Kuliner Menikmati Pesang Epe khas Makassar

Menikmati Pesang Epe khas Makassar

-

- Advertisment -

Pisang Epe khas Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Pisang Epe khas Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Laporan:  Etta Adil

Tulisan sebelumnya:  Menikmati Sop Buntut di Resto Hotel Gammara

PALONTARAQ.ID – Pisang Epe merupakan salah satu jajanan unik dan khas yang banyak disajikan sepanjang Pantai Losari Kota Makassar. Traveling ke Kota Makassar belum lengkap tanpa mencicipi Pisang Epe di malam hari.

Tidak sulit untuk menemukan jajanan khas ini karena memang hampir bisa ditemukan di setiap sudut Pantai Losari, salah satu ikon wisata kota yang terkenal dengan sunset dan sunrise-nya, sebelum adanya reklamasi yang mengubah wajah pantai ini berbentuk tanjung.

Rasanya tak lengkap mengunjungi Losari tanpa mencicipi Pisang Epe-nya, yang disajikan dalam berbagai rasa.  Berbahan dasar pisang raja yang belum terlalu matang dan lembek, lalu dibakar dengan cara dijepit. Kata “epe” sendiri berasal dari Bahasa Makassar yang artinya “jepit”, jadi maksud dari nama Pisang Epe adalah pisang bakar yang dijepit dan menjadi gepeng.

Pisang kepo raja dibakar. (foto: ist/palontaraq)
Pisang kepo raja dibakar. (foto: ist/palontaraq)

Pisang Epe khas Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Pisang Epe khas Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Pallubasa Serigala, Pallubasa di Jalan Serigala

Sesuai dengan namanya, Pisang Epe dimasak dengan cara dipanggang di atas bara api setelah sebelumnya dipress hingga menjadi gepeng. Pisang Epe yang telah melalui proses pembakaran biasanya disiram dengan pemanis berbahan dasar gula merah yang telah dicairkan sebagai topping.

Saat ini, jenis pemanis Pisang Epe telah menyesuaikan zaman dengan ditambahkannya berbagai variasi saus seperti coklat, durian, keju, dan lain sebagainya.

Untuk bisa menikmati lezatnya Pisang Epe ini, tak mahal. Hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp10.000 saja untuk satu porsi Pisang Epe. Satu porsi biasanya terdiri dari 3 buah Pisang Epe yang sudah cukup membuat perut kenyang ditambah sajian segelas teh tawar hangat sebagai pelengkap atau bisa memesan kopi susu sebagai pelengkapnya. Tentu hal ini dibayar tersendiri.

Untuk membuat Pisang Epe, cukup mudah. Buat sesuai kebutuhan untuk keluarga. Siapkan satu sisir pisang kepok tua, lalu dikupas. Siapkan bahan pemanisnya, berupa 250 gram gula merah (disisir tipis),  100 ml air,  5 mata durian matang (buang bijinya),  1/4 sendok teh garam, dan  satu lembar daun pandan.

Cara membuatnya juga cukup sederhana.  Bakar pisang diatas bara api sambil dibolak balik hingga harum dan matang. Selanjutnya rebus gula merah, air daun pandan sampai mendidih. Tambahkan garam dan durian. Rebus sampai kental.

Untuk penyajiannya, susun pisang di atas piring, siram saus sebelum disajikan. Nikmat disajikan selagi masih panas!  (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Malam Terakhir Ramadan

  Oleh: Prof dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Inilah malam terakhirku bersama Ramadhan di tahun ini. Kubaca doa terkahir di malam...

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca berita yg beredar di media. Ketua Gugus Tugas Covid 19...

Must read

Fikih Zakat

  Oleh: Ustadzah Erwinda Zakaria, Lc (Ummu Sumayyah) Related Post: Do'a...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you