Cara Bijak dan Efektif menghadapi Covid-19

by Penulis Palontaraq | Selasa, Mar 17, 2020 | 50 views
Stay and work from Home. (foto: ist/palontaraq)

Stay and work from Home. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Related Post: Takdir Corona, antara Usaha dan Do’a

PALONTARAQ.ID – Sampai kapan mau takut Virus Corona? Takut terinfeksi itu hal yang wajar dan lumrah, tetapi ketakutan yang berlebihan justru seakan menafikan ke-Maha Kuasa-an Allah SWT yang maha menentukan segalanya, serta sebaik-baik tempat kembali.

Saat ini sudah banyak panduan tentang Bagaimana menghadapi dan menyikapi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Mari menyikapi segala sesuatunya secara bijak.

Jangan sekali-kali karena Virus Corona atau penyakit apapun itu, menjadi merusak tatanan keagamaan dan tuntunan ibadah yang telah disyariatkan, sebagaimana ketentuan, syarat dan rukunnya. Ikuti saja fatwa ulama yang telah ada, dengan pengecualian untuk daerah-daerah tertentu yang aman dan belum ada kasus.

Kewajiban kita untuk berikhtiar menjaga dan merawat kesehatan, menghindarkan diri dari penyakit berbahaya dan mematikan. Agar apa? Tentu agar kita semua kuat dan sehat dalam menunaikan ibadah, menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNYA.

Takutlah kepada Allah SWT. Allah kuasa, Virus Corona tidak ada kuasa. Potensi kita terkena Virus Corona itu hanya 1 persen, sedangkan potensi kita dijemput kematian sudah pasti 100 persen. Demikian demikian Imam Masjidil Haram, Syaikh Sudais.

Lihat pula: Mensyukuri Nikmat Kesehatan dan Waktu Luang 

Setelah berikhtiar, mari bertawakkal kepada Allah SWT. Berikhtiar yang dimaksud disini, termasuk didalamnya membekali diri dengan pengetahuan tentang kesehatan, pengobatan, dan penyakit yang kita hadapi.

Selain menjalankan anjuran Pemerintah sebagaimana banyak dilayangkan dalam bentuk surat edaran agar kita semua mengurangi interaksi, stay at home, menghindari keramaian dan perkumpulan, juga senantiasa menjaga hygiene, kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan.

Mari benar-benar menjalankan dengan baik ‘social distancing’ yang dimaksud. Work from home tak jadi soal, apalagi sekarang bisa bekerja dari rumah dan segala sesuatunya bisa dikoordinasikan via media sosial.

Lihat pula: Daun Serai: Herba multi Khasiat

Buat Cairan Antiseptik dan Desinfektan Darurat

Virus Corona dapat bertahan di luar tubuh manusia hingga 3 jam di udara, 4 jam di bahan tembaga, 24 jam di bahan kardus, 2-4 hari di permukaan plastik dan stainles, 9 hari di permukaan logam dan kaca.

Karena itu, perlu ada upaya menangkal dan meminimalisir kemungkinan Virus Corona menempel dan masuk dalam tubuh kita dengan senantiasa menjaga kebersihan tubuh, rumah, dan lingkungan.

Sudah bersihkah tangan anda. (foto: tekno.tempo.co)

Sudah bersihkah tangan anda. (foto: tekno.tempo.co)

Untuk dapat membuat cairan antiseptik darurat di rumah, caranya sangat mudah dan praktis. Cukup ambil daun sirih 7 lembar dan air secukupnya untuk merebus.

Selanjutnya iris daun sirih lalu rebuh hingga mendidih. Tunggu dingin, saring, lalu masukkan ke dalam botol kaca, tutup rapat. karena bahan alami tanpa pengawet, sebaiknya simpan cairan antiseptik tersebut dalam lemari es.

Sementara untuk membuat Desinfektan, cukup campurkan 95 ml Bayclin dengan 905 ml air untuk menghasilkan 1000 ml larutan desinfektan. Semprotkan pada permukaan peralatan yang sering disentuh oleh orang seisi rumah. Lakukan minimal 2 kali sehari.

Desinfektan bisa dibuat sendiri untuk mengamankan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita. (foto: ist/palontaraq)

Desinfektan bisa dibuat sendiri untuk mengamankan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita. (foto: ist/palontaraq)

Jaga Wudhu dan Selalu Minum Air Hangat

Selain anjuran untuk selalu makan dengan gizi seimbang, rajin olahraga dan istirahat cukup, menjaga kebersihan lingkungan, cuci tangan menggunakan sabun, tidak merokok, serta menggunakan masker bila batuk, flu atau bersin, hal yang tak kalah pentingnya untuk selalu diingatkan adalah menjaga minum air mineral 8 gelas perhari.

