Berita Internasional Kematian karena Covid-19 di Eropa, Inggris tertinggi

Kematian karena Covid-19 di Eropa, Inggris tertinggi

-

- Advertisment -

 

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 29.502 kematian di Inggris akibat pandemi Covid-19. Jumlah ini ternyata terbanyak di Negara Eropa, melebihi 29.315 jumlah angka kematian di Italia.

Dalam konferensi pers harian, Menlu Raab mengatakan bahwa puluhan ribu nyawa yang melayang karena Covid-19 ini adalah “sebuah tragedi besar” yang belum pernah “dilihat negara ini dalam skala ini, dengan cara ini”.

“Saya tidak berpikir kita akan mendapatkan vonis nyata tentang seberapa baik negara telah melakukan sampai pandemi selesai, dan terutama sampai kita mendapatkan data internasional yang komprehensif tentang semua penyebab kematian.”

sejumlah-orang-berjalan-di-millenium-bridge-dengan-latar-katedral_200311083653-270
Sejumlah warga Inggris berjalan di Millenium Bridge dengan latar Katedral (foto: Foto: AP Photo/Matt Dunham)

Para pakar menyebutkan bahwa diperlukan waktu beberapa bulan untuk menunjukkan perbandingan global yang menyeluruh. Kepala statistik BBC, Robert Cuffe, menyatakan bahwa Inggris mencapai angka kematian sebanyak itu lebih cepat ketimbang Italia.

Profesor Sir David Spiegelhalter dari Universitas Cambridge mengatakan kita bisa yakin bahwa semua angka yang dilaporkan adalah “perkiraan terendah” dari angka kematian sebenarnya yang diakibatkan virus tersebut.

“Kita dapat dengan aman mengatakan bahwa tidak ada negara-negara ini yang melakukan dengan baik, tetapi ini bukan Eurovision dan tidak ada gunanya untuk mencoba dan memberi peringkat mereka,” ujar Profesor David.

“Satu-satunya perbandingan yang paling masuk akal adalah dengan melihat semua penyebab kematian, disesuaikan dengan distribusi usia negara, akan sangat sulit untuk menjelaskan alasan perbedaan,” tambahnya.

Sementara itu, Analisis Nick Triggle, Koresponden Kesehatan BBC mengungkapkan bahwa hal ini adalah momen yang serius. Italia adalah negara pertama dari Eropa yang menyaksikan banyak kasus meningkat dengan cepat, dan pemandangan rumah sakit yang kewalahan mendapat kejutan dan ketidakpercayaan. Tetapi kita harus berhati-hati dalam menafsirkan angka-angka itu.

“Italia dan Inggris sekarang menghitung kematian dengan cara yang sama, termasuk di rumah sakit dan masyarakat. Tetapi ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Inggris memiliki populasi sedikit lebih besar jika dihitung kasus per populasi, sedang Italia terbilang lebih buruk,” ungkapnya.

“Kasus dikonfirmasi oleh tes dan jumlah pengujian yang dilakukan bervariasi. Penyebaran geografis juga terlihat sangat berbeda, setengah dari kematian di Italia terjadi di Lombardy. Di Inggris, sebagai perbandingan, mereka jauh lebih tersebar. Kurang dari seperlima terjadi di London, yang memiliki populasi serupa dengan Lombardy,” tambahnya.

Saat ini, sudah ada 1.383.842 orang yang dites untuk Covid-19 di Inggris, termasuk 84.806 tes yang dilakukan kemarin. Selama tiga hari berturut-turut, pemerintah gagal mencapai target tes harian 100.000.

Ilustrasi. Pemerintah Inggris menetapkan virus corona yang berasal dari China sebagai ancaman kesehatan masyarakat. (Chinatopix via AP)
Pemerintah Inggris menetapkan Covid-19 sebagai ancaman kesehatan masyarakat. (Chinatopix via AP)

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock menetapkan target tersebut pada awal April dan pemerintah mengumumkan pada hari Jumat dan Sabtu bahwa mereka telah mencapai angka 100.000 lebih.

Secara terpisah, Badan Statistik Nasional Inggris (ONS) menerbitkan data pada hari Selasa (05/05) bahwa pada tanggal 24 April ada 27.300 kematian akibat Covid-19, termasuk Laporan kematian ONS sejak 24 April, totalnya menjadi lebih dari 32.000.

Dalam perkembangan lain, Profesor Neil Ferguson, perekomendasi karantina wilayah di Inggris kepada Perdana Menteri Boris Johnson, telah berhenti sebagai penasihat pemerintah tentang virus corona setelah mengakui “kesalahan penilaian” dan “meremehkan” jaga jarak sosial. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you