UAS Dukung dan Nasehati Prabowo

Ustadz Abdul Somad dan Capres 02 Prabowo Subianto. (foto: ist/palontaraq)

Ustadz Abdul Somad dan Capres 02 Prabowo Subianto. (foto: ist/palontaraq)

Laporan:  Muhammad Farid Wajdi

DA’I kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS) resmi menyatakan dukungannya ke Capres 02, Prabowo Subianto. Hal ini diketahui dari video viral Perbincangan Prabowo Subianto dengan UAS.

Dalam video tersebut, UAS mengungkapkan besarnya dukungan dan harapan umat kepada Prabowo. Di berbagai ceramahnya di seluruh Indonesia, UAS mengungkapkan seringkali disambut ribuan jamaahnya dengan acungan dua jari sebagai simbol dukungan terhadap Capres-cawapres 02, Prabowo-Sandiaga.

Besarnya dukungan terhadap Prabowo tersebut dilihat UAS semakin tak terbendung. “Dari Aceh, hingga Madura, sampai Sorong (Papua) dukungan tersebut ia saksikan. Saya lihat ini umat berharap besar kepada Bapak (Prabowo),” ujar UAS yang duduk satu meja berdua dengan Prabowo di suatu tempat yang tidak disebutkan.

Lihat juga:Ustadz Abdul Somad, Da’i sejuta Viewers

Dukungan UAS kepada Prabowo didasari antara lain oleh dukungan para ulama dan umat, terkhusus pada Ijtima Ulama di Jakarta beberapa waktu. Dalam Ijtima tersebut, para ulama bersama umat dan tokoh nasional menyampaikan dukungan mereka kepada capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilpres 2019.

UAS mengingatkan Prabowo bahwa dukungan umat dan ulama merupakan amanah bagi sang calon pemimpin tersebut. “Ada dua dukungan, ulama dan umat,” ujarnya kepada Prabowo dalam video eksklusif yang disiarkan live di TVOne, Kamis (11/04/2019).

Lihat juga: Mengapa Ustadz Abdul Somad harus Dicekal?

Prabowo pun bertanya kepada UAS, apa yang harus ia lakukan dalam menyongsong Pilpres 2019 yang semakin dekat. UAS menjawab dengan membuat sebuah perumpamaan, “Buah durian kalau hanya sekadar berputik, orang cuek. Tapi kalau dia sudah berbuah, harum, ranum, ada orang akan ngelempar, monyet akan naik. Sekarang buahnya sedang harum, mekar, Bapak (Prabowo agar) tabah, kuat, serahkan pada Allah. La haula wala quwwata illa billah. Ini jihad yang paling besar, jihad menjadi pemimpin,” ungkap UAS.

Prabowo lantas meminta lagi pesan-pesan berikutnya dari UAS. Diminta begitu, UAS pun mengaku bahwa awalnya ia belum memantapkan dukungannya kepada Prabowo, sebab ia khawatir tertipu. Sebagai contoh, misalnya ketika melihat tongkat pada sungai yang jernih, tongkat tersebut terlihat bengkok. Padahal, sebenarnya tongkat itu lurus. “Mata bisa menipu,” kata UAS.

Oleh karena itu, UAS pun menemui banyak ulama lainnya. UAS mengungkapkan, yang mendukung Prabowo bukan cuma ulama-ulama yang populer dan sering tampil di media sosial maupun media massa. Dukungan terhadap Prabowo juga datang dari banyak ulama-ulama yang tidak terkenal tapi UAS meyakini kharisma sosok-sosok ulama tersebut.

“Saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. Ulama yang tidak dikenal orang, tapi mata batinnya bersih, Pak. Allah bukakan hijab kepada dia, ini ulama-ulama yang tidak perlu materi, mungkin Bapak tidak kenal dia,” tutur UAS yang memakai baju koko putih kepada Prabowo yang mengenakan baju safari coklat. Keduanya seragam berpeci hitam.

Kepada ulama tidak masyhur tersebut, UAS mendatanginya dan mendekatkan telinganya kepada sang ulama. “Apa kata dia, ‘saya mimpi lima kali ketemua dia’. Saya tanya, ‘siapa?’ (Dijawab) ‘Prabowo!’,” tuturnya. UAS menjelaskan kalau mimpi satu kali boleh jadi dari setan. “(Tapi ini) lima kali dia mimpi, dia lihat Bapak. Signal dari Allah,” ungkapnya.

UAS pun mencari ulama tidak terkenal lainnya di tempat lain, ulama yang tidak viral di media sosial seperti dirinya. Misalnya, pada suatu tempat yang didatangi, ada seorang ulama yang oleh UAS dinilai unik.

“Ini unik, aneh. Dia tidak mau makan nasi kalau berasnya dibeli di pasar. (Mau yang) berasnya ditanam sendiri. Kalau kalau dibeli di pasar, riba. Dia hanya mau minum kalau sumurnya digali di sumur sendiri. Dan (ulama itu) tidak mau menerima tamu perempuan,” tuturnya.

Sebelum bertemu ulama tersebut pun, UAS mengaku sempat khawatir jangan-jangan ia tidak diterima. “Khawatir saya begitu datang ke sana ternyata (dia bilang) ‘Somad, niatmu tidak baik, pulang!”. Malu ustadz,” tuturnya seraya tertawa. “Tapi saya tetap nekad datang.”

Dalam pertemuan itu pun, selama setengah jam UAS dan ulama “unik” tersebut berbicara empat mata. “Di akhir pertemuan pas mau pulang, dia bilang, ‘Prabowo!’,” ungkapnya.

Lihat juga: UAS: Sombong kepada Orang Sombong, itu Sedekah!

UAS pun mengungkapkan bahwa setelah menyampaikan nasihat dan uneg-unegnya tersebut, UAS mengaku sudah lega, “Plong!” ungkapnya. Terkait dengan dirinya, UAS berharap dua hal. “Pertama, (jika Prabowo menang) jangan bapak undang saya ke Istana. (Biarkan saya berdakwah) masuk hutan ke hutan. Yang kedua, jangan bapak beri saya jabatan, apapun itu.”

Terakhir, UAS lantas memberikan hadiah kepada Prabowo yakni minyak wangi dari kayu gaharu dan tasbih dengan batu asal Persia, yang dibelinya di Tanah Suci Madinah.

“(Minyak wangi) simbolnya supaya Bapak menebarkan keharuman untuk negeri ini, Bapak harum semerbak. (Adapun dengan) tasbih, tidak bisa hati bapak kosong. Bapak harus banyak berzikir. (Ini) tasbih kesayangan saya,” ungkapnya.

Prabowo pun tampak terharu mendapat nasihat dan hadiah dari UAS. Mata Prabowo terlihat berkaca-kaca dan beberapa kali menyeka air matanya. “Begini ulama (pada) ijtima berkumpul, dan umat menyambut, ini amanah ini sedang di pundak Bapak, Bapak adil, adil,” pesan UAS seraya mendoakan semoga Prabowo menjadi pemimpin yang amanah dan adil.

Paska viralnya Pertemuan UAS dengan Prabowo tersebut seketika disambut netizen dan menjadi viral. Di media sosial ramai tagar #UASPilihPrabowo dan dukungan UAS tersebut menjadi trending topic.

Like it? Share it!

Leave A Response