Diduga banyak Kecurangan Pilpres, Saksi 02 Tidak Tandatangani DC1 Di Jatim

Rapat Pleno Terbuka KPU Jatim. (foto: ist/palontaraq)

Rapat Pleno Terbuka KPU Jatim. (foto: ist/palontaraq)

PALONTARAQ.ID, SURABAYA – Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Pemilu 2019 tingkat provinsi Jawa Timur yang berlangsung dari tanggal 5-11 Mei, dinyatakan telah rampung di Hotel Singgasana, Surabaya, Sabtu (11/5/2019). Hasilnya, paslon nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam perolehan suara di Jatim, paslon 01 mendapat suara sebesar 16.231.668 dengan presentase 65,7%. Sementara paslon 02 mendapat 8.441.247 dengan presentase 34,3%. Total suara di Jatim mencapai 25.511.241 pemilih, dengan suara tidak sah sebesar 838.326.

Dalam rekapitulasi yang berlangsung sejak tanggal 5-11 Mei ini, Paslon 01 dinyatakan unggul di 32 kabupaten dan kota di Jatim, sementara  Paslon 02 dinyatakan hanya unggul di 6 daerah. “Dari total 25.511.241 pemilih yang menggunakan hak pilihnya,  suara untuk paslon 01 itu ada 16.231.668 sedangkan paslon 02 ada total 8.441.247,” kata Ketua KPU Jatim Choirul Anam.

Anam menambahkan jumlah partisipasi pemilih di Pemilu 2019 cukup tinggi. Partisipasi pemilih disebut melampaui target nasional. “Tingkat partisipasi pemilih kita hitung ada 82,5% diatas target nasional 77,5%. Jadi, antusiasme masyarakat datang ke TPS sangat tinggi ya,” imbuh Anam.

Selanjutnya, Anam mengatakan pihaknya akan bertolak ke KPU RI untuk melakukan proses rekapitulasi tingkat nasional pada 12 hingga 13 Mei.  “Mungkin akan berangkat tanggal 12 atau maksimal tanggal 13 ke KPU RI untuk melakukan proses rekapitulasi jenjang berikutnya, rekapitulasi nasional di KPU RI di Jakarta,” pungkasnya.

Lihat juga:Pemilu 2019 dan Potensi Lenyapnya Negara Indonesia

Hasil Rekapitulasi Tingkat Provinsi  Jawa Timur untuk Pilpres 2019

Di  Kediri (Kota), Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 143.991 suara (78,71 %), Prabowo-Sandi: 38.955 suara (21,29 %).

Di Blitar (Kota), Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 73.660 suara (77,74 %), Prabowo Sandi: 21.086 suara (22,26 %)

Di Pasuruan (Kota), Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 71.351 suara (56,95 %), Prabowo-Sandi: 53.943 suara (43,05 %).

Di Mojokerto (Kota):  Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 60.858 suara (71,03 %), Prabowo-Sandi: 24.819 suara (28,97 %).

Di Madiun (Kota), Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 84.998 suara (71,39 %), Prabowo-Sandi: 34.069 suara (28,61 %).

Di Batu (Kota), Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 101.288 suara (74,06 %), Prabowo-Sandi: 35.470 suara (25,94 %)

Di Probolinggo (Kota),  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 85.184 suara (58,50 %),  Prabowo-Sandi: 60.431 suara (41,50 %)

Di Nganjuk,  Joko Widodo -Ma’ruf Amin : 541.179 suara (80,40 %),  Prabowo-Sandi: 131.953 suara (19,60 %),

Di Ngawi,  Joko Widodo-Ma’ruf Amin : 424.178 suara (78,11 %),  Prabowo-Sandi: 118.860 suara (21,89 %).

Di Bojonegoro,  Joko Widodo-Ma’ruf Amin : 560.695 suara (67,22 %),  Prabowo-Sandi: 273.461 suara (32,78 %)

Di Tuban,  Joko Widodo -Ma’ruf Amin : 533.704 suara (73,13 %),  Prabowo-Sandi: 196.103 suara (26,87 %)

Di Lamongan, Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 515.751 suara (64,63 %),  Prabowo-Sandi: 282.300 suara (35,37 %).

Di Gresik, Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 506.307 (66,72 %),  Prabowo-Sandi: 252.515 suara (33,28 %).

Di Lumajang,  Joko Widodo -Ma’ruf Amin : 386.281 suara (59,28 %),  Prabowo-Sandi: 265.333 suara (40,72 %).

Di Pacitan, Joko Widodo-Maruf Amin : 116.196 suara (33,49 %),  Prabowo-Sandi: 230.810 suara (66,51 %).

Di Ponorogo,  Joko Widodo -Ma’ruf Amin : 422.016 suara (71,68 %),  Prabowo-Sandi: 166.716 suara (28,32 %),

Di Trenggalek,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 351.868 suara (77,01 %), Prabowo-Sandi: 105.036 suara (22,99 %),

Di Tulungagung,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 550.644 suara (81,83 persen), Prabowo-Sandi: 122.250 suara (18,17 %),

Di Blitar, Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 638.096 suara (85,21 %),  Prabowo-Sandi: 110.751 suara (14,79 %),

Di  Kediri,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 815.883 suara (82,50 %),  Prabowo-Sandi: 173.098 suara (17,50 %)

Di Jember,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 891.208 suara (64,82 %),  Prabowo-Sandi: 483.786 suara (35,18 %).

Di Banyuwangi,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 711.117 suara (72,22 %),  Prabowo-Sandi: 273.543 suara (27,78 %).

Di Bondowoso,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 213.887 suara (43,51 %),  Prabowo-Sandi: 277.677 suara (56,49 %).

Di Situbondo, Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 202.789 suara (49,87 %),  Prabowo-Sandi: 203.812 suara (50,13 %).

Di Probolinggo, Joko Widodo – Ma’ruf Amin 431.273 (60,70 persen), Prabowo-Sandi : 279.196 (39,30 %).

Di Pasuruan,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 589.372 (60,91 %),  Prabowo-Sandi: 378.130 (39,09 %).

Di Sidoarjo,  Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 817.853 (69,98 %), Prabowo-Sandi : 350.788 (30,02 %).

Di  Mojokerto, Joko Widodo-Ma’ruf Amin : 531.637 (76,30 %), Prabowo-Sandi: 165.131 (23,70 %).

Di Jombang, Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 615.972 (76,63 %), Prabowo-Sandi: 187.763 (23,37 %).

Di Kabupaten Madiun, Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih suara 333.938 suara (74,64 %), Prabowo-Sandi: 113.418 suara (25,36 %).

Di Magetan, Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 286.038 (67,71 %), Prabowo-Sandi: 136.383 (32,29 %)

Di Kota Malang (Kota), Joko Widodo-Ma’ruf Amin : 345.695 (67,29 %), Prabowo-Sandi: 168. 001 (32,71 %).

Di  Surabaya,  Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin : 1.124.966 (70,16 %), Prabowo-Sandi: 478.439 (29,84 %)

Di Malang (Kabupaten), Joko Widodo-Ma’ruf Amin 1.179.241 (75,33 %), Prabowo-Sandi 386.001 (24,67 %).

Di  Bangkalan, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 440. 129 (57,74 %), Prabowo-Sandi 322.131 (42,26 %)

Di Sampang, Suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin 187.189 (24,70 %), Prabowo-Sandi 570.597 (75,30 %)

Di Pamekasan, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 102.931 (16,22 %), Prabowo-Sandi 531.561 (83,78 %)

Di Sumenep, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 242.305 (35,67 %), Prabowo-Sandi 436.931 (64,33 %).

Protes Saksi BPN Prabowo-Sandi

Proses Rekapitulasi Perhitungan Suara di tingkat Propinsi Jawa Timur memang telah selesai, namun masih menyisakan pertanyaan besar. Saksi Abdul Halim selaku saksi paslon 02 mengaku tidak menerima dan tidak ikut bertanda tangan dalam dokumen hasil  Rapat rekapitulasi KPUD Prov Jatim di hotel Singgasana Surabaya yang berakhir sore Sabtu 11 Mei 2019 pukul 16.25. WIB.

Lihat juga: Mabuk Keajaiban

Hal ini diungkapkannya, mengingat banyaknya keberatan dalam Rapat Rekapitulasi Penghitungan Suara yang tidak digubris oleh KPU Jatim, di antaranya sebagai berikut:

1. Saksi dari BPP Prabowo Sandi sudah meminta dokumen C7 (Daftat hadir peserta pemilu di TPS-TPS) dan dokumen A5 (Surat pindah), tapi tidak digubris oleh KPU. Kami meyakini dokumen ini dihilangkan atau akan direkayasa.

2. Banyaknya orang gila dan disabilitas yang jumlahnya baru diketahui pada saat perhitungan di kabupaten.

3. Banyaknya migrasi peserta pemilu yang tidak dilengkapi surat pindah.

4. Kami menduga telah terjadi pergantian kotak suara dengan surat suara , C1 Plano dan daftar hadir akan dibuang atau diganti baru.

5. Pergeseran/perubahan nilai/hasil rekap terjadi pada saat perpindahan dari TPS menuju Ke Rekap di tingkat kecamatan. Ada juga beberapa kabupaten malah terjadi dari hasil rekap di kecamatan menuju ke kabupaten.

6. Rekomensasi bawaslu kota surabaya untuk melakukan penghitungan suara ulang di 8.146 TPS tidak dilakukan sepenuhnya karena adanya intimisasi.

Kalau di kota surabaya saja terjadi penggelembungan suara, bagaimana dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Sebagai bentuk protes tersebut,  Saksi Paslon 02 menyatakan TIDAK MENANDATANGI berkas DC 1 .

Lihat juga: Kenapa Negara Enggan Menguak Misteri Kematian Ratusan Petugas KPPS?

Hasil Pemilu yang Aneh

Penghitungan suara di jatim jika dibandingkan antara hasil Pilpres 2014 dan 2019 di jawa timur, maka didapatkan hasil bahwa Suara untuk Prabowo di Pilpres 2014 (10.277.088), sedang di Pilpres 2019 (8.441.247).

Jadi ada penurunan suara sebanyak  1.8 juta suaraSuara untuk Jokowi di Pilpres  2014 (11.669.313), sedang di Pilpres 2019 ( 16.231.668), ada kenaikan sebesar 4.5 juta suara. Menakjubkan bukan?

Dari hasil perolehan suara tersebut, maka perbandingan selisih suara jokowi vs prabowo, yaitu di Pilpres 2014 = 1.392.225 Suara, sedang di Pilpres 2019 = 7.790.441 Suara. Sementara Perbandingan suara SAH di 2014 = 21.946.201 suara sah, di 2019 = 24.712.915 suara sah. Suara Sah Naik 2.7 jutaan, Hebat bukan?

Jadi, wajarlah banyak pengamat Pemilu mengatakan bahwa Pemilu secara nasional, pertarungannya di Jawa Timur. Partisipasi pemilih tembus diatas target dengan kenaikan angka sampai 5%, dan dari situlah suara SAH di 2019 pun bertambah lebih banyak 2.7 juta seperti diatas..

Lihat juga: Pak Prabowo, Anda Pasti Tahu Cara Menghadapi Perampok!

Nah, uniknya, menurut BPN, Apa mungkin dari kenaikan jumlah partisipasi pemilih sebesar 2.7 juta orang itu semuanya pilih jokowi? “Apa mungkin tidak ada satu digitpun suara masuk ke Prabowo? Parahnya lagi, Suara Prabowo malah turun 1.8 juta? Masuk Akalkah? karena kenaikan suara untuk Jokowi di tahun 2019 begitu drastis, yakni sebesar 4.5 juta suara. Lalu dari mana 4.5 juta suara itu?” ujar sumber Palontaraq di BPN.

Sementara itu,  seperti dikutip di IG Hot News21, mengungkapkan kejanggalan itu. “Hitungan sederhananya adalah Pertama, dari 1.8 juta suara Prabowo yang berkurang. Kedua,dari partisipasi pemilih ekstra sebesar 2.7 juta suara, maka hasilnya 4.5 juta suara.  Nah, Pas kan? Ini baru Jawa Timur, belum Jawa Tengah. Melihat jumlah partisipasi pemilih yang naik drastis di 2019, saya kok jadi inget berkarung-karung surat suara tercoblos di malaysia. Kalau selisih suara dari lumbung 01 makin lebar,maka kemenangan 02 di provinsi lain tertutup”.  (*)

Like it? Share it!

Leave A Response