Bom Waktu di Perut Ayah, Hindarilah!

Bom Waktu di Perut Ayah

Bom Waktu di Perut Ayah (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Ummu ‘Adil

KEGEMUKAN  adalah bom waktu. Salah satu bahayanya adalah meningkatnya risiko terserang berbagai penyakit. Memiliki lemak berlebih dalam tubuh, khususnya di daerah pinggang, akan menambah risiko gangguan kesehatan serius dan resiko terserang penyakit seperti kanker dan jantung. Jangan sepelekan bahaya yang mengintai dari kegemukan.

Berat badan yang ideal sangat baik untuk menunjang kesehatan. Karenanya, menjaga berat badan ideal, khususnya bagi mereka dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, sakit jantung, stroke dan kadar kolesterol tinggi.

Munculnya penyakit kronis seperti itu merupakan bahaya kegemukan yang sangat perlu diwaspadai. Pada wanita, bahaya kegemukan dapat mengakibatkan datang bulan yang tidak teratur dan infertilitas.

Baca juga: Muhasabah saat Sakit

Kegemukan adalah bom waktu, khususnya pada ayah.  Serangan jantung pada Ayah terjadi di usia yang lebih muda dan serangan stroke lebih tinggi 1,5 kali lipat dibandingkan para Bunda. Belum lagi, potensi gangguan tidur setiap harinya.

Orang yang terlalu gemuk lebih berisiko mengalami gangguan tidur, salah satunya disebut sleep apnea, yaitu kondisi saat orang berhenti bernapas beberapa kali saat tidur. Ini merupakan salah satu gangguan tidur yang serius. Kondisi ini membuat kadar oksigen turun drastis, sehingga memengaruhi jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan risiko diabetes dan stroke.

Kelebihan berat badan juga berpotensi  meningkatkan resiko osteoporosis, yaitu nyeri pada sendi lutut dan punggung akibat tubuh menopang beban yang berlebih.

Pada ayah, kegemukan juga dapat mengakibatkan meningkatnya risiko terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker esofagus, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker tiroid, dan kanker kolon.

Sementara pada wanita, kegemukan dapat meningkatkan risiko terkena kanker ginjal, kanker kandung empedu, kanker esofagus, dan kanker rahim.

Baca juga: 3 Hari Melawan Kritis

Jadi, bagi ayah, jadilah ayah yang sehat dan kuat. Jangan simpan bom waktu di perut ayah. Seorang anak biasanya tidak percaya diri juga berjalan dengan ayahnya yang terlalu gemuk.

Biasanya orang tua yang kegemukan karena pola makan yang tidak teratur juga akan menurun perilakunya kepada anaknya. Remaja yang memiliki tubuh gemuk cenderung memiliki masalah psikologis dan sosial. Mereka dapat tumbuh menjadi remaja yang tidak percaya diri dan mengalami diskriminasi atau perundungan (bullying) dari teman-teman sekitarnya.

Ada banyak alasan medis untuk menjaga agar tubuh tidak terlalu gemuk. Untuk mendiagnosis apakah berat badan Anda sudah mulai berlebih (obesitas),  ayah dapat menghitung indeks masa tubuh.

Jika anda termasuk dalam kategori pemilik berat badan berlebih, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Dengan menjaga berat badan normal, risiko penyakit akan menurun dan kualitas hidup Anda dapat tetap maksimal.

Ayo, jangan tunda lagi untuk mulai menjaga berat badan tetap sehat dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Baca juga: Herba Penguat Jantung

Sudah saatnya para Ayah sadar kesehatan, jangan simpan bom waktu di perut ayah.

1. Kegemukan berpotensi menyebabkan serangan jantung secara tiba-tiba, membuat para Ayah jatuh sakit, lumpuh bahkan tidak sadar. Jika Ayah tulang punggung keluarga, seketika pendapatan keluarga akan berhenti dan justru akan menghabiskan tabungan untuk pengobatan.

2. Perut Ayah yang buncit semakin meningkatkan risiko terkena stroke, penyakit jantung, kolesterol dan hipertensi. Tumpukan lemak yang ada di perut Ayah akan masuk ke dalam hati, mengalir hingga menyumbat pembuluh darah yang kecil di otak dan jantung Ayah.

Baca juga: Pertolongan Pertama dan Tanaman Obat bagi Penderita Stroke

3. Ayah gendut juga bisa terkena penyakit prostat dan lebih cepat impotensi. Impotensi tidak hanya sekedar tidak bisa ereksi, tapi kualitas sperma menjadi buruk dan menyulitkan terjadinya pembuahan. Si Kecil nantinya juga akan mudah gendut jika Ayahnya gendut.

4. Risiko kanker juga mengintai Ayah yang gendut, apalagi ditambah merokok, sering terpapar polusi dan panas sinar matahari karena mengendarai sepeda motor atau tuntutan pekerjaan, serta tidak olahraga, maka risikonya dapat semakin meningkat.

5. Perut Ayah yang buncit tentu juga akan membuat Ayah cepat lelah, sehingga tidak bisa mengejar penjahat atau jambret yang mungkin dapat membahayakan keluarga. Fungsi ayah sebagai pelindung menjadi memudar.

Baca juga: Ketumbar dan Manfaatnya bagi Kesehatan Jantung

6. Jika Ayah sehat, maka Ayah akan dapat bertahan meski seluruh anggota keluarga sakit. Ayah jadi bisa diandalkan untuk membeli obat, mengantarkan anak ke dokter dan bahkan masih bisa bekerja.

7. Ayah yang kuat karena rajin olahraga juga akan bisa mengangkat barang, koper, menggendong anak saat liburan atau memapah orangtua yang sudah lemah saat umroh dan haji, atau kapanpun diperlukan.

Sehat dan kuat juga merupakan bentuk cinta Ayah pada keluarga. Ayah akan jadi panutan, role model, sehingga seluruh anggota keluarga pun menjadi hidup sehat, kuat dan percaya diri.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response