Beranda Akademia Pengantar Mengakrabi Sosiolinguistik

Pengantar Mengakrabi Sosiolinguistik

 

Oleh: Andi Adil Makkulau

Lihat pula: ‘Psikosastra’: Belajar Psikologi dari Karya Sastra

PALONTARAQ.ID – Bagaimana suatu bahasa menjadi faktor yang mempengaruhi budaya dan perkembangan masyarakat tertentu? Disinilah kita melihat adanya persinggungan antara ilmu bahasa dan ilmu sosial.

Persinggungan itulah yang kemudian melahirkan satu bidang kajian baru yang disebut Sosiolinguistik, tentang bagaimana pengaruh budaya terhadap cara suatu bahasa digunakan atau sebaliknya.

Dalam hal ini bahasa berhubungan erat dengan masyarakat suatu wilayah sebagai subyek atau pelaku berbahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi antara kelompok yang satu dengan yang lain.

Bahasa
Bahasa sebagai media berinteraksi dan menjadi identitas dalam masyarakat. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Artikel

Beberapa Terminologi Sosiolinguistik

Kridalaksana (1978:94), mengatakan bahwa Sosiolinguistik lazim didefinisiksn sebagai ilmu yang mempelajaari ciri dan berbagai variasi bahasa, serta hubungan para bahasawan dengan ciri/fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat.

Nababan (1984:82), Sosiolinguistik adalah Pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan .

Fishman (1972), Sosiolinguistics is the study of the caracteristics of language varieties, the carakteristics of their functions,and the characteristics of their speakers as these three constlantly interact, change and change one another within a speech community.

Sosiolinguistik menurut Fishman (1972) adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi–fungsi variasi bahasa, dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat.

Bahasa
Bahasa memiliki dimensi sosial, pertautan bahasa dengan masyarakat pemakainya. (foto: ist/palontaraq)

Sumarsono (2007:2) mendefinisikan Sosiolinguistik sebagai linguistik institusional yang berkaitan dengan pertautan bahasa dengan Orang-orang yang memakai bahasa itu. Maksud dari penjelasan tersebut pada dasarnya menyatakan.

Rafiek (2005:1) mendefinisikan Sosiolinguistik sebagai studi bahasa dalam pelaksanaannya itu bertujuan untuk mempelajari bagaimana konvensi tentang relasi penggunaan bahasa untuk Aspek-aspek lain tentang perilaku social.

Booiji (Rafiek, 2005:2) mendefinisikan Sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam pemakaian bahasa dan yang berperan dalam pergaulan.

Abdul Chaer dan Agustina (1995:3) merumuskan sosiolinguistik sebagai gabungan dari kata Sosiologi dan Linguistik.

Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)
Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)

Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)
Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)

Kalau Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia dalam masyarakat dan mengenai lembaga-lembaga, serta proses sosial yang ada di dalam masyarakat, maka Linguistik adalah ilmu bahasa atau kajian tentang bahasa, sehingga Sosiolinguistik merupakan bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa di dalam masyarakat.

I Dewa Putu Wijana dan Mohammad Rohmadi (1996:7) merangkum semua pendapat tentang Sosiolinguistik sebagai cabang Linguistik yang menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa di dalam masyarakat.

Dengan kata lain, Sosiolinguistik mempelajari pemakai dan pemakaian bahasa, tempat pemakaian bahasa, tata tingkat bahasa, berbagai akibat dari adanya kontak dua bahasa atau lebih, dan ragam serta waktu pemakai ragam bahasa.

Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)
Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)

Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)
Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Ikatlah Ilmu dengan Menulis

Bahasa dalam Konteks Sosial

Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.

Pandangan sosiolinguitik terhadap bahasa yaitu bahasa dalam konteks sosial dan kebudayaan, hubungan faktor kebahasaan, ciri-ciri, dan ragam bahasa dengan situasi serta faktor sosial dan budaya, serta fungsi sosial dan penggunaan bahasa itu dalam masyarakat.

Sosiolinguistik melihat bahasa sebagai suatu sistem tetapi yang berkaitan dengan struktur masyarakat. Bahasa dilihat sebagai sistem yang tidak terlepas dari penutur dan nilai sosio-budayanya, sehingga Bahasa dilihat sebagai sistem terbuka. (Abdul Chaer, Agustina 2004:7).

Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)
Karakter sosial suatu masyarakat dapat dilihat dan dipelajari dari bahasa yang digunakannya. (foto: ist/palontaraq)

Memahami bahasa dalam masyarakat itu berarti memahami jejaring sosial dimana bahasa tersebut tertanam, termasuk didalamnya hubungan antar anggota individu (penutur bahasa) itu dalam masyarakat.

Lihat pula: Masih Seputar Perkara Mudik dan Pulang Kampung

Hakikat Bahasa menurut Wibowo (2001:3), adalah sebagai sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai berkomunikasi secara sosial mengungkapkan perasaan dan pikiran.

Mempelajari cara masyarakat menggunakan bahasa dalam konteks sosial yang berbeda dapat memberikan banyak pengetahuan tentang cara kerja bahasa itu dalam masyarakat, khususnya terkait hubungan sosial dan cara masyarakat menyampaikan dan mengonstruksi aspek identitas sosial mereka melalui bahasa yang mereka gunakan.

Bukankah Bahasa itu sebagai media interaksi sosial dimana menggambarkan identitas penuturnya, serta dapat digunakan untuk menerangkan korelasi antara perwujudan struktur atau elemen bahasa dengan faktor-faktor sosiokultural penuturnya.

Demikianlah Pengantar singkat ini, sedikit menguraikan beberapa pendapat ahli betapa akrab hubungan bahasa untuk mengidentifikasi masyarakat. Hubungan sosial dengan sendirinya dapat dipahami dalam satu kajian interdisipliner, dalam konteks bahasa yang dituturkan masyarakat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Sudah Saatnya dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Salah satu fokus utama Amerika Serikat (AS) setelah kemerdekaannya (4 Juli 1776) adalah pembangunan kekuatan militer. Ini dibuktikan ketika presiden pertama...

Omnibus Law Itu Strategi Jokowi untuk Menyingkirkan Oligarki Cukong

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Bergegas saya ke laptop. Khawatir inspirasi hilang. Inspirasi itu datang ketika sedang olahraga kecil di belakang rumah. Senam rutin itu...

Pesan Dakwah: Manisnya Madu

  Lihat pula: Khasiat Madu saat Dicampur Kayu Manis Oleh: Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Penjualan madu di Indonesia meningkat selama Pandemi Covid-19. Walaupun meningkat,...

Di IMMIM Pangkep, Upacara Hari Santri Nasional digelar dengan Protokol Kesehatan

  Laporan: Dra Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak 9 dan 11 Agustus lalu telah memasukkan santriwati baru ke sekolah dan...