Beranda Bahasa Penulisan Kata: Partikel

Penulisan Kata: Partikel

 

Oleh: M. Farid W Makkulau

Tulisan sebelumnya: Apa dan Bagaimana itu PUEBI?

PALONTARAQ.ID – Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), Penulisan kata merupakan hal yang mendasar kedua, setelah pemakaian huruf yang diatur teknis penulisannya, sebagaimana termaktub dalam Permendikbud 50/2015.

Salinan Permendikbud 50 Tahun 2015 tentang PUEBI dapat diunggah DISINI

Penulisan Kata diantaranya mencakup diantaranya tentang Kata Dasar, Kata Berimbuhan,
Bentuk Ulang, Gabungan Kata, Pemenggalan Kata, Kata Depan, Partikel, Singkatan dan Akronim, Angka dan Bilangan, Kata Ganti, dan Kata Sandang. (Lihat: PUEBI Daring)

Tulisan ini dikhususkan untuk membahas tentang salah satu satu unsur penulisan kata, yaitu partikel. Apa itu partikel dalam penulisan kata? Partikel adalah kata tugas yang dilekatkan pada kata yang mendahuluinya.

Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia dan Ruang Lingkupnya. (foto: ist/palontaraq)
Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia dan Ruang Lingkupnya. (foto: ist/palontaraq)

Beberapa partikel yang dikenal dalam Ejaan Bahasa Indonesia, adalah sebagai berikut:

1. Partikel -kah

Partikel ini bisasanya digunakan dalam kalimat tanya atau membentuk kalimat tanya. Kadang digunakan bersifat manasuka dan kadang bersifat wajib, tergantung pada struktur kalimatnya.

Contoh:

– Edwinkah yang akan datang? (Bandingkan: Edwin yang akan datang.)

– Malam inikah Pelatihan PUEBI itu harus terlaksana? (Bandingkan: Malam ini Pelatihan PUEBI itu harus terlaksana.)

Jika dalam kalimat tanya sudah ada kata tanya, seperti apa, di mana, bagaimana, maka -kah bersifat manasuka. Pemakaian -kah menjadikan kalimatnya lebih formal dan sedikit lebih halus.

Contoh:

– Apa(kah) gurumu sudah datang?

– Bagaimana(kah) penyelesaian soal ini jadinya?

– Ke mana(kah) Anak-anak pergi?

Jika dalam kalimat tidak ada kata tanya, maka -kah akan memperjelas bahwa kalimat itu adalah kalimat tanya. Kadang-kadang urutan katanya dibalik.

Tanpa -kah, arti kalimatnya bergantung pada cara kita mengucapkannya — dapat berupa kalimat berita atau kalimat tanya.

Contoh:

– Farid akan mengajarkah nanti malam?

– Haruskah aku yang mulai dahulu?

– Tidak dapatkah dia mengurusi soal sekecil itu?

Lihat pula: KBBI tentang Kata Salat (Shalat)

2. Partikel -lah

Partikel -lah biasanya digunakan dalam kalimat perintah atau kalimat berita. Dalam kalimat perintah, partikel -lah dipakai untuk sedikit menghaluskan nada perintahnya.

Contoh:

– Pergilah sekarang, sebelum hujan turun.

– Bawalah motor ini ke bengkel besok pagi.

– Kalau Anda mau, ambillah satu atau dua keranjang buah.

Dalam kalimat berita, partikel -lah dipakai untuk memberikan tegasan yang sedikit keras.

Contoh:

– Dari kabar yang kudengar, jelaslah kamu yang salah.

– Ambil berapa sajalah yang Adinda perlukan.

– Cara seperti itu tidaklah pantas.

– Dialah yang menggugat tanah sengketa itu.

3. Partikel -tah

Pada dasarnya fungsi partikel -tah ini hampir sama dengan partikel -kah, tetapi penggunaanya lebih terbatas.

Partikel -tah ini jarang dipakai dalam bahasa sehari-hari, dan digunakan hanya pada kata tanya, seperti: Apatah, Manatah, Siapatah.

Partikel tah jarang sekali dipakai saat ini. Penggunaannya lebih bersifat kedaerahan dan lebih sering digunakan pada waktu lampau dalam Bahasa Melayu lama (sastra lama). Partikel ini bisa menjadi pengganti partikel -kah.

Umumnya partikel -tah ini dipakai dalam kalimat tanya, tetapi si penanya sebenarnya tidak mengharapkan jawaban. Ia seolah-olah hanya bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang dikemukakannya.

Contoh:

– Apatah artinya hidup ini tanpa dirimu?

– Siapatah gerangan orangnya yang mau menolongku?

Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh:

– Bacalah Alquran itu baik-baik!

– Apakah yang tersirat dalam Surat Cinta itu?

– Siapakah gerangan dia?

– Apatah gunanya bersedih hati?

Lihat pula: Konjungsi dan Pemakaiannya

4. Partikel -pun

Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya dan hanya dipakai dalam kalimat berita. Pun dipakai untuk mengeraskan arti kata yang diiringinya. Dalam tulisan, -pun dipisahkan dari kata depannya.

Perlu diperhatikan bahwa partikel -pun pada konjungsi ditulis serangkai. Jadi, ejaannya walaupun, meskipun, kendatipun, adapun, sekalipun, biarpun, dan sungguhpun. Dengan arti yang sama seperti di atas, pun sering dipakai bersama -lah.

Contoh:

– Mereka pun akhirnya setuju dengan usulan kami.

– Yang tidak perlu pun dibelinya juga.

– Siapa pun yang tidak setuju pasti akan disingkirkan.

– Tidak lama kemudian hujan pun turunlah dengan derasnya.

– Para demonstran itu pun berbarislah dengan teratur.

– Para anggota yang menolak pun mulailah berpikir-pikir lagi.

– Apa pun permasalahannya, Etta dapat mengatasinya dengan bijaksana.

– Jika kita hendak pulang tengah malam pun, angkutan kota masih tersedia.

– Jangankan dua kali, satu kali pun Adinda belum pernah berkunjung ke rumahku.

Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.

Contoh:

– Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

– Dia tetap bersemangat walaupun lelah.

– Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.

– Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.

5. Partikel per

Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh:

– Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per satu.

– Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.

– Pegawai itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Pemakaian kata: partikel -kah, -tah, -lah, -pun, dan per dalam Bahasa Indonesia.

Untuk mempermantap pemahaman, pembaca sekalian dapat menjadikan buku “Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia” yang ditulis oleh Anton M. Moeliono (Balai Pustaka, 1998) sebagai referensi.

Semoga bermanfaat adanya. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...