-786 M)

5) Harun ar-Rasyid (170-193 H/786-809 M)

6) Al-Amin (193-198 H/809-813 M)

7) Al-Makmun (198-218 H/813-833 M)

8) Al-Mu’tasim Billah (218-227 H/833-842 M)

9) Al-Watsiq (227-232 H/842-847 M).

Dinasti Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pada pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Walaupun demikian pada periode ini juga banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas kekuasaan.

Setelah Periode Abbasiyah I ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.

Lihat pula: Perkembangan Islam pada Masa Daulah Dinasti Abbasiyah

madrasah-mustanshriyah-baghdad-peninggalan-dinasti-abbasiyah-_150324165504-360
Madrasah Mustanshriyah Baghdad, Peninggalan Dinasti Abbasiyah. (foto: ist/palontaraq).

2. Periode Abbasiyah ll (232-334 H/847-946 M)

Periode ini berlangsung selama 99 tahun, dipimpin 13 khalifah. Periode ini bisa dikatakan sebagai awal melemahnya Dinasti Abbasiyah, disebut juga “Periode pengaruh Turki pertama.”

Kebijakan Khalifah al-Mu’tasim (218-227 H/833-842 M) terhadap unsur Turki dalam masalah ketentaraan membuat praktik kebiasaan mengikuti perjalanan perang menjadi terhenti.

Untuk mengontrol kekhalifahannya Al-Ma’mun bergantung kepada dukungan Tahir, seorang bangsawan Khurasan yang sebagai imbalan diangkat sebagai gubernur di Khurasan (820-822) dan jenderal bagi seluruh pasukan Abbasiyah dengan janji bahwa jabatan ini akan diwarisi oleh keturunannya.

Al-Ma’mun dan Al-Mu’tashim mendirikan 2 kekuatan bersenjata yaitu; pasukan syakiriyah yang dipimpin oleh pemimpin lokal dan pasukan Gilman dari Turki.

Kalau pada masa Periode Abbasiyah I, kekuatan militer mendapat dukungan militer dari rakyat sendiri, maka pada Periode Abbasiyah II ini, kekuatan militer bergantung kepada pasukan asing, sehingga pemerintahan pusat menjadi lemah.

Pasukan tentara terdiri dari prajurit-prajurit Turki yang profesional. Banyak pula di antara orang-orang Turki yang diberi jabatan gubernur dan panglima perang. Akibatnya, tentara menjadi sangat dominan dan banyak memberikan pengaruh kepada khalifah.

Masa-masa berikutnya sampai kedatangan kekuatan Bani Buwaih. Khalifah al-Mu’tasim (218-227 H/833-842 M) dan khalifah sesudahnya yaitu al-Watsiq (842-847 M) masih mampu mengendalikan mereka.

Akan tetapi, pada masa pemerintahan Khalifah al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M) yang merupakan khalifah awal periode ini merupakan khalifah yang lemah.

Pada masanya, Orang-orang Turki dapat merebut kekuasaan dengan cepat setelah al-Mutawakkil wafat. Merekalah yang memilih dan mengangkat khalifah sesuai kehendak mereka.

Dengan demikian, kekuasaan tidak lagi ada di tangan khalifah Bani Abbas, walaupun mereka tetap berada pada jabatan khalifah. Keberadaannya hanya sebagai simbol belaka.

Kekuasaan Dinasti Abbasiyah pada periode ini menjadi lemah, akibatnya banyak daerah-daerah kecil yang berusaha melepaskan diri dan tidak mampu diatasi.

Berikut faktor-faktor penting lain yang menyebabkan kemunduran Dinasti Abbasiyah pada Periode Abbasiyah II ini, adalah:

1. Luasnya wilayah yang harus dikendalikan sedangkan orgaNisasi dan komuNikasi rapuh/lemah.

2. Ketergantungan kepada tentara sangat tinggi sehingga menurunkan semangat rakyat dalam membela negara.

3. Kesulitan keuangan karena beban pembiayaan tentara sangat tinggi.

Khalifah-khalifah yang memerintah dalam Periode Abbasiyah II ini, ialah:

1) Al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M)

Lihat pula: Kapan Makmum boleh Menempeleng Imam?

2) AI-Muntashir (247-248 H/861-862 M)

3) Al-Musta’in (248-252 H/862-866 M)

4) Al-Mu’taz (252-255 H/866-869 M)

5) Al-Muhtadi (255-256 H/869-87O M)

6) Al-Mu’tamid (256-279 H/870-892 M)

7) Al-Mu’tadhid (279-289 H)/892-902 M)

8) Al-Muktafi (289-295 H/902-908 M)

9) Al-Muqtadi (295-320 H/908-932 M)

10) Al-Qahir (320-322 H/932-934 M)

11) Al-Radhi (322-329 H/934-94O M)

12) Al-Muttaqi (329-333 H/940-944 M)

13) Al-Mustakfi (333-334 H/944 M-945 M).

