Beranda Bisnis Diperjelas Lagi soal Demo #SaveBabi

Diperjelas Lagi soal Demo #SaveBabi

Demo #SaveBabi (foto: ist/palontaraq)
Demo #SaveBabi (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Asyari Usman

PALONTARAQ.ID – Mohon dibaca sampai selesai. Banyak yang keliru dalam berkomentar di postingan saya sebelum ini yang berjudul “Demo #SaveBabi di Medan Beraspek Politis dan Tak Sensitif”. Karena itu, perlu ada penjelasan tambahan.

Di sepanjang tulisan itu, saya tidak pernah menggunakan kata “Islam”, “masyarakat Islam”, “Kristen” atau “masyarakat Kristen”. Yang saya gunakan antara lain adalah kata “komunitas pendukung #SaveBabi”.

Perlu ditekankan bahwa masalah yang dibicarakan di tulisan itu adalah: pertama, pembuangan bangkai babi secara sembarangan oleh siapa pun itu; kedua, demo #SaveBabi yang mengandung ramuan politis.

Sayangnya, sejumlah komentar dari beberapa akun yang berbeda membawa masalah ini ke wilayah pro-kontra soal halal-haramnya babi. Seolah-olah orang Islam menginginkan pemusnahan babi tanpa alasan.

Bahkan, ada yang mengatakan kematian massal babi di Sumut selama ini disebabkan ada pihak yang sengaja menularkan virus ASF ke babi ternak. Ini jelas sangat ngawur.

Bapak-ibu, saudara-saudari sekalian! Dari sisi kesehatan dan lingkungan, apa pun jenis hewan yang terkena penyakit virus harus ditangani secara benar. Kalau hewan itu mati, bangkainya harus dikuburkan. Sangat berbahaya bagi siapa saja kalau dibuang di alam terbuka: di sungai, di situ, waduk, oase, atau di jalan-jalan.

Saya orang Islam. Saya ingin katakan kalau suatu ketika (semoga tidak terjadi) ada wabah penyakit yang melanda sapi, kerbau, kambing, ayam, unta, dan lain-lain, yang dianggap “hewan untuk orang Islam”, maka harus dilakukan pemusnahan jika semua pihak yang berkompeten menganjurkan itu.

Kemudian, siapa pun (orang Islam atau bukan) yang membuang secara sembarangan bangkai sapi, kambing, unta, ayam, dll, yang mati karena penyakit atau bukan karena penyakit, wajib diproses secara hukum dan dihukum sesuai kesalahan yang mereka lakukan.

Saya juga ingin mengatakan, kalau ada pemusanahan sapi, kerbau, kambing, unta, ayam, dlsb karena wabah penyakit, maka orang Islam tidak perlu menggelar demo #SaveSapi#SaveKerbau#SaveKambing#SaveUnta#SaveAyam, dll. Semua hewan itu harus dimusnahkan jika terbukti berpenyakit.

Semoga cukup jelas. Mohon berkomentar dengan suntun.[*]

 

Asyari Usman, 12 Februari 2020

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...