Feature Puang Putri diantara Narasi Cadar dan Dugaan Maling e-KTP

Puang Putri diantara Narasi Cadar dan Dugaan Maling e-KTP

-

- Advertisment -

Puang Maharani. (foto: ist/palontaraq)
Puang Maharani. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Tulisan sebelumnya: Menag buka Kedok, Isu Radikalisme adalah Perang terhadap Islam

PALONTARAQ.ID – “Ya ini kan juga masalahnya untuk keamanan, jadi jangan sampai kemudian hal-hal seperti itu dilakukan tanpa pengawasan yang jelas,”  [Puan Maharani, 31/10/2019].

Onde mandeh, sejak kapan urusan cadar mengganggu keamanan negara? Sejak kapan selembar kain berbentuk cadar menjadi ancaman negara? Sejak kapan negara ribet ikut campur urusan berbusana rakyatnya? Sejak kapan urusan cadar menjadi visi misi prioritas Presiden dalam bernegara?

Darimana logikanya, mencurigai cadar tapi menikmati rok mini? Phobia terhadap cadar tapi permisif terhadap porografi dan pornoaksi? Katanya negara ini negara sekuler, tak boleh ikut campur urusan privat rakyatnya, kenapa jadi ribet ngurusi cadar?

Puan Puteri Maharani, cadar itu tak pernah mengganggu dan merugikan rakyat. Yang mengganggu negara itu koruptor e KTP, dimana puan Puteri dan Ganjar Pranowo disebut terlibat.

Korupsi yang membuat rakyat ini tidak aman, ujung-ujungnya rakyat dibebani dengan berbagai pungutan dari kenaikan BPJS, tarif listrik, tol, cukai rokok, dan lain-lain

Yang bikin negara ini tidak aman itu yang kemarin bancakan duit difestasi freeport. Itu katanya tiga tahun Deviden freeport bisa balik modal, ini malah merugi dan tidak bagi Deviden.

Siapa yang diuntungkan? Itu total utang untuk difestasi freeport USS 4 miliar, bunganya yang bayar rakyat. Manfaatnya apa? Itu katanya freeport dibebankan bikin smelter, kenapa Inalum ikut tanggung beban? Itu difestasi Freport bikin buntung bukan cadar Puan Putri!

Itu yang korupsi BLBI bikin rakyat tidak aman, dibebani pajak untuk tutupi kerugian. Rakyat telat bayar BPJS dikejar-kejar, hak keperdataan dan administrasi sebagai warga negaranya dipersulit dari urusan SIM sampai pasport. Kenapa BLBI justru dapat Release n Dischrage?

Itu Kasus Bank Century bikin negara limbung. Kalau Demokrat punya skandal Bank Century untuk mempertahankan kekuasan, PDIP punya warisan BLBI, Jokowi lewat divestasi Freeport. Itu semua bikin keadaan negera tidak aman, negara hanya jadi bancakan.

Puang Maharani tentang Pelarangan Cadar? (foto: indonesiabertauhid)
Puang Maharani tentang Pelarangan Cadar? (foto: indonesiabertauhid)

Jangan menyalahkan cadar! Memangnya berapa rupiah negera ini dirugikan oleh pengguna cadar? Pembunuhan apa yang dituduhkan kepada pengguna cadar?

Lihat disana, OPM membantai di Papua itu tidak menggunakan cadar, kenapa tidak ada wacana pelarangan OPM? Kenapa justru cadar yang dilarang?

Yang lalu, pembantaian di Wamena itu jelas mengganggu stabilitas dan keamanan negara. Pelakunya bercadar? Justru ada muslimah yang menjadi korban, dan sadis cara membunuhnya, diperkosa lantas diakhiri hidupnya.

Jadi kalau tak paham masalah jangan latah ikut latah berkomentar, mentang-mentang menjabat ketua DPR RI. Dalam Islam, wanita itu diperintahkan menutup aurat, menggunakan jilbab. Beberapa mahzab bahkan mewajibkan cadar, mewajibkan niqab.

Puan Puteri ini muslimah bukan sih? Walau tidak menggunakan cadar kenapa tidak juga berjilbab? Kenapa mengumbar aurat? Atau puan Puteri ini bermahzab sekuleris radikal?

Kalau membenci Islam terbuka saja, tidak usah berdalih masalah keamanan. Kerusakan di negeri ini bahkan dunia, itu disebabkan oleh kerakusan kapitalisme global. Bukan karena cadar.

Siapa yang merusak ekosistem di Papua sebab penambangan Freport? Kapitalisme global, bukan Islam bukan pula cadar. Siapa yang merusak dan meluluhlantakkan Irak? Membunuh jutaan rakyat Irak?

Itu produknya Amerika, Gembongnya kapitalis, bukan Islam apalagi cadar. Siapa yang membantai kaum muslimin di Palestina ? Yahudi Israel, bukan Islam apalagi cadar.

Sudahlah Mba puan, membenci Islam itu cukup didada saja tidak perlu dikeluarkan secara lisan. Sebab, kami juga tahu apa yang ada didalam dada lebih dahsyat. Hanya, jika sampai keluar dari lisan kami pasti melawan! [*]

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Must read

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca...

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID -...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you