Beranda Humaniora Membangun Papua?

Membangun Papua?

Jan Boelaars
Buku Jan Boelaars, “Manusia Irian – Dahulu, Sekarang, Masa Depan” (Gramedia, 1986). (foto: wimpoli/*)

Membangun Papua?  1)

Oleh: Wim Poli 2)

PALONTARAQ.ID – Dr. Jan Boelaars adalah seorang ahli anthropologi yang mengadakan penelitian tentang manusia Papua sejak tahun 1950. Hasil penelitiannya antara lain dikemukakan dalam bukunya yang berjudul “Manusia Irian, Dahulu, Sekarang, Masa Depan” (1986).

Dalam Kata Penutup buku tersebut ia antara lain menyatakan sebagai berikut:

“DALAM suatu pertemuan para pejabat tinggi di Jayapura – ABRI, jawatan-jawatan gubernuran, dan keuskupan – salah seorang yang hadir mengajukan pertanyaan, tidakkah sebaiknya, bila kelompok-kelompok kaum imigran yang memang sudah lebih tinggi perkembangannya ditempatkan di antara pemukiman-pemukiman penduduk asli guna mempercepat jalannya integrasi.”

“Pemimpin rapat, yang malam itu telah berbicara dalam semangat apa yang dibicarakan di atas, menjawab pertanyaan ini dengan mengemukakan beberapa perbandingan berikut ini:

’Saudara-saudara, baiklah kita mengandaikan sebentar, bahwa Anda seorang dokter, yang ingin mempelajari perkembangan-perkembangan mutakhir vak Anda dan mempraktekkannya.

Bayangkan sebentar, Anda menulis surat pada seorang dokter terkenal di Amerika guna menyampaikan keinginan Anda. Dokter itu mempunyai nama besar sebagai orang yang sangat ahli justru di dalam hal-hal yang ingin Anda ketahui.

Bagaimana pendapat Anda apabila dokter dari Amerika itu membalas surat Anda: ’Anda mengundang saya datang supaya memimpin Anda dalam studi dan praktek Anda. Saya mau melakukannya dengan senang hati.

Saya akan datang bersama istri saya dan dua orang anak dan tinggal di rumah Anda dan Anda tentunya tidak keberatan, kalau untuk waktu yang lama dengan sendirinya kami menggunakan fasilitas-fasilitas Anda seperti dapur, kamar mandi, wc, kayu bakar, dan persediaan makanan Anda …’

Suasana menjadi hening. Tidak ada yang bicara. Semua orang tampaknya sedang merenungkan perumpamaan yang baru didengarnya, dan, mungkin pula, cara pemecahannya. Mungkin pula ada peserta pertemuan yang mulai bingung.

Kemudian, pejabat yang mengajukan pertanyaan tentang cara integrasi yang lebih tepat itu mengatakan dengan gamblang: Tidak, kalau harus demikian, maka dia tidak usah datang …”

Renungan: Mungkin sekali pesan pokok yang sangat mendalam dari Jan Boelaars ialah: Jangan berbicara tentang pembangunan Papua jika Anda tidak mengenal manusia Papua dengan masalah yang dihadapinya, di dalam lingkungan kebudayaan dan alamnya yang luas dan rumit. (*)

 

1) Diangkat kembali dari buku W.I.M. Poli, “Modal Sosial Pembangunan; Gambaran dari Dua Distrik di Kabupaten Jayapura;” 2007: 1-15).

2) Guru Besar UNHAS.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT