Seruni

by Etta Adil | Minggu, Nov 18, 2018 | 89 views
Seruni, Barru. (foto: ist/palontaraq)

Seruni, Barru. (foto: andiadil/palontaraq)

 

Diantara debur ombak dan semilir angin pantai
Aku menjejak Mallusetasi, diantara Barru dan Parepare
Menikmati birunya laut, pada keindahan yang diciptakan
Memoles rindu di Pantai Seruni Lojie

Diatas sana bertabur beribu bintang,
Disini, terpaku menatap seruni mewangi
Percaya diri memoles diri kian cantik
Melarutkan malam dengan seribu lagu.

Akankah waktu bersedia jadi saksi
Tentang bintang yang akan bersinar terang
Aku hanya terpaku di sudut kolam
Tak kuat merawat asa.

Diantara beribu bunga, engkau tumbuh menghias pandangan
Yang tumbuh dari balik pagar pergaulan durjana
Meski mengkhawatirkan dan tak ingin melepasmu pergi
Toh, suatu saat akan ada yang datang memetikmu.

Oh Bunga seruni, Oh Bunga krisan
Engkau memang indah dan banyak tergoda memetikmu
Wangimu menebar rindu dalam pelukan malam
Pada jejak waktu yang menanti hangatmu.

Duhai Krisantemum yang muncul sejak zaman Kapur.
Akulah derita yang merawat asa
Dalam larut malam, tetap ingin menjagamu.
Menjaga wangimu tetap mewangi, Entah sampai kapan.

 

Etta Adil
Barru, 18 Nopember 2018

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response