Beranda Kuliner Cerita Buah Dengen dibalik Kenikmatan Kapurung

Cerita Buah Dengen dibalik Kenikmatan Kapurung

 

Laporan: Etta Adil

Tulisan sebelumnya:  “Kapurung Pangkep”, citarasa beda dari Kapurung Palopo

PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak kenal kuliner Kapurung? Kuliner khas berbahan dasar Sagu dari daerah asal Palopo dan Luwu ini, bahkan sudah dapat dinikmati di berbagai warung makan di Kota Makassar.

Beberapa waktu lalu, pada pertengahan Maret 2020 lalu, saat mengunjungi Luwu Utara dan sempat “Camping Gathering” bersama para pejuang pangan dari berbagai daerah di Indonesia sebagai rangkaian kegiatan Peringatan International Woman’s Day (IWD) 2020 atas undangan Oxfam Indonesia, di Kampung Likudengen, Desa Uraso, rahasia dibalik kenikmatan kapurung itu sempat disinggung Dr. Mia Siscawati, Founder Rimbawan Muda Indonesia.

Apa rahasia dibalik Kapurung masih bertahan sebagai kuliner khas Luwu? Semua orang pasti menjawab karena masih dilestarikannya Sagu sebagai sumber makanan pokok. Iya, betul, tapi apa rahasia dibalik kenikmatannya? Dr. Mia Siscawati mengungkapkan salah satunya adalah karena masih adanya Buah Dengen dari Pohon Dengen.

Penulis saat "Camping Gathering" di Kampung Likudengen Desa Uraso, Luwu Utara. (foto: ist/palontaraq)
Penulis saat “Camping Gathering” di Kampung Likudengen Desa Uraso, Luwu Utara. (foto: ist/palontaraq)

Dr. Mia Siscawaty, saat sharing tentang Kedaulatan Pangan, sempat menyinggung kelestarian Dengen di Tanah Luwu. (foto: ettaadil/palontaraq)
Dr. Mia Siscawaty, saat sharing tentang Kedaulatan Pangan, sempat menyinggung kelestarian Dengen di Tanah Luwu. (foto: ettaadil/palontaraq)

Apa hubungan Buah Dengen dengan Kenikmatan Kapurung? Ternyata Buah Dengen adalah pemberi rasa asam pada Sajian Kapurung dahulunya.

“Buah Dengen ini ternyata adalah pengganti asam bagi makanan Kapurung, meski lebih banyak yang gunakan Buah Patikala. Rasa Asamnya khas. Pohon ini harus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas yang melengkapi kenikmatan Kapurung sebagai Kuliner khas,” ungkap Dr. Mia Siscawati.

Lihat pula: Bupati Luwu Utara:  Pohon Sagu adalah Simbol Ketahanan Pangan Luwu Utara

Kebetulan sekali, kami “Camping Gathering” di Desa Uraso, di suatu Kampung yang bernama Likudengeng, kampung yang ternyata menyimpan banyak cerita tentang perjuangan merebut kembali tanah rakyat yang pernah dieksekusi sekian puluh tahun oleh perusahaan kelapa sawit.

Pohon Dengen ternyata masih penulis dapati di Likudengeng. Malahan, berdiri tegar di samping Baruga yang kami tempati untuk Sharing dan Diskusi Tematik.

Menurut Master Herbalis Basirun via Whatsapp (WA) kepada penulis, nama latin dari Pohon Dengen ini adalah Dillenia serrata, merupakan tumbuhan endemik dari Pulau Sulawesi.

Penulis saat memegang Buah Dengen yang baru saja terjatuh dari pohonnya. (foto: ist/palontaraq)
Penulis saat memegang Buah Dengen yang baru saja terjatuh dari pohonnya. (foto: ist/palontaraq)

Jus Dengen
Jus Dengen. (foto: hestykitchen/*)

Ya, Pohon Dengen memang tanaman asli dari Asia Tenggara, dan termasuk tumbuhan yang bisa hidup bertahun-tahun. Pohon yang berbatang kayu keras dan berongga ini, habitatnya adalah dalam hutan. Tinggi pohonnya bisa mencapai 30-70 meter.

