Wisata Kuliner di Kota Makassar

Coto Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Coto Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

Tulisan sebelumnya: Nikmati Sunset dan Kuliner khas Makassar di Pantai Losari

PALONTARAQ.ID – Kota Makassar adalah surga bagi penikmat wisata kuliner berbahan dasar daging sapi ataupun ikan. Kekhasan kuliner di Kota Makassar Sulawesi Selatan sudah terkenal seantero nusantara, dengan olahan rempah-rempah pilihan menghasilkan makanan nikmat dan bercita-rasa tinggi.

Kota Makassar seringkali menjadi bahan perbincangan nasional karena kekhasan kuliner lokalnya. Sebut saja misalnya Coto Makassar, Konro, Pallubasa (daging), Pallubasa (Ulu Juku), Sop Saudara, Pallumara, Kapurung, Pisang Epe, Pallu butung, Sarabba, Sop Ubi,  Jalangkote, Lumpia,  Otak-otak Makassar, Mie Kering (Mie Titi), dan lain sebagainya.

Tulisan Makassar di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Tulisan “Makassar” di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar.  Lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner pada malam hari. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Anjungan Pantai Losari Kota Makassar [ada malam hari. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu panorama malam di Anjungan Pantai Losari Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Coto Makassar

Hidangan Coto Makassar adalah salah satu ‘trade mark’ Kuliner Makassar berupa sop berkuah dengan bahan dasar daging iga sapi, daging kerbau atau daging kuda. Khusus untuk daging kuda, disebut Coto Kuda.

Hidangan Coto Makassar tersebut disajikan setelah melalui pengolahan khas dengan rempah-rempah pilihan, dimasak dengan bumbu sereh, lengkuas, merica, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, garam yang sudah dihaluskan, kemiri, jahe, daun salam, jeruk nipis, kacang, dan berbagai bahan lainnya.

Pada umumnya Coto Makassar disajikan dan dimakan bersama ketupat. Berbeda dengan Pallubasa, Konro atau Sop Saudara yang disajikan bersama nasi putih hangat. Coto Makassar hampir bisa ditemukan pada setiap ruas jalan di ‘Kota Daeng’ ini.

Umumnya penikmat Coto Makassar mengungkapkan kalau sedang sakit, letih dan lesu, maka obatnya adalah Coto. Dijamin, kembali ‘bertenaga’, apalagi jika dinikmati bersama telur asing.  Kuah coto dari campuran air beras, ada juga yang menggunakan santan, susu dan telur untuk menghasilkan kuah yang kental, dan itulah yang membuatnya kuahnya terasa nikmat dan berasa.

Coto Makassar (foto: ist/palontaraq)

Coto Makassar (foto: ist/palontaraq)

Beberapa warung/rumah makan yang menyajikan Coto Makassar sebagai menu utama masih mempertahankan bumbu rempah-rempah pilihan secara turun temurun dengan pengolahan tradisional dan menggunakan tungku tanah liat.

Berikut tempat kuliner yang direkomendasikan untuk menikmati Coto Makassar adalah di RM.  Coto Nusantara di Jl. Nusantara Baru No.142 dan Jalan Merpati No.2, Makassar,  Coto Paraikatte di Jl. A. P. Pettarani No. 125 Makassar/dekat SPBU Pettarani dan cabangnya di Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 7 (dekat MTOS).

Ada pula di RM. Coto Ranggong di Jl. Ranggong No.13, Maloku, RM.  Aroma Coto Gagak, lokasinya di Jl. Gagak No 27 Makassar,  Coto Dewi di Jl. Sunu No.58, Timungan Lompoa,  dan Coto Lamuru di Jl. Lamuru No. 64 Makassar.

Ada pula di RM. Coto Maros Bagadang di Jl. Gagak No 209/No 8, Makassar dan memiliki cabang di Jl. Veteran Selatan, Makassar, dan  Coto Maros Harimau di Jl. Harimau, Maricaya, Makassar.  Umumnya warung atau rumah makan Coto Makassar diatas buka setiap hari, dari Pukul 09.00-23.00 WITA.

