Beranda Hukum Sekali lagi tentang Kita dan Kebebasan

Sekali lagi tentang Kita dan Kebebasan

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. (foto: ist/palontaraq)
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. (foto: ist/palontaraq)

Sumber terbuka: DISINI

Oleh: Fahri Hamzah

PALONTARAQ.ID – Kebebasan itu kita perlukan untuk menjadi manusia merdeka. Itu yang kita sudah miliki sebagai bangsa. Kita tidak saja mencantumkan sebagai kalimat pertama dalam konstitusi UUD 1945, “bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa…”, tetapi wajib kita miliki sebagai pribadi.

Pribadi merdeka itu nampak dalam kehidupan nyata. Pertama, pikirannya merdeka. Ia membaca banyak pengetahuan dan nampak dalam kemampuannya mencerna dan menyampaikan pikiran.

Selanjutnya kemerdekaan akan nampak pada jiwa dan raga yang merdeka. Kasat mata. Manusia merdeka itu kasat mata. Bangsa merdeka itu kasat mata.

Para pendiri bangsa kita sangat kuat memahami konsep ini, bukan karena kita lama hidup terjajah dan tau betapa tidak enak dijajah, tapi karena pendiri bangsa kita manusia merdeka. Mereka adalah intelektual besar.

Suatu hari Hatta berkata, “..lebih baik aku melihat bangsa ini tenggelam di dasar lautan daripada aku melihatnya menjadi bangsa embel-embel..”.

Setiap kalimat ini saya katakan, saya meneteskan air mata. Saya meredam semacam kemarahan ada perasaan bahwa bangsa ini harus merdeka!

Apakah kita sudah merdeka sebagai bangsa? Tapi apakah kita telah merdeka sebagai manusia? Inilah perjuangan kita sehari-hari sebagai manusia dalam bangsa yang telah merdeka dari kolonialisme tapi belum merdeka sepenuhnya dari rasa takut dan tak berdaya yang terus-menerus.

Mari bebaskan diri kita terlebih dahulu…. dan apabila pribadi telah merdeka.. barulah kemerdekaan tegak di atas dunia kita… demikianlah abjadnya dan tidak sebaliknya…!

Twitter @Fahrihamzah 21/9/2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT