Beranda Islam Takut Rezim, Tidur saja!

Takut Rezim, Tidur saja!

Oleh: KH. Tengku Zulkarnain

Related Post: Hikma Sanggala, Mahasiswa martir Perjuangan Penegakan Khilafah

PALONTARAQ.ID – Kalau anda takut bully-an, takut tahdziran, takut cacian, takut penjara, takut pasal karet atau takut peluru maka, tetaplah di mesjid dan dzikiran, tak perlu berjuang, tak perlu amar ma’ruf nahi munkar ke penguasa.

Kalau anda mengira bahwa melawan kedzoliman itu cukup dengan do’a saja, ya silakan saja, yang saya tahu, plot kedzoliman pun sebenarnya bekerja lebih keras daripada anda muslim yang tak punya daya juang.

Setiap muslim harusnya memperjuangkan kalimat lailaha illallah. (foto: ist/palontaraq)
Setiap muslim harusnya memperjuangkan kalimat lailaha illallah. (foto: ist/palontaraq)

Pasrah itu bukan mazhab Islam, kalau berjuang itu cukup dengan doa dan kata bijak tanpa pijakan yang benar, maka banyak ulama memilih untuk hidup tenang.

Buat apa ada ulama melawan sampai ada yang dibunuh, dipenjara, digantung dan sebagainya.

Apakah anda pernah ketemu ulama sepanjang sejarah yang hidup nya nyaman tenteram dibawah AC dan minum air segar dingin setiap waktu dengan dasi dan baju rapi dan mengejar gaji tinggi, takut hilang profesi, kasih tahu saya!

Aksi Massa 212 di Monas menunjuk lafadz Allah di langit. (foto: ist/palontaraq)
Aksi Massa 212 di Monas menunjuk lafadz Allah di langit. (foto: ist/palontaraq)

Kalau anda takut tantangan, takut melawan, maka gak usah turun berjuang di medsos atau tak usah ngapa-ngapain, terus aja dalam bahasa bijak yang justru musuh menertawakan, kok cara melawan begitu?

Kalau anda takut dituduh makar, takut ditangkap, takut segala resiko, gak usah ngaku ngaku jadi pejuang, mana ada pejuang model begitu, lagian mana ada pejuang Islam yang sekedar ngaku.

Mana ada Islam maju dengan pejuang yang kebiasaannya ngawur ngelantur, minim pengetahuan, minim keberanian, minim infaq, minim pengorbanan, kasih tau saya, tiang agama mana yang sudah tegak dengan kebiasaan pejuang model begitu?

Menggalang donasi untuk perjuangan umat. (foto: ist/palontaraq)
Menggalang donasi untuk perjuangan umat. (foto: ist/palontaraq)

Benar kata Abdullah Azzam, peradaban Islam hanya diukir oleh dua hal, pena ulama atau darah para syuhada.

Kalau pena anda tumpul, keringat anda mahal, apalagi bicara darah, ya udah, mana ada Islam bisa maju dengan perjuangan model begitu, kalau hanya begitu saja sudah mengaku mujahid, banyak banget dong yang dapat gelar syuhada.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII

Tulisan sebelumnya: Peristiwa Penting dalam Sejarah Nusantara Abad ke-17 Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas/Semester: XII/Ganjil Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern...

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XI

  Tulisan sebelumnya: Metode, Waktu, dan Referensi Pembelajaran SKI: Sejarah Daulah Bani Umayyah Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas/Semester: XI/Ganjil Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas:...

Ujian Semester 3 Mapel SKI Kelas VIII

  Tulisan Sebelumnya: Asal Usul dan Sejarah Berdirinya Dinasti Abbasiyah Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Waktu: 60 Menit Pengawas: Guru/Pembina Ponpes...

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI SMP/MTs Kelas VII

  Tulisan sebelumnya: Mengapa mesti Belajar Sejarah Kebudayaan Islam? Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern...