Arti Angka 23 Bulan 3 bagi Orang Soppeng

Pintu gerbang Kabupaten Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Pintu gerbang Kabupaten Soppeng. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  M. Farid W Makkulau

Tanggal 23 Maret yang akan datang, Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Soppeng merayakan hari jadi daerahnya yang ke- 758 Tahun. Soppeng merupakan salah satu kabupaten dalam lingkup Propinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Soppeng memiliki luas wilayah 1.359,44 km2, terletak pada depresiasi Sungai Walanae yang terdiri dari daratan dan perbukitan dengan luas daratan ± 700 km2 serta berada pada ketinggian rata-rata antara 100-200 mdpl. Ibukota Kabupaten, Watansoppeng ,  berada pada ketinggian 120 mdpl.

Apa sebetulnya Makna Angka 23 Bulan 3 itu bagi To Soppeng (Orang Soppeng). Berikut ini penjelasan singkat tentang makna kedalaman latar belakang di tetapkannya tanggal 23 Maret sebagai hari dan bulan Ulang Tahun Kabupaten Soppeng.

Secara maknawi, arti dari pemakaian tanggal angka 2 dan 3 (23) itu dari pemikiran budaya dan tinjauan kesejarahan Soppeng pada saat berlangsungnya Seminar Sejarah, Tanggal 11 Maret 2000, dalam rangka penetapan Hari Jadi Kabupaten Soppeng.

Baca juga: La Temmamala dan Usia Kedatuan Soppeng

Kedua angka ini, 2 dan 3 (23) dimaknai memiliki sejarah dan filosofi yang dalam, yaitu bahwa Angka dua (2) menunjukkan dua Kedatuan, Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja, dua Tomanurung, Tomanurungnge ri Sekkanyili dan Tomanurungnge ri Gorie, dua Cakkelle (Burung Kakatua) yang memperebutkan setangkai padi, yang merupakan petunjuk para matoa hingga menemukan Tomanurungnge, dua Pegangan Hidup, yaitu kejujuran dan keadilan, dua Hal yang tidak bisa dihindari yaitu nasib dan takdir, dan dua “tanranna namaraja tanaE”, yaitu pemimpin harus jujur dan pintar serta masyarakat hidup aman, tentram dan damai.

Angka tiga (3) menunjukkan adanya perjanjian tiga kerajaan besar antara Bone, Soppeng dan Wajo (TellumpoccoE), “Taring Tellu”, yang menunjukkan tempat bertumpu yang sangat kuat dan stabil, “Tellu riala Sappo” (Taue ri Dewatae, Taue ri Watakkale, Taue ri Padatta Rupatau), dan “Tellu Ewangenna Lempue” (kejujuran, kebenaran dan keteguhan).

Pemilihan Angka 23 juga jika digabung, dimaknai sebagai “Dua Tellu”, yang artinya murah rezeki, “Dua temmasarang, Tellu Temallaiseng”, yang artinya Allah dan hambanya tidak pernah berpisah, Allah Malaikat dan hamba selalu bersama-sama, “Tellu Dua Macciranreng, Tellu-Tellu Tea Pettu”, yang artinya berpintal dua sangat rapuh, berpintal tiga tidak akan putus serta pemaknaan “Mattulu Parajo Dua Siranreng Teppettu Sirangreng”, yang artinya tidak saling membohongi, nanti akan putus jika putus bersama.

Official_Logo_of_Soppeng_Regency

Lambang Daerah Kabupaten Soppeng (ist)

Selain itu, angka dua dan tiga jika ditambahkan akan menghasilkan makna, Pertama, jumlah kata dalam huruf karawi Lambang Daerah Soppeng, yang mengacu kepada pranata sosial: Ade’, Rapang, Wari, Bicara, dan Sara’. Kedua, jumlah Rukun Iman yang ada lima, Ketiga, jumlah sila Pancasila yang ada lima. Dan terakhir, jika angka dua dan tiga dikalikan akan dimaknai sebagai upaya penghayatan akan rukun islam yang ada enam.

Adapun Bulan Maret merupakan bulan bersejarah bagi Masyarakat Soppeng, karena Bulan Maret merupakan Bulan Terbentuknya Kabupaten Soppeng dan Bulan Pelaksanaan Seminar Sejarah ditentukan dan disepakatinya Hari Jadi Kabupaten Soppeng.

Untuk penetapan tahun, sebagai tahun awal Hari lahir, tahun 1261, adalah hasil perhitungan mundur ‘Backward Counting’, yaitu pemerintahan Datu Soppeng pertama. La Temmamala, Tomanurungnge ri Sekkanyili sehingga dengan demikian Hari Jadi Kabupaten Soppeng ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1261.

DIRGAHAYU KABUPATEN SOPPENG KE 758 TAHUN.

Like it? Share it!

Leave A Response