Biasakan diri meminum air hangat. (foto: ist/palontaraq)

Biasakan diri meminum air hangat. (foto: ist/palontaraq)

Konsumsi air minum yang sehat adalah air hangat atau air bersih yang telah dimasak. Jika sakit tenggorokan, sebaiknya minuman yang dikonsumsi adalah air hangat, bukan minuman dingin apalagi softdrink.

Lihat pula: Bahaya Minum Air Es

Bagi seorang Muslim, tentunya sangat penting untuk menjaga wudhu. Dengan wudhu itu akan senantiasa terjaga kebersihan mata, hidung, telinga, mulut, dan tangan serta anggota tubuh lainnya.

Jika wudhu selalu terjaga, maka seharusnya kekhawatiran akan terjangkiti Virus Corona (Covid-19) itu tak perlu ada.

Menjaga wudhu. (foto: ist/palontaraq)

Menjaga wudhu. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Manfaat Wudhu bagi Kesehatan

Selebihnya adalah tetap menjaga konsumsi makanan sehat, makanan yang halal dan tayyib, mencukupi minum air putih, membawa dan menjaga perlengkapan shalat pribadi, serta lebih perhatian dengan kebersihan lingkungan.

Konsumsi Herba Alami

Virus Corona tidak akan masuk ke dalam tubuh kita sepanjang imunitas tubuh cukup baik. Beberapa herba alami yang dapat dikonsumsi atau dapat menjadi bagian dari makanan yang dikonsumsi untuk meningkatkan sistem imun tubuh, yaitu:

Pertama, Jahe. Jahe dikenal ampuh mengatasi mual. Lebih dari itu, Jahe juga memiliki sifat anti peradangan dan tinggi antioksidan. Herba yang satu ini juga terbukti memiliki senyawa penunjang sistem imun seperti beta karoten dan capsaicin.

Minuman Teh Jahe. (foto: ist/palontaraq)

Minuman Teh Jahe. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Cara Membuat Minuman Herba Jahe

Kedua, Temulawak. Jenis rempah-rempahan ini mengandung kurkumin dan antioksidan yang baik dalam menjaga sistem imun tubuh. Itulah sebabnya, temulawak dapat dijadikan sebagai bahan alami mengatasi mual, membantu proses metabolisme tubuh dan menambah nafsu makan.

Minuman Temulawak. (foto: ist/palontaraq)

Minuman Temulawak. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula:  Kunyit Asam dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ketiga, Brokoli. Mengonsumsi Brokoli terbukti dapat mengurangi stres oksidatif, yaitu suatu kondisi jumlah radikal bebas di tubuh melebihi kapasitas. Kondisi ini mengakibatkan sel-sel tubuh mengalami oksidasi lebih tinggi dan menimbulkan kerusakan.

Makanan/Sayur Brokoli. (foto: ist/palontaraq)

Makanan/Sayur Brokoli. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Konsumsi Makanan ini untuk Melancarkan Peredaran Darah

Keempat, Madu. Madu mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk meredakan batuk, menjaga tenggorokan tidak kering dan menghilangkan dahak.

Madu. (foto: ist/palontaraq)

Madu. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Muslim dianjurkan Konsumsi ini: Madu, Air Zamzam dan Kurma

Kelima, Bawang Putih. Karena memiliki kandungan yang ampuh menepis enzim yang terlibat dalam proses infeksi. Selain memiliki kandungan anti oksidan, mengunyah bawang putih juga dapat menangkal keluhan masuk angin.

Bawang Putih. (foto: ist/palontaraq)

Bawang Putih. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Bawang Putih dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Keenam, Lemon. Lemon kaya akan senyawa bio-flavonoid yang dapat membunuh radikal bebas penyebab kanker. Buah lemon juga tinggi Vitamin C yang sanggup memenuhi setengah dari kebutuhan harian. Kombinasi zat gizi tersebut ampuh mengusir kuman penyebab penyakit.

Minuman Lemon. (foto: ist/palontaraq)

Minuman Lemon. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Resep Herbal untuk Kesehatan

Demikian yang dapat penulis bagi kepada khalayak pembaca sekalian. Semoga bermanfaat adanya. (*)

 

Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh/Guru di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Praktisi Thibbun Nabawi.

Like it? Share it!

Leave A Response