Lihat pula: Metode Pembelajaran SKI untuk Materi Dinasti Abbasiyah

3. Periode Abbasiyah III

Pada periode ini, Dinasti Abbasiyah berada di bawah kekuasaan Bani Buwaih, para penganut aliran Syi’ah yang berhasil mendirikan dinasti di sebelah barat laut Iran.

Ketika kekuatan mereka bertambah besar, masyarakat sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Orang-orang terkemuka di Baghdad mempersilakan mereka memasuki Baghdad dan Khalifah al-Mustakfi tidaki bisa berbuat apa-apa.

Sejak diangkatnya Khalifah al-Mu’thi (334-363 H/945-974 M), kedudukan khalifah benar-benar hanya sebagai boneka yang dikendalikan oleh Bani Buwaihi.

Oleh karena itu, selama satu abad periode ini berlangsung, para khalifah tidak mampu berbuat banyak untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Meskipun demikian, dalam bidang ilmu pengetahuan Dinasti Abbasiyah terus mengalami kemajuan dalam periode ini, ditandai munculnya pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Ibnu Maskawaih.

Khalifah-khalifah yang berkuasa pada periode ini adalah:

1) Al-Mu’thi (334-363 H/945-974 M)

2) At-Tha’i (363-381 H/974-991 M)

3) Al-Qadir (381-422 H/991-1031 M)

4) Al-Qayyim (422-467 H/1031-1075 M)

5) Al-Muqtadi (467-487 H/1075-1094 M)

4. Periode Abbasiyah IV

Periode ini berlangsung sekitar 164 tahun. Kekuasaan khalifah pada Periode Abbasiyah IV ini berada di bawah kendali kaum Saljuk dari Turki. Saljuk adalah nama keluarga penguasa Suku-suku Oghuz di Turki, diambilkan nama demikian sebagai penghormatan atas leluhur mereka, Saljuk bin Yakak.

Kehadiran Bani Saljuk di Baghdad sebenarnya atas undangan khalifah untuk menghilangkan pengaruh Bani Buwaihi pada Periode Abbasiyah III, yang tak terkendali setelah para khalifah Abbasiyah sendiri menempatkan mereka pada banyak jabatan penting kerajaan, seperti panglima perang, gubernur, dan wazir (menteri).

Puncak pengaruh kaum saljuk terhadap kekhalifahan Abbasiyah dimulai Tahun 510 H/1116 M – 656 H/1258 M ketika tentara Mongol membumi-hanguskan Kota Baghdad berikut segala isinya yang menandai berakhirnya Dinasti Abbasiyah.

Yang memimpin Dinasti Abbasiyah pada periode ini adalah:

1) Al-Mustadzhir (487-521 H/1094-1118 M)

2) Al-Mustarsyid (521-529 H/1118-1135 M)

3) Ar-Rasyid (529-530 H/1135-1136 M)

4) Al-Muktafi (530-555 H/1136-116O M)

5) Al-Mustanjid (555-566 H/1160-1170 M)

6) Al-Mustadhi (566-575 H/1170-1180 M)

7) An-Nasir (575-622 H/1180-1225 M)

8) Az-Zahir (622-623 H/1225-1226 M)

9) Al-Mustanhir (623-640 H/1226-1242 M)

10) Al-Musta’shim (640-656 H/1242-1258 M)

Dari keempat periode ini, Dinasti Abbasiyah melahirkan 37 khalifah. Banyak kemajuan yang telah diraih oleh dinasti ini dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, militer, ekonomi, sosial, arsitektur dan sebagainya.

Demikianlah sekilas Periode Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah, Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep/Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Sudah Saatnya dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Salah satu fokus utama Amerika Serikat (AS) setelah kemerdekaannya (4 Juli 1776) adalah pembangunan kekuatan militer. Ini dibuktikan ketika presiden pertama...

Omnibus Law Itu Strategi Jokowi untuk Menyingkirkan Oligarki Cukong

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Bergegas saya ke laptop. Khawatir inspirasi hilang. Inspirasi itu datang ketika sedang olahraga kecil di belakang rumah. Senam rutin itu...

Pesan Dakwah: Manisnya Madu

  Lihat pula: Khasiat Madu saat Dicampur Kayu Manis Oleh: Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Penjualan madu di Indonesia meningkat selama Pandemi Covid-19. Walaupun meningkat,...

Di IMMIM Pangkep, Upacara Hari Santri Nasional digelar dengan Protokol Kesehatan

  Laporan: Dra Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak 9 dan 11 Agustus lalu telah memasukkan santriwati baru ke sekolah dan...