Lihat pula:  Menikmati Bubur Menado di Tanah Makassar

Sop Konro

Untuk Sop Konro yang juga merupakan kuliner khas Makassar yang paling banyak diburu pendatang, yang paling favorit adalah Sop Konro Karebosi yang berada di bilangan Jl. Gunung Lompobattang No. 41, Makassar dan buka setiap hari dari Pukul 10.30-22.30 WITA.

Sop Konro terbuat dari bahan dasar iga sapi yang masih menempel pada tulangnya, disajikan dengan guyuran bumbu kacang dan kuah. Kuliner khas kaya rempah-rempah ini sangat lezat jika disantap nasi hangat.

Sop Konro (foto: BeritaMks)

Sop Konro (foto: ist/palontaraq)

Konro Bakar. (foto: ist/palontaraq)

Konro Bakar. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Ini 7 Kuliner khas Makassar saat Idul Adha, dijamin Ketagihan!

Berasal dari budaya kuliner khas Makassar, pada dasarnya makanan ini berbentuk sop namun kini terdapat variasi kering yang disebut Konro bakar. Selain Sop Konro Karebosi, para pencinta Konro dapat juga menikmatinya di bilangan Jl. Gunung Bawakaraeng No. 101, Makassar.

Sop Konro Bawakaraeng ini juga memiliki Cabang di Jl. Pengayoman dan Jl. Poros Tala’salapang di Makassar. Buka mulai Pukul 09.00-23.00 WITA sebagaimana Sop Konro Sulawesi yang berada di Jl. Sulawesi No. 246.

Pallubasa

Berikutnya yang terkenal adalah Pallubasa. Mirip dengan Coto Makassar, hanya saja Coto lebih banyak didominasi usus, tapi pada Pallubasa semua bahan daging sapi bisa hadir, dengan kuah lebih nikmat karena selain bahan rempah-rempah yang gurih, juga dapat dicampur dengan kuning telur dan kelapa yang disangrai.

Pallubasa Serigala. (foto: ist/palontaraq)

Pallubasa Serigala. (foto: ist/palontaraq)

Tempat makan Pallubasa yang favorit di Makassar dapat dijumpai di RM. Pallubasa Serigala di Jl. Serigala XIV, Mamajang Dalam, Mamajang, selain di Pallubasa Onta di Jl. Onta Lama No.103, Mandala, Mamajang dan Pallubasa Samalona di Jalan Dokter Wahidin Sudiro Husodo No.1. Umumnya buka mulai Pukul 09.00-23.00 WITA.

Lihat pula:  Pallubasa Serigala, Pallubasa Daging di Jalan Serigala

Sop Saudara

Untuk kuliner berikutnya, Sop Saudara yang sebenarnya jejak kelahirannya terinspirasi dari nama Coto Paraikatte hasil ramuan seorang pengusaha warung asal Pangkep, H. Dollahi. Itu pula sebabnya terkadang kata “SOP” diartikan sebagai “Saya Orang Pangkep”.

Sop Saudara sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Coto Makassar dan berbahan baku sama yaitu daging sapi, bedanya hanya pada pengolahan kuah dan bumbu, yang ditambahkan bihun dan perkedel kentang.

Sop Saudara

Sop Saudara (foto by: mfaridwm/palontaraq)

Sop Saudara sejatinya sebenarnya harus dinikmati tanpa ikan bakar bandeng untuk lebih mendapatkan sensasi rasi sopnya, namun belakangan Sop Saudara menjadi motivasi pengusaha ikan bandeng untuk meningkatkan penjualannya, dengan penyajian Sop Saudara dan Ikan Bakar Bandeng.

Lihat pula:  Inilah Sejarah Sop Saudara itu

Beberapa tempat kuliner Sop Saudara yang favorit dan rekomended di Makassar adalah Sop Saudara Sulawesi depan Oleh-oleh Cahaya di Jl. Sulawesi No.182, Sop Saudara Irian di Jl. Dokter Wahidin Sudiro Husodo No.40 Pattunuang, Sop Saudara Andalas di Jl. Sunu No.136, Lembo, Tallo.

Yang lainnya bisa pula dijumpai di Sop Saudara Hj Lian yang berada di Panakkukang Square Lantai 1 No 1, JL Adhyaksa Baru, Pandang, Sop Saudara Ujung Pettarani (H. Ancu) di Jl. AP. Pettarani, Sinrijala, Makassar (Flyover), dan banyak lagi yang lainnya.

