Beranda Kesehatan Putri IMMIM melawan Covid-19

Putri IMMIM melawan Covid-19

Sosialisasi Kesiap-siagaan Menghadapi Covid-19 dari Dokter dan Perawat Puskesmas Minasatene, sesaat sebelum Santriwati Putri IMMIM diliburkan pertanggal 17 Maret 2020. (foto: ist/palontaraq)
Sosialisasi Kesiap-siagaan menghadapi Virus Corona (Covid-19) dari Dokter dan Perawat Puskesmas Minasatene sesaat sebelum Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep diliburkan, tanggal 17 Maret 2020. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – Ratusan santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep resmi ‘dirumahkan’ (belajar daring dari rumah) pada tanggal 17-31 Maret 2020 mengikuti Himbauan Pemerintah Pusat Propvinsi dan Kabupaten serta instruksi Dinas teknis terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama terkait pandemi Virus Corona (Covid-19).

Keputusan Yayasan Dana Islamic Center (YASDIC) IMMIM sebagai Lembaga yang menaungi Pendidikan Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep bersama Dewan Guru ini akhirnya kemudian diperpanjang sampai 30 Mei 2020, setelah menimbang dan mengamati kondisi terakhir penyebaran virus Corona (Covid-19) yang diinformasikan Pemerintah dan berbagai media.

Sejak perpanjangan masa ‘dirumahkan’ itu, Pihak YASDIC IMMIM Pangkep kemudian mengeluarkan instruksi dan mekanisme pembelajaran daring secara resmi, yang sejatinya harus diikuti oleh seluruh elemen pendidikan, guru dan santriwati, pembina dan pengasuh untuk secara aktif terlibat dan melibatkan diri dalam berbagai “class room online”.

Lihat pula: Instruksi dan Mekanisme Pembelajaran Daring di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep

Bagaimana melawan Virus Corona, ini karya Indah Permatasari, Kelas IX A
Bagaimana melawan Virus Corona? Ini karya Indah Permatasari, Santriwati Kelas IX A Ponpes Putri IMMIM Pangkep layak diapresiasi. (foto: ist/palontaraq)

Bagaimana Santriwati Putri IMMIM menghadapi situasi dan kondisi belajar daring dari rumah, dan bagaimana aktivitas yang mesti dilaluinya ditengah anjuran “Social Distancing” dan ambil bagian dari memutus mata rantai penyebaran Covid-10, berikut ini beberapa komentar santriwati:

Selvi Khairunnisa (Kelas IX)

Insya Allah, tahun ini saya naik ke SMA. Saya salah satu ratusan, ribuan, dan bahkan jutaan calon Peserta Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP yang #luluskarenacovid #jalurvirus dan sederet tagar #angkatancorona lainnya.

Jujur saya merasa bangga dan bersyukur menjadi Peserta UN #angkatancorona karena disaat angkatan sebelum saya sekarang ini pasti sedang belajar atau giat belajar menanti UN tapi kami, meski tetap belajar dan berdo’a dalam Shalat, kami tak terlalu terbebani dengan serangkaian target dan pencapaian. Selebihnya #luluskarenacorona, kebanyakannya cuma makan, minum, dan mainin hape di rumah.

Panduan
Materi Pelajaran melalui daring link yang bisa diakses pelajar/santriwati selama masa Pandemi global Covid-19. (foto: ist/palontaraq)

Kalau tidak ada tugas dikerja, yaa rebahan begitu saja.  Banyak kesenangan berada di rumah, meski begitu kami memiliki kesedihan tersendiri. Entah apakah kami masih bisa bertemu satu sama lain? Atau sekadar mengucapkan salam perpisahan dan saling melambaikan tangan?

Lihat pula: Dampak Virus Corona, Ujian Nasional 2020 ditiadakan

Sampai saat ini, kami juga belum tahu, entah jadi atau tidaknya penamatan di pesantren kami? Kami hanya bisa berharap, mana baju kami belum jadi dikarenakan penjual kain tutup dan diterapkannya aturan agar #dirumahaja.

Merindukan Ma'had, mengenang saat-saat berebutan menjawab pertanyaan dari Ustadz saat Milad Pesantren, Februari 2020 lalu. (foto: ist/palontaraq)
Merindukan Ma’had, mengenang saat-saat berebutan menjawab pertanyaan dari Ustadz dan Ustadzah saat Milad Pesantren, Februari 2020 lalu. (foto: ist/palontaraq)

Kalau #dirumahaja terus, ya, bored juga kan? Of course, kita pun pasti dilanda bosan tingkat dewa. pasti kalian yang sedang membaca ini sedang dirumah, sayapun yang menulis ini sedang di rumah, tidak bisa kemana-mana.

Di rumah, selain tik-tokan dan update instagram, kadang juga membersihkan rumah, khususnya kamar sendiri, melukis, dan membuat cemilan sendiri. Sisi baiknya, kesempatan untuk #dirumahaja membuat kita bisa quality time sama keluarga, mengeksplor berbagai hal baru di rumah serta kegiatan produktif lainnya.

Bagaimana membedakan Covid-19, Flu biasa, dan Influenza? (Sumber: Kemenkes/model: Santriwati Putri IMMIM Pangkep)
Perbedaan Covid-19, Flu biasa, dan Influenza? (Sumber: Kemenkes RI/model: Santriwati Putri IMMIM Pangkep)

Selama beberapa hari kedepan kita tetap #dirumahaja yah, kita berdoa agar wabah penyakit ini cepat hilang dan kita bisa merasakan suasana bulan ramadhan yang tentram dan aman kembali.

Buat teman-teman stay safe at home yah,  rajin membersihkan agar corona virus tidak betah tinggal di sekeliling kita. Syukran, wassalamualaikum wr.wb.

Lihat pula: Panduan Menggunakan Zoom untuk Pembelajaran Daring

Merindukan Ma'had, mengenang saat belajar bersama di Hotspot Center. (foto: ist/palontaraq)
Merindukan Ma’had, mengenang saat belajar bersama di Hotspot Center. (foto: ist/palontaraq)

Madina Febrianti  (Kelas IX)

Saat ini banyak berita di koran, televisi, radio dan sosial media adalah berita yang menyatakan kabar semakin buruk sebagai dampak dari Covid-19.

Marilah kita sama-sama memanfaatkan ‘libur mendadak’ selama 99 hari ini untuk tetap di rumah, stay at home, menjaga diri dari terinfeksi virus tersebut.  Tetap belajar dari rumah, seraya sesekali mengenang ‘quality time’ saat berada di Ma’had tercinta. 

Mengenang 'Quality time' di Ma'had, saat English Camp. (foto: ist/palontaraq)
Mengenang ‘Quality time’ di Ma’had, saat English Camp. (foto: ist/palontaraq)

Setelah melihat banyaknya jumlah pasien yang dinyatakan tewas,  kita harus sadari betapa pentingnya menjaga kebersihan serta menjaga diri dari Covid-19.  Kita juga tak lupa selalu berikhtiar kepada ALLAH SWT semoga bencana Covid-19 cepat berlalu.  Syukran.

Lihat pula: Class Room Belajar Daring Putri IMMIM

Putri Yulita Shabana (Kelas X IPA)

Virus Corona covid-19 telah menjadi musuh manusia di seluruh dunia. Beberapa cara untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya adalah  Mencuci tangan dengan benar,  Menggunakan masker,  Menjaga daya tahan tubuh,  Tidak Bepergian, selama itu tidak terlalu penting, serta  Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus.

Dengan adanya Surat Edaran dari pemerintah bahwa anak sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA, sampai Mahasiswa perkuliahan diliburkan untuk mencegah meluasnya wabah COVID-19.

Suatu kesyukuran bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan selama di rumah (secara daring) sebagaimana proses belajar mengajar di sekolah.

Proses belajar online dari rumah, dengan pemanfaatan aplikasi seperti zoom dan google class room secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan kita di dalam bidang teknologi informasi, apalagi jika kita diberi tugas untuk membuat video.

Saat mendengarkan Sosialisasi Kesiap-siagaan menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19), saat hari terakhir kami di pesantren sebelum diliburkan. (foto: ist/palontaraq)
Saat mendengarkan Sosialisasi Kesiap-siagaan menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19), saat hari terakhir kami di pesantren sebelum diliburkan. (foto: ist/palontaraq)

Tugas saya untuk membuat video cukup banyak, awalnya saya tidak mengetahui bagaimana cara membuat video yang menarik tetapi setelah beberapa kali diberi tugas untuk membuat video akhirnya saya bisa juga.

Nah, karena saya anak pesantren tentunya saya menyukai liburan tetapi saya juga merindukan teman-teman saya di pesantren. Liburan ini selain saya gunakan untuk belajar saya juga gunakan sebagai “quarantine self” dan membantu orang tua.

Juga melakukan aktivitas positif seperti berolahraga, paling tidak berjemur selama kurang lebi 10-15 menit guna meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus.

Berhari-hari di rumah tentu membuat juga bosan, tapi itu harus kita lakukan demi membantu pemerintah dan tenaga medis yang sedang bekerja keras untuk melawan wabah COVID-19.

COVID-19 sangat berbahaya dan mematikan mengingat menyebarnya secara cepat melalui interaksi langsung dengan orang lain. Jika harus keluar rumah, maka harus gunakan alat pelindung diri seperti masker dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Jadi, kesimpulannya, tetaplah di rumah saja, stay at home!  Terima Kasih:) Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Lihat pula: Ini Protokol Keluar Masuk Rumah selama Pandemi Covid-19

Manda Luthfiyyah Islam (Kelas IX A)

Pada kegiatan yang saya lakukan setelah COVID-19 ini muncul di Indonesia,tepatnya sekolah saya mengadakan libur mendadak akibat COVID-19 ini selama 99 hari dirumah. Guna untuk menjaga diri dari bahayanya Virus tersebut.

Melihat masyarakat yang tewas akibat COVID-19 ini, membuat saya sadar betapa pentingnya saya harus menjaga diri dari kencaman COVID-19 ini.

Dengan cara Menjaga kebersihan diri,  dari ujung kepala hingga ujung kaki serta Menjaga kesterilan tubuh, dari telapak tangan, hingga menjaga kontak tubuh dengan siapapun. 

Mengenang kegiatan di Pesantren, awal Februari 2020 lalu. (foto: ist/palontaraq)
Mengenang kegiatan di Pesantren, awal Februari 2020 lalu. (foto: ist/palontaraq)

Tak lupa pula, saya mengajak teman-teman agar setiap pagi pukul 09.30 PM, saya beserta keluarga berjemur di bawah terik matahari selama 10-20 menit  untuk menjegah terjadinya kelemahan tubuh akibat kurangnya aktivitas dalam rumah.

Hal lainnya yang bisa kita lakukan adalah  menjaga pola makan, banyak mengonsumsi buah dan sayur,  menghindari makanan yang memiliki kadar minyak terlalu banyak serta harus tepat waktu makan, Pagi, Siang, dan Malam.

Tak lupa saya selalu berikhtiar kepada ALLAH SWT, semoga segera musibah COVID-19 diangkat dari negeri ini. Kegiatan tersebut saya lalukan setiap hari selama masa kanrantina dan seterusnya.

Lihat pula: Cara Bijak dan Efektif menghadapi Covid-19

Faradilla Mulyasari, (Kelas  X IPA)

Corona virus (COVID-19) pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan,  ibukota Provinsi Hubei China, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi dan masih berlangsung hingga saat ini.

Indonesia termasuk negara yang terkena dampaknya, dan pada akhirnya membuat semua kita dianjurkan untuk berada di rumah. Kita yang berada di sekolahpun, akhirnya diliburkan dan belajar daring dari rumah.  Hingga saat ini, banyak pula tenaga medis yang meninggal diakibatkan kelelahan dan terinfeksi virus tersebut saat menangani pasien Covid-19.

Save life at home. (foto: ist/palontaraq)
Save life at home. (foto: ist/palontaraq)

Tenaga medis diluar sana berjuang untuk mengatasi corona virus,maka kita juga harus menghargai perjuangan tenaga medis dan pihak lainnya yang berjuang mengatasi corona virus dengan mengindahkan Himbauan dari Pemerintah .  

Kita sebagai pelajar harus melawan Covid-19 dengan cara memiliki kesadaran diri untuk tidak beraktivitas diluar rumah, membantu memutuskan rantai Covid-19 dengan tetap stay at home,  social distancing, menjaga pola hidup sehat, rajin mencuci tangan dan mengenakan masker apabila keluar rumah.

Santriwati Putri IMMIM, Alyssa, Kelas VII. (foto: ist/palontaraq)
Ajakan “Stay at home” dari Santriwati Putri IMMIM, Alyssa, Kelas VII. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: ICTWatch gelar Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di Pangkep

Zahra Amalia (Kelas VIII b)

Dari tayangan teve, kita dapat mengetahui bahwa Virus Corona yang awalnya dari Kota Wuhan China ini memang mudah menyebar lewat interaksi dengan orang lain, dan orang yang terpapar kadang nampak seperti orang sehat seperti biasanya.

Karena itu, mari kita bersama-sama melawan Corona ini dengan selalu mencuci tangan, menjaga jarak terhadap orang lain,  menjaga lingkungan agar tetap bersih,  menggunakan masker saat sakit/saat sedang berpergian,  tidak menggunakan barang barang orang lain secara bergantian, dan selalu makan makanan yang bergizi seperti buah buahan dan sayur sayuran.

Santriwati Kelas VIII, Zahra Amalia. (foto: ist/palontaraq)
Santriwati Kelas VIII, Zahra Amalia. (foto: ist/palontaraq)

Sempatkan berolahraga secara rutin, berjemur di pagi hari pada Jam 10 pagi,  minum air putih sehari minimal 2 liter, selalu barada di rumah dan jangan keluar keluar kalau tidak penting, serta mengenal gejala-gejala corona dengan baik sehingga kita dapat mengantisipasinya.  Sekian dan terima kasih.

***

Demikianlah beberapa komentar dan curhatan santri, yang dianggap mewakili tanggapan dan pendapat santriwati selama berkegiatan dari rumah.

Libur kali ini dirasakan berbeda dengan libur pada umumnya, bukan libur sih tepatnya, tapi seperti dibahasakan oleh Drs Muhammad Nur, Kepala Sekolah SMP IMMIM, ini hanya memindahkan proses belajar dari sekolah ke rumah.

“Jadi, harus tetap belajar. Karena kondisilah yang tidak memungkinkan proses pembelajaran dilakukan di sekolah, dan kita juga harus mengikuti instuksi pemerintah,” ujarnya.

Mengenang kebersamaan santri dan guru sebelum santriwati diliburkan karena pandemi Covid-19. (foto: ist/palontaraq)
Mengenang kebersamaan santri dan guru sebelum santriwati diliburkan karena pandemi Covid-19. (foto: ist/palontaraq)

Mengenang 'Quality time' saat berada di Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
Mengenang ‘Quality time’ saat berada di Pesantren. (foto: ist/palontaraq)

 

Banyak kemudian santriwati seakan mendapatkan “Quality time” bersama keluarga. Karena semua melakukan “social distancing”, praktis kedua orangtua yang biasanya sibuk bekerja, juga kali ini berada di rumah. Ada banyak waktu belajar bersama ayah dan ibu, serta saudara kandung.

Banyak pula santriwati memanfaatkan masa ‘dirumahkan’ tersebut untuk membantu ibu mengurus rumah, membersihkan piring dan menyapu, belajar memasak, serta selalu menyiapkan cuci tangan dalam setiap aktivitas.

Mengenalkan Aplikasi Zoom Cloud Meeting kepada Santriwati Kelas VII, belajar daring dari rumah. (foto: ist/palontaraq)
Mengenalkan Aplikasi Zoom Cloud Meeting kepada Santriwati Kelas VII, belajar daring Mapel SKI/Kepesantrenan dari rumah. (foto: ist/*)

Para santriwati pun seakan dipaksakan dan pada akhirnya menjadi akrab dengan berbagai aplikasi meeting online dan pembelajaran daring lainnya, dari aplikasi sederhana WA Video Call dan  Telegram sebagai media sosial instruksi pembelajaran, sampai ke aplikasi Zoom Cloud Meeting, Google Class Room, Hang Out Meeting, dan lain sebagainya.

Lewat berbagai aplikasi itulah, para santriwati tetap belajar online. Para guru/pembina dan pengasuh juga seakan tidak istirahat, karena ada kewajiban menyampaikan materi pelajaran secara daring.

Sementara itu, Kepala Kepesantrenan Dra Nurhudayah, berharap, dengan masa ‘dirumahkan’, belajar dari rumah ini, para santriwati dapat berkreasi sebanyak mungkin, mengakrabi materi pelajarannya lebih dalam karena punya akses bebas berinternet dari rumah, juga dapat menambah keterampilan hidupnya, khususnya yang berkaitan dengan literasi media.

The Last Meeting, Pengenalan Perguruan Tinggi dan Orientasi Jurusan Kuliah untuk Kelas XII. (foto: ist/palontaraq)
The Last Meeting, Pengenalan Perguruan Tinggi dan Orientasi Jurusan Kuliah untuk Kelas XII. (foto: ist/palontaraq)

“Semoga tetap di rumah, stay at home, semua taat “social distancing”, tidak ada yang kemana-mana, belajar dan berkreasilah dari rumah, Ikuti semua pelajaran secara daring dengan disiplin.”

“Ada begitu banyak lomba, seminar dan pelatihan secara online bisa diikuti. Jika sempat diikuti, silakan diikuti! Itu kesemuanya akan menambah bekal dan optimisme di masa depan,” kuncinya.

“Untuk Kelas IX dan XII, jangan bersantai hanya karena UN bukan penentu kelulusan. Belajar itu bukan untuk lulus UN saja, tetapi karena segala pengetahuan dan pembelajaran itu kita butuhkan untuk sukses dan bahagia di masa depan.”

“Untuk Kelas XII yang sebentar lagi akan meninggalkan Ma’had tercinta, cermatilah setiap perubahan jadwal akhir sekolah dan penerimaan mahasiswa baru. Sukses untuk semuanya. Juga semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat, sampai masuk kembali ke sekolah,” tambahnya. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...