Daun buah Dengen lebar dan tunggal. Permukaan daunnya agak berbulu kasar. Buah Dengen sendiri termasuk buah musiman, rasanya sangat masam, dan bahkan Asam yang dikandungnya bersifat elektrolit atau dapat menghantarkan listrik.

Karena itu, penulis percaya jika Buah Dengen ini dapat diolah untuk menghasilkan listrik.

Buah Dengen. (foto: ist/palontaraq)
Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)

Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)
Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)

Saat pertama kali memunguti Buah Dengen yang jatuh dari pohonnya, penulis menganggap Buah Dengen ini memang unik.

Bentuk, ukuran, dan rasanya hampir sama dengan jeruk. Uniknya, karena jika sudah matang, maka kulitnya akan terbuka sendiri layaknya kelopak bunga dan terasa sangat masam bila dimakan secara langsung.

Beberapa mahasiswa Fakultas Kehutanan dari Universitas Sawerigading yang penulis temui di lokasi Camping Gathering, malah menginformasikan bahwa Pohon Dengen ini lebih banyak lagi di Luwu Timur, khususnya di tepian Danau Matano dan sudah banyak masyarakat disana yang memanfaatkannya untuk dibuat jus, “Jus Dengen”, termasuk di daerah Sorowako.

Pohon Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)
Pohon Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)

Dari penelusuran penulis, cukup banyak penelitian yang sudah dilakukan terkait keberadaan Pohon Dengen ini.

Satu diantaranya dilakukan oleh mahasiswa UNHAS atas nama Hasniarti (G611 05 041),”Studi Pembuatan Permen Buah Dengen (Dillenia serrata Thumb.)” dalam Tahun 2015.

Disebutkan dalam Penelitian tersebut bahwa Dengen merupakan buah tropis yang memiliki warna, dan aroma yang khas serta mengandung vitamin C sehingga berpotensi sebagai bahan baku permen.

Penelitian ini mengamati pengaruh perbandingan asam organik dalam sari buah dan gula terhadap mutu produk permen yang dihasilkan.

Dalam penelitian lain, yang dilakukan Ofir Mayanto Gasri (UAJY, 2018) mengamati Aktivitas anti-Bakteri ekstrak kelopak Buah Dengen (Dillenia serrata Thunb.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Buah Dengen yang belum matang diselimuti kelopak buahnya, sehingga diindikasikan memiliki aktivitas antibakteri sebagai perlindungan pada buah dari bakteri perusak buah.

Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)
Buah Dengen. (foto: ettaadil/palontaraq)

Dari dua penelitian ini saja sudah mengindikasikan bahwa Buah Dengen bukan sembarang buah, kandungan Vitamin C-nya sangat tinggi, kadang dianggap terlalu asam untuk dibuat jus, namun Orang Luwu sendiri punya cara tersendiri mengolahnya sehingga menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kenikmatan Kapurung.

Potensi Dengen sangat besar untuk diolah dan dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan Masyarakat Luwu dan Palopo.

Penulis belum melihatnya tumbuh di daerah lain, dan juga tentu belum diketahui apakah pohon ini hidup disegala macam tanah dan iklim beberapa tempat yang berbeda.

Jus Dengen. (foto: picuki/*)
Jus Dengen. (foto: picuki/*)

Rujak Buah Dengen. (foto:
Rujak Buah Dengen. (foto: hestimyworkofart)

Budidaya Pohon ini belum ada secara resmi dan pemanfaatannya pun terpikirkan untuk skala industri.

Mungkin karena dianggap tanaman liar, Pemerintah daerah dan masyarakatnya belum memikirkan ke arah sana, meski sebenarnya potensi Buah Dengen ini dapat dimanfaatkan sebagai obat, jus atau rujak yang kaya akan Vitamin C.

Semoga ke depan, Buah Dengen dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi, paling tidak menjadi usaha pengolahan buah skala kecil dan menengah untuk memenuhi kebutuhan pelengkap asam bagi Warung Kapurung yang sudah tersebar dimana-mana.

Sayangnya, Buah Dengen adalah buah yang harus segera diolah, karena buah ini termasuk cepat busuk.

Karena itu harus ada kreasi tersendiri dalam pengolahannya untuk membuatnya jadi jus, sirop atau minuman khas dari Tanah Luwu dan Palopo yang dapat bertahan lama, tentu pula setelah direduksi rasa masamnya.  (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...