Silsilah Raja-Raja Tanete

by Penulis Palontaraq | Senin, Apr 1, 2019 | 120 views
Portret van de Vorstin van Tanette met haar familie (Sumber COLLECTIE TROPENMUSEUM)

Portret van de Vorstin van Tanette met haar familie (Sumber:  COLLECTIE TROPENMUSEUM)

Oleh:  M. Farid W Makkulau

Tulisan Sebelumnya:  Menelisik Sejarah Kelahiran Pemerintah Kabupaten Barru

KABUPATEN Barru dahulunya adalah wilayah beberapa kerajaan. Salah satunya adalah Kerajaan Tanete, yang sebelumnya bernama Pujananting kemudian menjadi Agangnionjo. Pada sekitar Abad XVII disebut Agangnionjo konon karena letaknya strategis dan selalu dilewati orang dari daerah lain. Dalam Bahasa Makassar, Agang berarti jalanan, sedang nionjo artinya dijejak, diinjak atau dilewati.

Kerajaan Agangnionjo (Tanete) mulai berdiri disekitar Abad XVI dengan Raja pertama Datu Golla’E, merupakan kemanakan dari Raja Gowa X. “Sampai pada Daeng Sinjai, Raja ke tujuh, nama Kerajaan Tanete masih Kerajaan Agangnionjo.” (Mattalatta, 2003: 24). Nanti pada Raja selanjutnya yaitu Petta Tomaburu Limmanna, Kerajaan Angangnionjo berubah nama menjadi Kerajaan Tanete.

Lihat juga: Menelusuri Obyek Wisata Sejarah Budaya di Barru

Dimasa pemerintahan Hindia Belanda dibentuk Pemerintahan Sipil Belanda dimana wilayah Kerajaan Barru, Tanete dan Soppeng Riaja dimasukkan dalam wilayah Onderafdeeling Barru yang bernaung dibawah Afdeeling Parepare, sedang ketiga bekas kerajaan diberi status sebagai Selfbestuur (Pemerintahan Kerajaan Sendiri) yang mempunyai hak otonom untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri.

Berikut ini Silsilah Raja-raja Tanete, yaitu:
1.   Tosangiang (Tomanurung) atau Datu Gollae, diduga merupakan Karaeng Segeri dan diperkirakan memerintah awal Abad XVI.
2.   Pangara Wampang Puang Lolo Ujung. Lazim disebut Puang Loloe (II)
3.   To MatinroE Ribuku Jurunna. (III)
4.   Datu Ngaseng (IV)
5.   Daeng Majannang (V)
6.   Torijallo Riadennenna (VI)
7.   Daeng Sanjai (VII)
8.   Petta Tomaburu Limanna (VIII). Di masa kekuasaan Raja ini, perubahan nama dari Kerajaan Agangnionjo menjadi Kerajaan Tanete.

Lihat juga:  Fragmen Sejarah Barru:  Tentang Petta Tomaburu Limmanna

9.   Petta Pallase’ Lase’e (IX)
10.  Matinroe Ri bulianna (X)
11.   La Waru Daeng Mattepu atau yang dikenal Daeng Matulung (XI)
12.  La Sulo Daeng Mattajang (XII)
13.  Datu Tanete We Patteketana Daeng Tanisanga. Lebih dikenal dengan nama Daeng Tennisangnga (XIII). Beliau menikah dengan To PalagunaMatinrowe ri Langkana, putera Setiaraja, Raja Luwu XXI. Dan juga menikahi La Temmu Page orangtua La Mallarangeng Datu Lompulle
14.  Sultan Fahruddin Latenrioddang atau yang lebih dikenal dengan nama Daeng Matinring (XIV)
15.  We Tenrileleang Petta Matinroe Risoreang. Juga Payung Ri Luwu.
16.  La Madussila Datu Tanete To Appangewa Petta Matinroe Ri Dusun (1824).
17.  La Patau Datu Tanete Karaeng Tanete Petta Matinroe Salo Moni (1824-1844).
18.  Daeng Tennisangnga (XVIII)
19.  La Rumpang Megga Dulung Lamuru (1844-1856)
20.  Sitti Aisyah We Tenriolle (1856-1910).
21.  We Pancaitana BungawaliE Arung Pancana (1910-1926)
22.  We Pattekke Tana Arung Lalolang (1926-1927)
23.  Andi Baso Latenrisessu Datu Bakke (1927-1950)
24.  Andi Iskandar Oenroe (XXIV)

 

Demikian. Semoga bermanfaat adanya. (*)

 

 

 

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response