Sedikit dari Luasnya Samudera Pangngaderreng

by Penulis Palontaraq | Selasa, Nov 5, 2019 | 19 views
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: La Oddang Tosessungriu

PALONTARAQ.ID – “Pangngaderreng” (etika normatif, adat dan istiadat) adalah bukan hanya tentang bangsawan dan bukan bangsawan. Bukan pula tentang iman dan taqwa.

Terlebih bukan lagi tentang kebaikan hati. Melainkan tentang : sikap dan perkataan suatu indifidu terhadap indifidu lainnya. Termasuk pula model interaksi antara indifidu menurut tatanan dalam kelompok persekutuan hidupnya.

Juga termasuk diantaranya adalah perhubungan antar kelompok dengan kelompok lainnya dalam suatu lembaga yang lebih besar.

Pangadereng adalah tentang yang dilihat oleh mata, dapat tersentuh oleh tangan serta terdengar oleh telinga. Tatanan nilai ini tidak melarang seseorang kentut ditengah kerumunan orang, asal jangan sampai terdengar.

Andai tak tertahankan “cuitannya”, ..yang mendengar jangan sampai tertawa. Jagalah “malu” rekan yang ketiban “cobaan”. Serta jangan pula tutup hidung, seraya melirik pada “pelaku”.

Tahan nafas sebisanya dan jika tak mampu lagi, hirup udara beserta sisa-sisa aromanya dengan santun. Meski hati menyumpah serapah yang lebih busuk dari aroma itu. Inilah Pangadereng, kehalusan budi yang dipergunakan membungkus hal-hal memalukan.

Sesungguhnya hanya manusia yang memiliki nilai “pangadereng”. Meski terdiri dari ragam bangsa, bermacam istilah penamaannya. Hewan tak memilikinya, ..bahkan malaikat-pun tak memilikinya.

Wallahu ‘alam bisH-sHawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response