Si Muwafiq, Kalau tak bisa Bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, Mingkemo!

Jokowi dan Gus Muwafiq. (foto: ist/palontaraq)

Jokowi dan Muwafiq. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Related Post: Ulama-ulama Busuk Pelindung dan Pembela Busukma

PALONTARAQ.ID – Astaghfirullah, Muwafiq bikin ulah. Merasa dirinya sudah menjadi hulu balang istana, ikut-ikutan latah membuat statement ngawur. Dalam sebuah video yang beredar luas di sosial media, Muwafiq menyebut Kanjeng Nabi SAW tidak terurus, ‘rembes’.

Rembes sendiri dalam Bahasa Jawa jika diterjemahkan bebas bermakna dekil, mata penuh belek (tai mata), muka semrawut, acak-acakan, tak terurus. Tentu, hal ini jika dinisbatkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW adalah satu bentuk pelecehan.

Selain tidak memiliki sumber rujukan apalagi dalil, pernyataan Muwafiq ini sangat menyakiti hati Umat Islam. Terlebih lagi di momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di Jakarta, tepatnya di Monumen Nasional (Monas), Umat Islam berkumpul merayakan Maulid Nabi SAW sambil bermunajad kepada Allah SWT. Bagaimana mungkin, Umat Islam yang memuliakan Nabi Muhammad SAW bisa terima junjungannya disebut ‘rembes’? Tidak terurus?

Memang Orang-orang disekitar rezim ini petakilan, neko-neko, banyak gaya. Mayoritas penista agama, itu semua pendukung rezim. Ada Ahok, Abu Janda, Ade Armando, Victor Laiskodat, Busukma, Cornelis, dan kini tambah lagi si Muwafiq.

Semua ini tidak terjadi kecuali rezim ini membiarkan penistaan agama secara bebas, tak ada tindakan tegas. Ahok saja, baru diproses setelah jutaan Kaum Muslimin menuntut Ahok di Agenda 212.

Si Muwafiq sendiri sebenarnya lebih elok mengajak jamaah untuk banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW. Sebab, di yaumil akhir kelak hanya Rasulullah SAW saja yang bisa kita mintai syafaat.

Bershalawat kepada Rasulullah SAW juga bukan kebutuhan Rasulullah SAW, tetapi kebutuhan kita sendiri sebagai umatnya. Jangankan kita, Allah SWT dan para malaikat pun bershalawat kepada Rasulullah SAW.

Atau jika lidah Muwafiq kelu, mulutnya sulit terbuka untuk bershalawat terhadap Rasulullah SAW, tentu lebih baik diam, mingkem. Diam dari berkata jahil, berkata yang menyakiti hati Umat Islam, tentu lebih selamat ketimbang mulut dibuka untuk mengumbar permusuhan.

Muafiq telah mengumumkan permusuhan kepada Islam dan umatnya, padahal dirinya sendiri mengaku Islam dan mengaku umatnya Kanjeng Nabi SAW. Ngeri sekali kehidupan orang yang berani menista Kanjeng Nabi SAW.

Jangankan di akherat, didunia pun orang yang melecehkan Kanjeng Nabi SAW pasti akan mendapat bala dan petaka atas kelancangan mulutnya.

Ya Allah, jadikan kami umatnya Nabi, selalu bershalawat atas Nabi, memuliakan Nabi dan kelak dikumpulkan di telaganya Nabi Muhammad SAW. Jauhkan kami, baik didunia terlebih di akherat dari manusia yang berani menghinakan Nabi Muhammad SAW. [*]

 

Like it? Share it!

Leave A Response