Islam Berpisah dengan Ramadan

Berpisah dengan Ramadan

-

- Advertisment -

 

Oleh: Habib Quraisy Baharun

Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan

PALONTARAQ.ID – Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441 H.
Ramadhan tahun ini, terasa berbeda dengan Ramadhan selama ini.

Ditengah duka merebaknya wabah, kita terpaksa dan dipaksa untuk menyesuaikan ritual ibadah Ramadhan dengan hal yang berbeda dengan yang yang selama ini ada.

Sambil disertai was-was dan kecemasan akan tertularnya virus covid 19 dan perasaan khawatir tidak bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan yang akan datang.

Namun demikian, berlalu selama satu bulan lamanya kita ditarbiyah. Ibarat terminal, di bulan inilah semua orang mempersiapkan perjalanan di bulan-bulan selanjutnya, untuk tetap istiqamah dengan kuantitas dan kulitas ibadah.

Sebagai rasa cinta dan taat kepada dzat yang menciptakan kita. Dengan bersemangat, kita menciptakan girah untuk tidak bermaksiat, memacu diri untuk menjadi manusia yang rakus amal saleh dan tentunya kitab suci Al-Qur’an pun senantiasa kita lantunkan.

Lihat pula: Tadarrus Al-Qur’an sebelum Berpisah dengan Ramadan

Ketika berpisah dengan Ramadhan, akan muncul rasa sedih dan kehilangan, kehilangan rasa bahagia yang tidak tergantikan ketika melakukan berbagai ibadah dan amal kebaikan selama bulan Ramadhan.

Kesedihan yang nyata bukan kepura-puraan. Para ulama dan orang shalih ketika saat-saat perpisahan itu, mereka ungkapkan kesedihan dan tangisan karena perpisahan dengan Ramadhan dalam tulisan dan Doa-doa munajatnya.

Salafus Sholeh رحمه الله berkata :

Bagaimana bisa seorang mukmin tidak menetes air mata ketika berpisah dengan Ramadhan, Sedangkan ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa lagi.

Hati orang-orang yang bertakwa mencintai bulan ini, dan bersedih karena pedihnya berpisah dengannya.

Lihat pula: Ramadan berlalu, Ketaatan menetap!

Wahai bulan Ramadhan, Mendekatlah, berderai air mata para pecintamu, terpecah hati mereka karena perihnya berpisah denganmu.

Semoga perpisahan ini mampu memadamkan api kerinduan yang membakar, Semoga masa bertaubat dan berhenti berbuat dosa mampu memperbaiki puasa yang ada bocornya.

Semoga yang terputus dari rombongan orang yang diterima amalannya dapat menyusul
Semoga tawanan dosa-dosa bisa terlepaskan.

Semoga orang yang seharusnya masuk neraka bisa terbebaskan. Dan semoga rahmat Allah bagi pelaku maksiat akan menjadi hidayah taufik.”

 

عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل، ولم يبق منه إلا القليل

فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام، ومن كام فرّط فليختمه بالحسنى فالعمل بالختام

فاستمتعوا منه بما بقي من الليالي اليسيرة والأيام, واستودعوه عملا صالحا

يشهد لكم به عند الملك العلام, وودعوه عند فراقه بأزكى تحية وسلام…
كيف لا يجري للمؤمن على فراقه دموع، وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع؟

 

Wahai hamba Allah, bulan Ramadhan benar-benar ingin pergi. Tidak ada lagi yang tersisa darinya kecuali waktu yang sedikit.

Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama bulan ini, hendaklah ia menyempurnakannya.

Lihat pula: Siapa yang Merugi di Bulan Ramadan?

Barangsiapa yang kurang optimal beramal, hendaklah ia menutup bulan ini dengan baik; karena amalan itu tergantung akhirnya.

Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadhan yang masih tersisa, Serta tabunglah di dalamnya amal sholih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Dzat Maha Penguasa lagi Maha Mengetahui, lepaskan kepergian bulan Ramadhan dengan ucapan salam yang terbaik.

Bagaimana air mata seorang mukmin tidak mengalir padahal ia tidak tahu apakah masih ada umur utk kembali bertemu dengannya?

Hari ini Sabtu terakhir di bulan Ramadhan, semoga kita dipanjangkan umurnya dan bisa berjumpa Ramadhan tahun depan….

Aaamiin. Semoga Bermanfaat. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you