Highlight Pesan Dakwah Prof dr. Veni Hadju: Waktu Luang

Pesan Dakwah Prof dr. Veni Hadju: Waktu Luang

-

- Advertisment -

 

Oleh: Prof. Veni Hadju

PALONTARAQ.ID – Berapa lama waktu luang yang Anda miliki dalam sehari? Adakah waktu luangmu yang berlalu sia-sia atau tanpa amal kebaikan?

Adakah waktu luang itu berlalu dengan amal demi amal yang memberatkan timbangan di hari akhir nanti?

Atau, adakah itu berlalu dengan perbuatan dosa yang tanpa kita sadari? Waktu luang merupakan nikmat yang paling banyak orang lalai di dalamnya.

Nikmat waktu luang untuk apa? (foto: ist/palontaraq)
Nikmat waktu luang untuk apa? (foto: ist/palontaraq)

Semua orang punya waktu luang, waktu di mana dia terbebas dari pekerjaan rutinitas atau ibadah wajib dan sunnah.

Di saat Work From Home (WFH) kita banyak menikmati waktu luang. Hanya sayang sekali tidak sedikit yang menghabiskan waktunya dengan bermain “game” bahkan sampai ketagihan.

Banyak juga yang menghabiskan dengan menonton atau terlibat debat kusir lewat Medsos yang tidak berkesudahan. Mereka terlena dengan waktu yang sepertinya berlimpah tanpa menyadari bahwa waktu itu sangat cepat berlalu dan tidak pernah kembali lagi.

Allah telah memberikan waktu yang sama untuk semua hamba-Nya yaitu 24 jam sehari. Tidak lebih dan tidak kurang.

Ada seorang ulama berkata bahwa seandainya waktu itu bisa dibeli, maka saya akan membeli waktu mereka yang berbuat sia-sia.

Ada juga ulama yang sangat menghargai waktunya sehingga saat makan pun beliau tetap melafadzkan dzikir karena tidak ingin waktu tersebut terbuang percuma.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Wal ‘ashr innal insaana lafii khusr. Illalladziina aamanuu wa ‘amilushshaalihaati watawaa shaubil haqqi watawaashau bishshabr (Qs. Al-‘Ashr 1-3).

Artinya: Demi waktu, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.

ISI WAKTU LUANGMU DENGAN BERBAGAI KEBAIKAN YANG MEMBERATKAN TIMBANGAN AMALMU DI AKHIRAT KELAK!

 

Prof dr. Veny Hadju, 28 Syawal 1441 H

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

1 KOMENTAR

  1. 1.)kisah Fatimah Az-Zahrah, seorang wanita yang selalu mendukung per-juangan ayahnya dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun Fatimah tidak pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak menuntut pada suaminya. 
    2.)SIFAT TERCELA:
    Ananiyyah
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Putus asa
    قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
    Pemarah

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    Tamak
    عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِه
    SIFAT TERPUJI:
    Tablig
    ﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّم تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
    Fatanah
    ۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
    “Sidiq
    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا
    Amanah
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
    3.)Berbakti dan mematuhi perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dg agama dan hukum, mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua dan meminta ampun kepada tuhan, belajar sebaik2nya agar mampu memberi lebih baik untuk masa tua mereka.
    ~ memperhatikan apa yang sedang di bicarakan guru saat  didepan kelas
    ~ ikut menjaga ketengangan kelas agar tercipta suasana kondusif
    ~ mengikuti berbakai kegiatan yang diajukan sekolah
    ~ mengikuti tata tertib di lingkungan sekolah
    ~ ikut menjaga nama baik sekolah
    4.)1.Beriman kepadanya.
    ○ Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
    ○2.Taat dan mengikutinya.
    ○ Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

    3.Mengutamakannya atas segala sesuatu.
    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri

    4.Berlaku Sopan dihadapannya.
    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)

    5.Bersolawat Kepadanya.
    Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya
    5.)1. Tauhid Rububiyah Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan.
    ○2.Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah. Disebut Tauhid Uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut Tauhid Ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba).
    ○3.Tauhid Asma wa Shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu Penetapan dan Penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you