Pallumara

Kuliner khas Makassar yang satu ini berbahan dasar ikan. Umumnya dimasak dengan kuah kental, menggunakan irisan mangga yang dikeringkan sehingga memberikan sensasi kecut.

Pallumara Bolu (Ikan Bandeng). (foto: ist/palontaraq)

Pallumara Bolu (Ikan Bandeng). (foto: ist/palontaraq)

Tempat kuliner Pallumara yang favorit di Makassar, diantaranya ialah Rumah Makan Ulu Juku di Jl. Prof. Abdurahman Basalamah No.99A, Karampuang-Panakkukang, Rumah Makan Pallu Kaloa di Jl. Abdullah Daeng Sirua No.95 Tamamaung, dan Rumah Makan Kepala Ikan Mappanyuki di Jl. A. Mappanyukki No.36C, Mario-Mariso.

Lihat pula:  Nikmati Pallu Basa Ulu Juku di Pangkep

Sop Ubi

Sop Ubi merupakan salah satu kuliner khas Makassar yang digemari dan tersebar di banyak tempat di Kota Makassar. Kuliner ini terbuat dari ubi kayu yang dipotong kecil kemudian digoreng dicampur dengan daging sapi atau daging kerbau, soun, kuah daging, serta tumisan bumbunya bertabur bawang goreng dan daun bawang.

Ada pula yang mencampurnya dengan daging ayam dan telur, disajikan kepada penikmatnya sesuai selera, dengan tetap menambahkan soun, kuah daging, serta tumisan bawang merahnya.

Sop Ubi (foto: ist/palontaraq)

Sop Ubi (foto: ist/palontaraq)

Sop Ubi (foto: ist/palontaraq)

Sop Ubi (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Ngumpul Seru dengan Menu Barobbo

Tempat kuliner Sop Ubi yang favorit di Makassar adalah Sop Ubi Datumuseng di Jl. Datumuseng (dalam lorong samping Stela Maris), Sop Ubi Botolempangan di Jl. Botolempangan No 74, Sop Ubi Lembu di Jl. Lembu No.39, Maricaya, Kios Mulia di Jl. Lasinrang No. 8 Makassar.

Mie Kering (Mie Titi)

Makanan ini sejenis mie yang dipanggang sampai benar-benar kering dan disiram dengan kuah kental panas yang berisi daging ayam, udang, bakso dan sawi. Jenis makanan ini merupakan makanan khas tradisional Makassar dari kawasan pecinan dan dikenal dengan nama Mie Titi dari resep kuno Cina.

Berawal dari resep tradisonal China dengan nama I Fu Mie yang dikembangkan oleh warga Tionghoa Makassar dengan cita rasa bawang putihnya yang pekat. Mie kering ini akhirnya  populer dan digemari banyak orang.

Mie Titi

Mie Titi (foto: mfaridwm/palontaraq)

Mie kering Daru Museng. (foto: ist/palontaraq)

Mie kering Daru Museng. (foto: ist/palontaraq)

Beberapa tempat kuliner Mie Kering yang favorit di Makassar adalah  RM. Mie Titie di Jl. Boulevard Ruko Rubi II No.25, Masale, Panakkukang, RM.  Mie Anto di Jl. Bali, Pattunuang, Kecamatan Wajo-Makassar, dan RM. Yam Mie di Jl. Gn. Merapi No.192, Jl Arif Rate Makassar.

Lihat pula: Mie Rampok dan Sensasi Makan ala Tahanan

Penikmat Mie Titi bisa juga ke RM. Mie Awa di Jl. Sulawesi No.142 Ende,  Jl. Veteran Selatan, Ruko Alauddin Plaza, Jl. Sultan Alauddin No.1, Jl. Urip Sumohardjo, Jl. Bau Maseppe, serta RM.  Mie Hengky di Jl. Nusantara No.352, Butung, dan RM. Mie Ceng di Ruko Mirah Blok D No. 4, Jl. Pengayoman, Panakkukang – Kota Makassar.

Sop Lidah

Sop lidah berbahan baku lidah sapi pilihan yang masih segar, dimasak dengan bumbu-bumbu dan dicampur dengan daun seledri, bawang goreng dan bihun. Tambahannya adalah perkedel kentang.

