Terkait Penyerangan Muslim di Baltimore, Imam Shamsi Ali: Dampak Retorika Politik Donald Trump yang Rasis

an attack on a moslem civilian in baltimore

Foto: An attack on a moslem civilian in Baltimore, Amerika. (foto: cnn/*)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Tiga warga sipil tertangkap kamera menyerang seorang muslim lanjut usia di Albemarle Street, Baltimore City, Amerika, Rabu (27/7/2019), sekitar Pukul 05:53:21/AM, waktu setempat, berdasarkan video CCTV yang tersebar dan menimbulkan kemarahan tersebut.

Pihak berwenang di Baltimore mencari tiga tersangka sehubungan dengan serangan terhadap seorang pegawai sipil dari Departemen Kepolisian Baltimore yang ditangkap pada kamera pengintai dan memicu kemarahan tersebut.

Dari Pemberitaan CNN, video serangan terhadap muslim lansia di Baltimore tersebut dapat dilihat disini: https://www.cnn.com/videos/us/2019/07/27/baltimore-police-employee-assault-caught-on-camera-bpb-orig-vpx.cnn

Korban yang diperkirakan berusia 59 tahun itu, dapat dilihat dalam rekaman pengawasan yang melintasi Albemarle Street saat ia didekati oleh dua pria dan satu wanita, dua diantaranya menggunakan skuter. Rekaman itu memperlihatkan ketiganya menyerang pria itu, melepaskan headwear-nya, memukulinya dan kemudian, kata polisi, mengambil kunci mobilnya.

Polisi setempat, dari Siaran Persnya, mengungkapkan bahwa tersangka mencuri kendaraan korban, yang diparkir di blok yang sama, kata siaran pers polisi. Video itu membawa kemarahan di seluruh kota, termasuk dari Zainab Chaudry, Direktur Penjangkauan Maryland untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). “Penyerangan dan perampokan itu mungkin “kejahatan rasial yang mungkin terjadi di mana penutup kepala religius korban secara paksa dipindahkan sebelum dia dijatuhkan ke tanah,” ujar Zainab Chaudry.

Penyerangan terhadap warga sipil muslim Amerika di Baltimore City, Amerika. (foto: ist/palontaraq)

Penyerangan terhadap warga sipil muslim Amerika di Baltimore City, Amerika. (foto: ist/palontaraq)

Chaudry mencatat bahwa waktu serangan dan pakaian keagamaan korban menunjukkan bahwa ia mungkin telah kembali dari layanan doa pagi, sementara pernyataan polisi Baltimore tidak menggambarkan serangan itu sebagai kemungkinan kejahatan rasial.

Afiliasi CNN, WBAL, mengatakan bahwa korban, seorang teknisi laboratorium kriminal polisi, dibebaskan dari rumah sakit dan sedang dalam pemulihan di rumah. Kepolisian Baltimore menawarkan hadiah hingga $ 32.000 untuk kasus ini. Dari total itu, FBI dan ATF, yang telah bergabung dalam penyelidikan insiden tersebut, masing-masing mengeluarkan $ 5.000 untuk informasi tentang identitas masing-masing tersangka dalam video yang dirilis.

Metro Crime Stoppers memasang $ 2.000, kata rilis berita kepolisian Baltimore. Dan CAIR telah menawarkan $ 1.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan hukuman bagi para tersangka.

Sementara itu, Imam Komunitas Muslim di New York City, Shamsi Ali mengungkapkan bahwa hal ini, penyerangan dan penganiayaan muslim di Baltimore, sekali lagi ini bukti bahwa kebencian kepada komunitas Muslim di Amerika semakin meninggi.

“Salah satu penyebab utama yang kita ketahui adalah retorika politik Donald Trump yang memang rasis. Tapi kejadian seperti ini tidak akan mengintimidasi kami dan tidak menjadikan kami ketakutan. Sebaliknya kami jadikan sebagai motivasi untuk terus melanjutkan Dakwah memgenalkan Islam yang rahmatan lilalamin,” ujarnya.

“Kami akan terus berjuang hingga masanya Amerika sadar bahwa Islam dan nilai-nilai Amerika yang bagus itu saling melengkapi, bahkan se yaaa. Pada akhirnya Islam akan diterima sebagai kontribusi penting bagi Amerika yang lebih baik,” jelasnya. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response