Beranda Khazanah Siapa yang Merugi di Bulan Ramadan?

Siapa yang Merugi di Bulan Ramadan?

Akankah Ramadhan kembali datang menjumpai kita. (foto: madanitv)
Akankah Ramadhan kembali datang menjumpai kita. (foto: madanitv)

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i

Tulisan Sebelumnya: Menjemput Berkah “Lailatul Qadr”

PALONTARAQ.ID – Akhirnya sampai juga kita di penghujung Ramadhan, bulan agung, bulan penuh keberkahan, bulan dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, bulan dimana setan-setan dibelenggu, bulan berlimpah pahala, bulan peningkatan iman dan taqwa, bulan al-Qur’an, dan bulan dimana terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Selayaknya dengan keistimewaan dan keberkahan yang dilekatkan pada Bulan Ramadhan, setiap muslim memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaannya. Demi mengejar keberkahan Ramadhan, seharusnya setiap muslim tidak ada menyia-nyiakan  untuk sekadar ngobrol, ghibah, namimah, akhlak yang buruk dan bermalas-malasan dari ketaatan.

Ramadhan pada akhirnya pergi dan itu sebuah keniscayaan. Maka merugilah setiap muslim yang tidak memanfaatkan Ramadhan berbagi dan peduli, memperbanyak amal ibadah, tilawah al-Qur’an, qiyamul lail, mengaji dan mengkaji ilmu, i’tikaf, berbagi dan peduli dengan zakat, infaq dan sedekah, dan lain sebagainya.

Mereka yang lupa dan lalai dari meningkatkan iman dan taqwa selama bulan Ramadhan, maka mereka itulah yang termasuk Orang-orang yang merugi. Siapa yang merugi di Bulan Ramadhan itu? Berikut ini penulis merincinya dari terjemahan artikel, “al-Khosiruna fi Ramadhan”, yaitu:

Pertama, Mereka yang berpuasa tidak dengan iman dan ihtisab. Mereka berpuasa karena riya’ atau hanya mengikuti kebiasaan. Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya:
“Barangsiapa yang berpuasa karena Iman dan Ihtisaban maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 38)

Mafhum mukhalafah dari hadist ini bahwa siapa yang berpuasa bukan karena iman dan ihtisab maka tidak diampuni Dosa-dosanya yang lalu.  Pertanyaannya, “Jika seseorang tidak diampuni lantaran bulan Ramadhan, kapan dia akan diampuni?”

Kedua, Mereka yang meninggalkan sholat malam karena malas dan merasa berat untuk menjalankan ketaatan. Mereka menyia-nyiakan kesempatan untuk diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, mereka menyia-nyiakan waktu-waktu yang paling afdhol? Jika mereka tidak memanfaatkan waktunya di bulan Ramadhan, maka kapan lagi ada musim kebaikan dan dilipatkannya derajat.

Ketiga, Mereka yang senantiasa berakhlak buruk. Puasa mereka tidak mencegahnya dari melakukan hal-hal yang diharamkan. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda:

 

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

 

Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengerjakannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. al-Bukhari no. 5710)

Keempat,  Mereka yang menyia-nyiakan waktu-waktu bulan mulia ini untuk tidur dan kelalaian, berleha-leha, mendengarkan musik, menonton yang dimurkai Rabb pemilik langit dan bumi. Merekalah yang rugi di bulan Ramadhan. Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa  Rasulullah SAW bersabda:

 

رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش، ورب قائم حظه من قيامه السهر

 

Artinya:
“Betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam hanya begadang saja.” (HR. Ahmad no. 8843)

Bukankah seluruh amalan itu hanya akan ditimbang jika diketahui. Allah SWT berfirman:

 

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

 

Artinya: “Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak tahu. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggung-jawaban.” (Qs. Al-Isra : 36)

 

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى

 

Artinya:
“Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah melihat segala perbuatannya.” (QS. Al-Alaq : 14)

Kelima, Mereka yang menyia-nyiakan sholat dan enggan berjamaah di masjid. Mereka juga orang-orang yang merugi di bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman:

 

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

 

Artinya:
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan sholat dan menuruti hawa nafsu. Mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Keenam, Mereka yang merusak puasanya dengan sengaja membuatnya batal seperti jima’, makan dan minum, istimna’, atau perusak pahala puasa seperti dusta, ghibah, namimah, hasad, mengejek, menghina, berkata kotor, tabarruj dan sebagainya. Itu semua disebabkan lemahnya iman dan kurang dekatnya kepada Allah.

Ketujuh, Mereka yang bersemangat di awal Ramadhan, berniat taubat dan istiqomah, kemudian berhenti karena lemah semangat, lalu berpaling dari niatnya itu dan hilang tak berbekas, serta mulai membiasakan senda gurau dan sia-sia.

Kedelapan,  Mereka yang meninggalkan al-Qur’an di bulan Ramadhan, tidak membacanya, tidak mempelajari maknanya, tidak merenungi maknanya. Allah SWT berfirman:

 

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

 

Artinya:
“Apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an atau hati mereka terkunci?” (Qs.Muhammad: 24)

Kesembilan,  Mereka yang kikir dengan hartanya untuk infak di jalan Allah, tidak memberikan makanan pada yang lapar, tidak memberikan buka yang puasa, tidak memberikan pakaian orang yang tidak punya pakaian, tidak ikut beramal baik. Allah SWT berfirman:

 

هَاأَنتُمْ هَؤُلَاء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ

وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء

 

Artinya: “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) di jalan Allah. Maka diantara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah lah yang Maha Kaya sedangkan kamu lah orang-orang yang berharap (kepada-Nya). Jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.” (QS. Muhammad : 38)

Merekalah kaum yang merugi disebabkan mereka tidak memanfaatkan waktu-waktu mereka dan tidak bersegera kepada ridha Allah. Semua itu dilarang, hendaknya mereka sadar bahwa kelalaian mereka terhadap waktu akan dimintai pertanggung-jawaban. Dari Abu Hurairah ra : dari Nabi SAW bersabda:

 

ما جلس قوم مجلساً لم يذكروا الله فيه، ولم يصلوا على نبيهم؛

إلا كان عليهم ترة، فإن شاء عذبهم، وإن شاء غفر لهم

 

Artinya: “Tidaklah suatu kaum bermajelis yang tidak disebut nama Allah di dalamnya dan tidak bersholawat atas Nabi, kecuali penyesalan atas mereka. Jika Dia berkehendak, Dia pasti menyiksanya. Jika Dia berkehendak, Dia mengampuninya.” (HR. at-Tirmidzi no. 3380)

Betapa banyak manusia terlewatkan dengan kesempatan ini. Maka hendaklah kita berdoa kepada Allah SWT agar amal-amal kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah. Bertakwalah kepada Allah dan jangan menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...