Pilpres H-1, Google Trends: Prabowo Kalahkan Jokowi

by Kontributor Palontaraq | Selasa, Apr 16, 2019 | 139 views
Ilustrasi: Hersubeno Arief

Ilustrasi: Hersubeno Arief

Oleh:  Hersubeno Arief, Pemerhati Sosial Politik

Dari data Google trends diketahui Jokowi menang di wilayah yang dihuni oleh mayoritas non muslim. Namun jaraknya tidak terlalu jauh hanya sekitar 1-10 persen. Angka tertinggi 10 persen di Bali.

H-1 Pilpres 2019 big data menunjukkan Prabowo akan mengalahkan Jokowi. Melihat hasil perbandingan minat pencarian kepada kedua kandidat di Google, Prabowo lebih banyak dicari 100 berbanding dengan Jokowi 90. (data google trends puckel 17.15)
Interest over time

Google adalah mesin pencari big data yang paling akurat dan dipakai oleh para pengguna internet di seluruh dunia, kecuali Cina. Sebagai data yang terbuka dan real time akurasinya sangat teruji.

Lihat juga: Momentum Ustadz Abdul Somad

Berdasarkan data Selasa (16/4) pukul 16.47 WIB Prabowo unggul hampir di semua provinsi. Di Sumatera perbandingannya rata-rata Prabowo 60 persen – Jokowi 40 persen.

Di Kalimantan kisaran angkanya 56 persen – 44 persen. Di Sulawesi perbandingan keduanya ada di kisaran 52 persen-48 persen. Di Banten 55 persen – 45 persen, DKI 53 persen – 47 persen, Jawa Barat 56 persen – 44 persen, DI Yogyakarta 53 persen – 47 persen, Jawa Tengah 50 persen – 50 persen, Jatim 52 persen – 48 persen.

NTB 57 persen – 43 persen. Papua-Barat 50 persen – 50 persen. Prabowo kalah tipis di Papua, Bali, NTT, Sulawesi Utara.

Dari data Google trends diketahui Jokowi menang di wilayah yang dihuni oleh mayoritas non muslim. Namun jaraknya tidak terlalu jauh hanya sekitar 1-10 persen. Angka tertinggi 10 persen di Bali.

Lihat juga: Suara Langit bertemu Kehendak Rakyat

Data Google trends ini cukup mengagetkan karena Prabowo sudah unggul di Jatim dan sudah seimbang di Jateng. Selama ini Jateng dan Jatim merupakan kantong suara Jokowi.

Menangnya Prabowo di hampir seluruh provinsi menunjukkan isu-isu yang mendiskreditkan Prabowo seputar Islam radikal dan khilafah hanya mempan di komunitas non muslim. Sebaliknya di kalangan Islam moderat seperti Jateng dan Jatim ternyata sama sekali tidak ngefek.

Yang juga cukup menarik, kampanye massif di media sosial masuknya Jokowi dan keluarga ke dalam Ka’bah tidak terlalu menarik perhatian para pengguna internet.

Kata kunci “Jokowi Cium Hajar Aswad” hanya menempati peringkat ketiga di bawah “Video Habib Rizieq Dukung Jokowi,” dan berita “Habib Rizieq Dukung Jokowi.” (data pukul 16.47 saat tulisan ini dibuat)

Video maupun berita Habib Rizieq Shihab dukung Jokowi merupakan hoax dan video editan. Di kalangan netizen berita Jokowi dan keluarga masuk Ka’bah malah menuai sentimen negatif. (*)

 

(* Hersubeno Arief

SUMBER:  DISINI

Like it? Share it!

Leave A Response