Highlight Khilafah sejalan dengan Kesepakatan Pendiri Bangsa

Khilafah sejalan dengan Kesepakatan Pendiri Bangsa

-

- Advertisment -

Khilafah itu ajaran Islam. (foto: ist/palontaraq)
Khilafah itu ajaran Islam. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – 1. Ketoehanan, dengan kewajiban mendjalankan sjariat Islam bagi pemeloek-pemeloeknja, 2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab, 3. Persatoean Indonesia, 4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjawaratan/perwakilan, 5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia. (Djakarta, 22-6-1945)

Khilafah disebut Islami, namun ada yang menuding khilafah bertentangan dengan komitmen para pendiri bangsa. Menuding khilafah bertentangan dengan komitmen pendiri bangsa adalah pernyataan yang a historis.

Jika kita kaji, esensi khilafah yang menerapkan syariat Islam itu sejalan dengan kesepakatan para pendiri bangsa. Pada tanggal 22 Juni 1945, para Foundhing Fathers yang terhimpun dalam Panitia Sembilan, telah menyepakati adanya pemberlakuan syariat Islam bagi pemeluknya.

Para tokoh bangsa yang terhimpun dalam panitia sembilan, yakni : Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdoel Kahar Moezakir , H. Agoes Salim, Mr Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mr Moehammad Yamin, ikut membubuhkanan tanda tangan pada piagam Jakarta, yakni piagam deklarasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Namun akhirnya kaum sekuler dan nasionalis mengkhianati kesepakatan bangsa yang tertuang dalam piagam Jakarta, dengan mencoret (7) tujuh kata redaksi pada sila pertama  Pancasila. Penghapusan tujuh kata ini adalah bentuk pengkhianatan nyata kaum sekuler nasionalis pada kesepakatan awal berbangsa.

Lantas, kenapa hari ini justru khilafah yang dituding menyelisihi kesepakatan bangsa ? Bukankah esensi khilafah adalah menerapkan syariah Islam secara kaffah ? Bukankah para pendiri bangsa juga telah menyepakati penerapan syariah Islam bagi pemeluknya ?

Lantas, dimana letak pertentangannya jika umat Islam dinegeri ini ingin menerapkan syariat Islam dalam bingkai Daulah khilafah ? Bukankah justru kaum nasionalis sekuler yang telah berkhianat pada kesepakatan bangsa, menipu ulama dan mengkhianati seluruh umat Islam di negeri ini ?

Hari ini bangsa sedang terpuruk, umat Islam hadir menyodorkan syariah Islam sebagai solusinya. Negara ini sudah akut, faktanya semua kebijakan sekuler demokrasi yang dibuat bukannya menolong tetapi justru membuat bangsa ini makin terpuruk.

Jika sekulerisme demokrasi telah diberi kesempatan tetapi gagal menyelesaikan problem bangsa ini, bukanlah fair jika syariat Islam diberi giliran ? Apalagi, mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim. Bukankah, sudah diketahui secara pasti bahwa umat Islam wajib menerapkan syariat Islam ?

Kalian menuding syariat Islam intoleran, anti kebhinekaan, anti pluralitas, tapi kalian belum memberi kesempatan tegaknya syariat Islam. Sementara Sekulerisme demokrasi yang diterapkan di negeri ini terbukti merusak, intoleran dan mengusik kebhinekaan.

Ayolah, kami adalah anak cucu para pendahulu pendiri bangsa ini. Kami juga punya hak sekaligus kewajiban yang sama untuk menyelamatkan negeri ini. Karena itu, biarkan kami menyelesamatkan negeri ini dengan syariat Islam, dengan khilafah. []

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you