Konsepsi Syekh Yusuf dalam Mendekatkan Diri kepada Allah

by Penulis Palontaraq | Minggu, Nov 3, 2019 | 34 views
Buku karya Drs KH Sahib Sultan. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dua buku tentang Syekh Yusuf, Buku karya Drs KH Sahib Sultan menguraikan Konsepsi Syekh Yusuf dalam Mendekatkan Diri kepada Allah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: M. Farid W Makkulau

Tulisan sebelumnya: Menyingkap Rahasia Ajaran Syekh Yusuf dan Pertalian dengan Nabi Khidir

Judul Buku: Allah dan Jalan Mendekatkan Diri kepada-NYA dalam Konsepsi Syekh Yusuf
Penulis: Sahib Sultan
Editor: Dra Hj Muzdalifah Sahib,M.Hum dan M.Muhammad Amin Sahib,Lc.,M.Ag
Penerbit: YAPMA Makassar, 2006
ISBN: 979-24-8213-X

PALONTARAQ.ID – Syekh Yusuf al-Maqassary selalu saja menarik untuk dibahas, dalam berbagai perspektif dan kajian, tentang riwayat hidupnya sendiri, tentang perjuangan dakwahnya, tentang ajaran, kesufian dan tarekatnya, dan bahkan sampai kini masih saja menjadi perdebatan tentang makamnya.

Kekosongan pengetahuan itulah yang coba dijawab oleh Drs KH Sahib Sultan sejak Tahun 1989. Penulis sendiri merasa perlu untuk mengangkat kembali apa yang telah ditulisnya dalam buku cetakan ketiganya, terbitan Tahun 2006, tentu dengan harapan, mengisi kekosongan pengetahuan tentang Syekh Yusuf dan syukur-syukur kalau ada upaya penerbitan ulang tentang Buku ini.

Buku “Allah dan Jalan Mendekatkan Diri kepada-NYA dalam Konsepsi Syekh Yusuf” terasa sangat istimewa karena mendapatkan Sambutan dari Gubernur Sulsel HM Amin Syam ketika itu, begitu pula sambutan yang sama dari Sambutan Ketua Umum MUI Sulsel KH Sanusi Baso,Lc, tertanggal pada 17 Juli 2006.

Buku karya Drs KH Sahib Sultan. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku “Allah dan Jalan Mendekatkan Diri kepada-NYA menurut Konsepsi Syekh Yusuf”, karya Drs KH Sahib Sultan. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Lihat pula: Mencari Pustaka tentang Syekh Yusuf al-Maqassary

Menariknya, buku ini salah satu yang detail mengurai jalan mendekatkan diri kepada Allah menurut Konsepsi Syekh Yusuf ‘Tuanta Salamaka’ al-Maqassary. Diawali dengan Pendahuluan (hal. ix-xiv) dilanjutkan dengan pembahasan tentang Riwayat Hidupnya (hal. 1-82), Karya-karyanya (hal. 83-96), serta Kealiman, kesufian dan kepahlawanannya (hal. 97-108) di Bab I Syekh Yusuf (hal. 1-108)

Bab II Buku ini membahas tentang Problema Ketuhanan (hal. 109-138), tentang Bagaimana itu Allah dalam Aliran Mutakallimin (hal. 111-114), tentang Bagaimana itu Allah dalam Paham Ahli Sufi (hal. 114-122), dan tentang Bagaimana Allah dalam Konsepsi Syekh Yusuf (hal. 123-138)

Bab III Buku ini, Drs KH Sahib Sultan menguraikan secara ringkas tentang Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah dalam Konsepsi Syekh Yusuf. Ada banyak Maqamat yang harus dipenuhi dan dijalani, yaitu tentang Taubat, Zuhud, Wara’, Faqr, Sabar, Tawakkal, Ridha, Syukur, Ikhlas, Mahabbah, Ma’rifat, Fana’ dan Baqa’, dan Wahdat al-Shamad.

Begitu pula tentang Ahwal, yaitu Al-Muraqabah, Al-Khauf dan al-Raja, Al-Syauq, Al-Uns, Al-Qurb, Al-Musyahadah, al-Yakin, Al-Tuma’ninah, dan al-Taqwa.

Bab IV Thariqat (Baca: Tarekat) dalam Konsepsi Syekh Yusuf, menguraikan secara ringkas dan cukup mudah dipahami tentang Adab Dzikir dalam Thariqat, Tingkatan-tingkatan Dzikir dalam Thariqat, Hubungan Tauhid dengan Ma’rifat serta tentang Ibadah dalam Thariqat.

Sebagai kesimpulan, sebagaimana Drs KH Sahib Sultan tuliskan dalam Bab V Kesimpulan hal. 221-228) mengurai kembali perjalanan Syekh Yusuf dan pendidikan agama yang diterimanya di Gowa, perjalanannya ke Banten, pengembaraannya meniti jalan ilmu dan kesufian, sampai kemudian di Ceylon dan Afrika Selatan.

Syekh Yusuf mengatakan bahwa tujuan seorang hamba (salik) adalah sampai pada Allah dalam keridhaan-NYA dengan cara mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW atau dengan mengamalkan syariah dan haqiqah (hakekat), yaitu thariqat (jalan) diatas jalan yang lurus, dengan tauhid yang murni dan ibadah yang ikhlas.

Bagi Syekh Yusuf al-Maqassary, baik ibadah shalat (fardhu dan sunnat) maupun ibadah dzikir sama-sama dapat membawa hamba (salik) sampai ke ujung suluk (perjalanan) pada wahdat al-shamad (kesatuan tak terlepas bergantung, yaitu terpusatnya perasaan dan kesadaran batin kepada Allah, sehingga yang ada hanya satu (Allahu ahad, Allahu shamad) menjadi fana’ fillah dan baqa’ billah.

Penulis dengan latar belakang Potret/Lukisan Syaikh Yusuf al-Maqassari di Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Penulis (Peresensi) dengan latar belakang Potret/Lukisan Syaikh Yusuf al-Maqassari di Museum Kota Makassar. (foto: andiadil/palontaraq)

Lihat pula: Syekh Yusuf al-Maqassary dalam Narasi Tutur

Salah satu pemenarik buku karya Drs KH Sahib Sultan ini, karena Alumnus Fakultas Ushuluddin Jurusan Aqidah Filsafat IAIN Alauddin Ujungpandang Tahun 1982 ini, melampirkan ‘buah tangan’ Syekh Yusuf al-Maqassary, yaitu:

Lampiran 1 – “Zubdat al-Asrar fi Tahqiq Ba’adh Masyarib al-Akhyar” (Sari Rahasia-rahasia Ilahi, Tempat Minum bagi Orang-orang Pilihan);

Lampiran 2 – “Al-Nafhat al-Saylaniyyah fi al-Minhat al-Rahmaniyyah” (Embusan dari Ceylon sebagai Hadiah dari Yang Maha Pengasih);

Lampiran 3 – “Sirr al-Asrar” (Rahasia dari Segala Rahasia).

Juga ada lampiran tentang Silsilah Syekh Yusuf dari Nabi Khidir alaihissalam serta Silsilah Keturunan Syekh Yusuf dari beberapa istrinya.

Pada akhirnya, tulisan ini dimaksudkan sebagai salah satu jejak rekam dari sekian banyak upaya penulis memburu kepustakaan tentang Syekh Yusuf dan karya-karyanya.

Buku ini penulis rekomendasikan untuk dicari, dibaca dan dikaji dengan baik, bagi siapa saja perindu jalan menuju Allah, penghambaan kepada-NYA menurut Konsepsi, Jalan dan Ajaran Syekh Yusuf al-Maqassary. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response