Berita Daerah ICTWatch gelar Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di...

ICTWatch gelar Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di Pangkep

-

- Advertisment -

Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di Aula Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Selasa (11/2/2020). (foto: ist/palontaraq)
Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di Aula Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Selasa (11/2/2020). (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Andi Adil

PALONTARAQ.ID – ICTWatch dengan dukungan Oxfam Indonesia untuk Program Pemberdayaan Pemuda dalam bidang ketenagarakerjaan menggelar Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di Aula Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM, Minasatene, Kabupaten Pangkep, Selasa (11/2).

Seminar dihadiri sekitar 200-an peserta berumur 16-29 tahun yang merupakan perutusan dari berbagai sekolah setingkat SMA, organisasi mahasiswa serta komunitas di Kabupaten Pangkep, sekitar lima persen diantaranya merupakan perutusan masyarakat Pesisir dan Pulau.

Panitia Pelaksana, M. Farid Wajdi mengungkapkan bahwa Pelaksanaan Seminar Literasi Digital dan Privasi Online ini merupakan rangkaian kegiatan dan tindak lanjut pelaksanaan Program Empower Youth for Work (EYW) Oxfam Indonesia, yang bersamaan dengan Safer Internet Day, yang setiap tahunnya diinisiasi ICTWatch, Relawan TIK bersama Kementerian Kominfo.

Presentasi Plt Direktur Eksekutif ICTWatch, Widuri. (foto: andiadil/palontaraq)
Presentasi Plt Direktur Eksekutif ICTWatch, Widuri. (foto: andiadil/palontaraq)

Presentasi Plt Direktur Eksekutif ICTWatch, Widuri. (foto: andiadil/palontaraq)
Presentasi Plt Direktur Eksekutif ICTWatch, Widuri. (foto: andiadil/palontaraq)

Plt. Direktur Eksekutif ICTWatch, Widuri mengungkapkan bahwa Kegiatan Seminar Literasi Digital dan Privasi Online yang diselenggarakan di Pangkep, merupakan juga bagian dari merayakan Hari Internet Sehat dan Aman, Safer Internet Day. Selain Pangkep, Seminar dan Workshop dilanjutkan di Kabupaten Barru dan Maros, serta di Bau-Bau, Wakatobi, Denpasar, dan Jakarta.

“Sangat penting pendidikan literasi digital itu diberikan, termasuk bagi pemuda untuk memahami bagaimana cara berinternet yang sehat dan aman, dan paham bagaimana cara melindungi diri, menjaga privasi, etika saat berinternet, khususnya ketika berinteraksi di media sosial,” ujarnya.

Presentasi Plt Direktur Eksekutif ICTWatch, Widuri. (foto: andiadil/palontaraq)
Presentasi Leader of GEG, Amal Hasan.  (foto: andiadil/palontaraq)

Presentasi Leader of GEG, Amal Hasan.  (foto: andiadil/palontaraq)
Presentasi Leader of GEG, Amal Hasan.  (foto: andiadil/palontaraq)

Sementara itu, Leader of Google Educator Group (GEG) Sulawesi Selatan, Amal Hasan mengungkapkan bahwa Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat harus diimbangi dengan kemampuan memfilter ‘tsunami informasi’ itu dengan edukasi yang baik, termasuk di dalamnya bijak menggunakan media sosial.

“Umumnya pengguna media sosial belum mengetahui cara menjaga privasi dan melindungi data dirinya, sehingga membuka pintu bahaya dari dampak negatif dan penyalahgunaan media sosial, disisi lain, masih banyak orangtua dan guru juga belum tahu cara mengedukasi internet sehat dan aman bagi anak-anak dan siswanya,” ungkapnya.

Presentasi Leader of GEG, Amal Hasan.  (foto: andiadil/palontaraq)
Presentasi Kadis Kominfo Pangkep, Baharuddin, S.Sos.,M.Si.  (foto: andiadil/palontaraq)

Presentasi Leader of GEG, Amal Hasan.  (foto: andiadil/palontaraq)
Seminar Literasi Digital dan Privasi Online di Aula Ponpes Modern Putri IMMIM (foto: andiadil/palontaraq)

Di Kabupaten Pangkep sendiri, kata Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Pangkep, Baharuddin,S.Sos.,M.Si mengakui bahwa pihaknya saat ini belum ada programnya terkait Program Pengembangan Literasi Digital, karena itu pihaknya ke depan akan lebih intens lagi menjalin kerjasama dan sinergi dengan Relawan TIK dan Komunitas TIK lainnya di Pangkep untuk program pengembangan literasi digital dan perlindungan keamanan berinternet.

“Yang Kami lakukan selama ini adalah baru perluasan akses jaringan internet di wilayah kepulauan dalam bentuk pembangunan BTS, kerjasama jurnalisme warga, pengembangan kehumasan pemerintah, dan lain sebagainya. Ke depan Kominfo membuka diri untuk kerja kolaboratif pengembangan literasi digital dan edukasi perlindungan keamanan berinternet, untuk hal ini tentunya juga kerjasama dengan Dinas Pendidikan setempat”, tambahnya. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you