Islam Lima Bekal untuk Kesuksesan Hidup

Lima Bekal untuk Kesuksesan Hidup

-

- Advertisment -

Penulis
Update dan perbaharui iman dan ilmu, sebagai bagian dari kunci sukses hidup (ilustrasi by:palontaraq)

Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

Tulisan Sebelumnya:  Menilai Laut

PALONTARAQ.ID – Sejak Jumat lalu (23/8/2019),  Pesantren Nur Inka Nusantara Madani mengadakan acara Istimewa yang disebut Annual Sport and Family Fun Weekend. Yaitu sebuah acara yang ditujukan untuk memberikan ruang bagi remaja/pemuda dan keluarga untuk menikmati akhir pekan mereka.

Salah satu kegiatan terpenting selama 2 hari itu adalah tausiah singkat (short reminder) Setelah sholat-sholat fardhu. Satu di antara tausiah yang ingin saya ringkaskan adalah tausiah yang saya sampaikan pada Minggu subuh tadi.

Dalam ceramah singkat yang kita kenal kultum (kuliah tujuh menit) itu saya menyampaikan bahwa ada minimal lima hal yang jangan sampai terlalaikan dalam hidup. Bahkan menjadi kewajiban setiap Muslim untuk menjaga, bahkan menumbuh-suburkannya.

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Pertama, manusia tidak akan pernah menemukan keberhasilan dan kesuksesan apapun tanpa iman. Maka iman menjadi modal utama dalam hidup manusia. Karenanya iman harus dijaga, ditingkatkan dan dibuatkan setiap saat.

Itulah yang diingatkan oleh Rasulullah SAW: perbaharui iman kamu dengan laa ilaaha illallah. Iman itu fluktual sifatnya. Keadaannya naik turun. Hari ini meninggi, besok boleh jadi drop ke tingkat terendah. Hal itu karena iman berpusat di hati.

Sedang hati itu memang alamiahnya terbolak balik. Untuk menyadari jika iman naik atau turun, lihat kepada indikatornya. Yaitu kenginan (irodah) dalam berbuat kebaikan apakah kuat atau lemah. Kuat atau lemahnya amal soleh itu merupakab kuat atau melemahnya iman seseorang.

Lihat pula: Memaknai Komunikasi

Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Kedua, untuk keberhasilan seseorang iman semata tidak cukup. Tapi diperlukan ilmu yang mumpuni. Ilmu itulah yang akan menyinari jalan sehingga seseorang bisa berjalan menorobos lorong-lorong hidupnya.

Ilmu menjadi lentera kehidupan. Iman itu energi dan kekuatan. Ilmu itu yang menjadi sinar perjalanan. Iman tanpa ilmu bagaikan kendaraan dengan mesin yang kuat tanpa peta. Berjalan cepat tanpa tahu arah destinasi (tujuan).

Karenanya menguatkan keilmuan menjadi salah satu pilar kesuksesan hidup. Seorang Mukmin dituntut untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan daya nalar dan keilmuannya.

Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Jalan ilmu dan berkarya. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Jalan ilmu. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Jalan ilmu dan amal saleh. (ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Ketiga, iman dan ilmu itulah yang pada akhirnya melahirkan kerja-kerja yang inovatif. Dalam bahasa Al-Qurannya ”Amal-amal shalihah” merupakan buah yang baik dari perpaduan iman dan ilmu.

Karenanya orange beriman yang berilmu takkan pernah berhenti untuk melakukan kerja-kerja inovatif dalam hidupnya. Hanya kerja yang hasilnya akan dilihat di hari kemudian. ”Maka barangsiapa yang berbuat kebajikan walau sebesar dzarroh niscaya akan dilihatnya. Demikian pula sebaliknya.”

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Keempat, Orang Beriman memandang waktu itu bukan sekedar uang atau materi, tetapi sesungguhnya adalah hidup itu sendiri. Uang jika hilang dapat tergantikan. Tapi ketika waktu telah berlalu, dia takkan menengok ke belakang.

Sejatinya berlalunya waktu sekaligus berarti berlalu rentang waktu kehidupan seseorang. Maka berlalunya waktu dapat dikatakan sebagai kematian seseorang pada rentang waktu yang berlalu itu.

Karenanya orang beriman tidak akan menyia-menyiakan waktunya. Setiap detik baginya adalah detak jantung kehidupannya. Maka dia akan bersungguh-sungguh dalam menjaga dan menggunakan waktunya dengan sungguh-sungguh dan maksimal.

Lihat pula:  Imam Shamsi Ali: A Whisper to my Beloved Friends!

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Kelima, Dalam menggunakan waktu secara efektif itu Orang Beriman selalu memiliki ”akhirah oriented vision”. Maka segala gerak geriknya tak pernah terhenti dalam kebajikan.

Orang beriman akan selalu di jalan kebenaran untuk menebar kebajikan. Saya mengistilahkan iman itu bagaikan air. Tak pernah terhenti bergerak memberikan kesejukan dan kehidupan.

Itulah visi orang beriman. Onak dan duri perjalanan dunianya takkan menghentikan langkah kebaikannya. Tak peduli apa kata dan penilaian orang, selama dia yakin yang dilakukan itu adalah nilai kebajikan.

Kepeduliannya hanya ada pada nilai kebajikan dan ridho Dia Yang Menilai segala sesuatu tanpa kepentingan. Karena memang Dia ”Ahkamul Haakimiin”.

 

Imam Shamsi Ali, Pesantren Nusantara, 15 Agustus 2019

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Malam Terakhir Ramadan

  Oleh: Prof dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Inilah malam terakhirku bersama Ramadhan di tahun ini. Kubaca doa terkahir di malam...

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca berita yg beredar di media. Ketua Gugus Tugas Covid 19...

Must read

Takut Rezim, Tidur saja!

Oleh: KH. Tengku Zulkarnain Related Post: Hikma Sanggala, Mahasiswa martir...

Fikih Zakat

  Oleh: Ustadzah Erwinda Zakaria, Lc (Ummu Sumayyah) Related Post: Do'a...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you