BerandaHighlightManusia berwatak Hewan

Manusia berwatak Hewan

Ilustrasi by: Wim Poli. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi by: Wim Poli. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: W.I.M Poli

Tulisan sebelumnya:  Dialog Serigala dan Anak Domba

PALONTARAQ.ID – Aesop, pendongeng ulung dari Yunani, menyaksikan pada masanya adanya manusia yang berwatak hewan, yang memangsa sesamanya. Ia memberikan nasehat kepada masyarakat lewat sebuah dongeng.

Prometheus adalah dewa kelas dua, yang dengan pahatnya diperintahkan oleh Yupiter untuk menciptakan manusia dan hewan. Ketika Yupiter memeriksa hasil kerja Prometheus, ternyata jumlah hewan yang diciptakan Prometheus jauh melebihi jumlah manusia.

Yupiter memerintahkan agar jumlahnya diseimbangkan. Prometheus melaksanakan perintah Yupiter tersebut dengan caranya sendiri. Sebagian hewan diubahnya menjadi manusia, tetapi tetap berwatak hewan.

Pesan Aesop: Waspadalah terhadap tampilan luar seseorang, yang mungkin menyembunyikan watak hewannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT