Berita KNPB Serukan Papua Merdeka

KNPB Serukan Papua Merdeka

-

- Advertisment -

Viktor
Viktor Yeimo, Jubir KNPB

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Ribuan massa berkumpul di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (19/8/2019) sore, menyatakan sikap perlawanan sebagai buntut geruduk asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Hal ini terungkap dari video yang diunggah Nies Tabuni Channels di Youtube dengan judul: “Monyet”, Simbol Perlawanan Orang Papua. Dalam video tersebut, nampak turut hadir Gubernur Papua Lukas Enembe, dengan orasi Viktor Yeimo selaku Jubir Komite Nasional Papua Barat. (Lihat Videonya DISINI)

https://www.youtube.com/watch?v=_kwkmQx5aLY

Viktor Yeimo secara terang-terangan mengajak dan menggiring opini ribuan massa yang hadir agar keterikatan dengan Indonesia sebagai penjajah sudah saatnya disudahi. Menurutnya, Bangsa Papua selama ini mengalami penghinaan harkat dan martabat.

“Status Papua selama ini terjajah, dan dalam wilayah terjajah, penindasan dan rasial akan selalu ada. Selama ini Papua hanya dijadikan Boneka-nya Jakarta. Otsus habis, 19 tahun habis, saatnya Rakyat Papua harini berdaulat. Tidak ada solusi lain. Referendum di Papua Barat,” ujarnya.

Berikut ini kutipan Orasi Viktor Yeimo

Rakyat West Papua yang terhormat,

Saya dan rakyat saya lumpuhkan kota Jayapura, Manokwari, Sorong, Kaimana. Di Jayapura kami menuju dan duduki kantor Gubernur Papua dan Papua Barat bukan untuk mencari secuil harga diri dan martabat kami dalam kekuasaan NKRI. Karena kami tahu hal itu tidak akan pernah kami dapatkan di dalam NKRI.

Tujuan kami kesana adalah untuk mengajak Gubernur, DPRP, MRP, dan semuanya untuk bergerak keluar bersama rakyat Papua untuk menentukan nasip sendiri melalui referendum untuk kemerdekaan. Sebab hanya kemerdekaan yang mampu menempatkan harkat dan martabat bangsa Papua sejajar dengan bangsa-bangsa lain dunia.

Penghinaan monyet itu bagian kecil dari segala bentuk penginaan struktural di dalam kekuaan penjajah Indonesia. Rakyat elit Papua itu seperti babi yang hanya diberi uang untuk baku rampas sementara kewenangan, kebijakan dan kekhususan dipegang Jakarta. Itu penghinaan.

Hutan habis, tanah-tanah adat dirampas, kandungan mineral dirampok, rakyat adat digusur. Itu penghinaan. Lalu semua perdasi perdasus ditolak Jakarta itu penghinaan. Perda Miras Gubernur buat tapi TNI/Polri piara dan jadi pebisnis miras yang menyebabkan angka kematian Papua besar. Itu penghinaan.

Bupati Nduga, Gubernur Papua minta tarik operasi militer di Nduga, tapi Jakarta melalu Menhankam bilang “sontoloyo”, itu penghinaan. Semua sektir produktif di Papua dikuasai pendatang, itu penghinaan rasial. Jadi kolonialisme sudah dan akan terus menaru harga diri bangsa Papua seperti binatang.

Sikap rakyat Papua sudah jelas disampaikan tokoh adat, agama, pemuda, perempuan, Mahasiswa dan okp-okp, bahwa rakyat Papua ingin referendum untuk kemerdekaan. Bukan lain. Bukan maaf memaaf dalam kerangka NKRI.

Kami sampaikan tegas kemarin agar kademisi dan Gubernur dan elit-elit Papua berhenti gunakan isu perjuangan kemerdekaan Papua untuk tawar menawar Otsus Plus. Karena tidak ada masa depan Papua dalam NKRI. Karena Otsus sudah gagal dan digagalkan oleh Indonesia sendiri.

Gubernur, DPRP, MRP katakan teebuka bahwa 2021 Otsus habis dan kembalikan kepada rakyat Papua untuk menentukan. Dan itu sesuai dengan yang tertuang dalam UU Otsus Papua.

Saya sampaikan kepada rakyat West Papua, ini adalah musyawarah rakyat. Siapkan diri anda dengan satu sikap, suara dan tujuan menuju cita-cita kemerekaan demi harkat dan martabat kita.

Hidup rakyat Pejuang, Victor Yeimo

Usai melakukan orasi dan menyatakan aspirasi, ribuan massa pendemo juga melakukan aksi protes terhadap penangkapan 43 mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Rapid Test mulai Hari Ini di Makassar, Gratis!

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Sepekan terakhir ini ramai diviralkan Rapid Test di Makassar akan digratiskan, khususnya bagi mereka yang...

Pesan Dakwah Prof dr Veni Hadju: Sedekah Harian

  Oleh: Prof. dr. Veni Hadju Lihat pula: Beli Kesulitan dengan Sedekah PALONTARAQ.ID - "Apakah saya sudah bersedekah hari ini?" Pertanyaan ini...

Must read

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you