Sop Lidah (foto: ist/palontaraq)

Sop Lidah (foto: ist/palontaraq)

Beberapa tempat kuliner Sop Lidah yang favorit di Makassar adalah  Sop Lidah Asli Bulukunyi di Jl. Bulu Kunyi, Maricaya Baru,  Sop Lidah Lamuru di Jl. Lamuru no 32. B, dan  Warung Sop Lidah Asli Lamuru di Jl. Rusa No.16, Maricaya, Kecamatan Makassar Kota Makassar.

Lihat pula:  Menikmati Sop Buntut di Resto Hotel Gammara

Kapurung

Salah satu makanan khas tradisional masyarakat Sulawesi Selatan. Berasal dari daerah Luwu.dan Palopo. Makanan ini terbuat dari sari tepung sagu dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan sayuran. Bumbu-bumbunya sangat khas, masakan ini menghasilkan rasa yang segar karena rasa asam dari bumbu khas.

Kapurung Aroma Palopo. (foto: ist/palontaraq)

Kapurung Aroma Palopo. (foto: ist/palontaraq)

Kapurung Pangkep (foto: mfaridwm)

Kapurung Pangkep (foto: mfaridwm)

Lihat pula: “Kapurung Pangkep”, Citarasa beda dari Kapurung Palopo

Beberapa tempat kuliner Kapurung yang favorit di Makassar adalah  RM Kapurung Kasuari, lokasinya di Jl. Kasuari No.2, Kunjung Mae, Mariso,  dan RM Aroma Palopo di Jl. A. Mappanyukki No.66 C, Mariso. Ruko Mirah 2, Blok D No.2, Pandang, Panakkukang.

Ada pula di RM Aroma Luwu di Jl. Beruang No.63, Bonto Biraeng, Mamajang,  Rumah Kapurung di Jl. Pandang Raya No.1 A, Paropo dan Warung Pugalu Kapurung  di Jl. Urip Sumoharjo No.54, Tello Baru, Kota Makassar.

Pisang Epe

Pisang Epe berarti jajanan dari pisang bakar yang digepengkan. Makanan ini termasuk banyak penggemarnya dan hadir sejak tahun 1970-an bersamaan dengan meningkatnya keramaian pengunjung Pantai Losari sambil menikmati sunset.

Merupakan jajanan yang enak, manis dan gurih berbahan dasar pisang kapok yang sudah tua. Penamaan “Epe” yang berarti jepit ini dikaitkan dengan proses pembuatan pisang di jepit dengan alat pres yang terbuat dari dua papan kayu.

Pisang Epe. (foto: ist/palontaraq)

Pisang Epe. (foto: ist/palontaraq)

Pisang Epe Makassar. (foto: idntimes)

Pisang Epe Makassar. (foto: idntimes)

Lihat pula:  Menikmati Pisang Epe khas Makassar

Pisang Epe disajikan dengan saus atau kuah yang terbuat dari campuran air, santan, gula merah, serta daun pandan yang direbus sehingga wangi. Rasa pisang epe ditoping dengan tambahan coklat, susu kental, nangka, strawberi, irisan keju, taburan kacang dan kacang panggang.

Es Pisang Ijo dan Es Palu Butung

Es pisang ijo ini terbuat dari pisang raja utuh yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau dan proses memasaknya dikukus. Pisang raja dipilih sebagai bahan dasar pisang ijo, disajikan dengan es serut, sirop rasa pisang ambon dan saus santan secukupnya.

Es Pisang Ijo. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Es Pisang Ijo. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Es Pallu Butung. (foto: ist/palontaraq)

Es Pallu Butung. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula:  Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Es Pisang Ijo khas Makassar

Tempat kuliner Es Pisang Ijo dan Es Pallu Butung yang favorit di Makassar adalah Lasinrang Pisang Ijo di Jl. Lasinrang No.28 Mangkura, RM Muda Mudi di Jl. Rusa No.45 A Maricaya dan RM Bravo di Jalan Sultan Alauddin No.27 Makassar.

Jalangkote

Penganan ini mirip dengan pastel hanya bedanya pada kulit. Jika pastel berkulit tebal jalangkote lebih tipis. Isiannya adalah daging cincang yang ditumis dengan ubi jalar dipotong dadu atau wortel dengan sambal terbuat dari air cuka dan dibumbuin bawang putih, gula, cabe.

Jalangkote Lasinrang. (foto: ist/palontaraq)

Jalangkote Lasinrang. (foto: ist/palontaraq)

Jalangkote. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Jalangkote. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Lihat pula: Bukber, Jalangkote dan Keseruan Berburu Takjil

Beberapa tempat kuliner Jalangkote yang favorit di Makassar adalah  Jalangkote & Lumpia Lasinrang Asli di Jl. Lasinrang No.11A,  RM Muda Mudi di Jl. Rusa No.45 A, Maricaya, dan  Jalangkote Salahutu, lokasinya di Jl. G. Salahutu No.24-25.

Jalangkote dan Lumpia Lasinrang. (foto: ist/palontaraq)

Jalangkote dan Lumpia Lasinrang. (foto: ist/palontaraq)

Mneikmati Jalangkote di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Menikmati Jalangkote di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Lumpia

Penganan ini sangat diminati masyarakat Makassar, meskipun bukan kuliner asli Makassar. Namun jika Anda berkunjung ke Makassar, wajib mencicipi lumpia khas Makassar yang bisa ditemukan di RM. Lumpia Sulawesi di Jl. Lasinrang No. 11 C.

Lihat pula: Ini Dia Kesukaan Etta: Barongko

Ada pula di RM. Lumpia Asli Lasinrang di Ruko Alfa No.8 C, Jl. Pengayoman, dan Lumpia Pesona yang berada di Jl Lasinrang No.20 Makassar.

Otak-otak khas Bu Elly, Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Otak-otak khas Bu Elly, Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Otak-otak khas Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Otak-otak khas Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Otak-Otak khas Makassar

Penganan ini terbuat dari daging ikan tengiri yang dicincang dan dibumbuin kemudian dibungkus dengan daun pisang, dipanggang dan disajikan dengan kuah asam pedas. Dapat dipesan dan dinikmati di Otak-otak Ibu Elly yang berlokasi di Jl. Kijang No.7 C Makassar.

Ada pula Otak-otak Ibu Sanny yang berlokasi di Jl. Lasinrang No.47 dan Otak-otak Yenny Gosal di Jl. Ince Nurdin No.1 Kota Makassar.

***

Demikianlah beberapa kuliner khas Makassar. Sebenarnya hampir semua ruas jalan di Kota Makassar sebenarnya terdapat warung atau rumah makan yang menyajikan kuliner khas Makassar, dalam skala yang berbeda-beda, khususnya yang populer seperti Coto Makassar dan Sop Saudara.

Untuk jalan-jalan tertentu sebagaimana disebutkan diatas, dapat dikunjungi tersendiri tempatnya atau rumah makannya yang menyajikan Pallubasa, Sop Konro, dan Sop Ubi, yang tidak terdapat di semua ruas jalan Kota Makassar.

Masjid Amirul Mukminin di Anjungan Pantai Losari pada malam hari. (foto: mfaridwm/palontaraq)Suasana

Masjid Amirul Mukminin di Anjungan Pantai Losari pada malam hari. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Ada pula kuliner yang setiap saat hanya ada di tempat tertentu dan waktu tertentu, seperti misalnya Pisang Epe dan Sarabba di Pantai Losari pada sore sampai malam hari. Yang khas lagi hanya ada pada malam hari, bahkan sampai tengah malam, seperti songkolo begadang. Ya, namanya saja songkolo begadang.

Makassar adalah surga bagi penikmat kuliner, baik yang berbahan dasar daging ataupun ikan. Yang khas dan masih dipertahankan pengolahan tradisionalnya adalah Pallubasa. Pallu basa itu ada pallu basa daging, seperti Pallubasa serigala di Jalan Serigala, dan Pallubasa Ulu juku pada wilayah dekat pelelangan atau Pelabuhan Paotere.

Lihat pula:  Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!

Demikian sedikit tentang Wisata Kuliner yang bisa dinikmati di Kota Makassar. Selamat berwisata kuliner, seraya menikmati suasana Kota Makassar yang pernah menjadi ‘Kota Dunia’ dalam perjalanan sejarahnya ketika Kerajaan Makassar di puncak keemasannya pada Abad XVI-XVII.  (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response