Memahami Kerja Jantung dan Mencegah Penyakit Jantung

Jaga kesehatan jantung. (foto: ist/palontaraq)

Jaga kesehatan jantung. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

Tulisan Sebelumnya:  Terapi dengan Kaidah Fashdu

PALONTARAQ.ID – JANTUNG  kerapkali dipakai sebagai lambang cinta (hati) yang penuh romantis. Sebenarnya lambang ini bisa bermakna sebagai organ yang memberi semangat hidup atau kehidupan yang lebih baik.

Jika organ jantung ini terganggu fungsinya karena sesuatu penyakit, maka patut diduga kehidupan orang tersebut tidak harmonis, layaknya rasa sesak di dada sebelah kiri sebagaimana umum dirasakan penderita penyakit jantung.

Jika sakit jantungnya semakin serius, jangankan untuk memberi senyuman, untuk bernapas sekalipun pasti membutuhkan bantuan oksigen (O2) tambahan. Hal yang lebih fatal lagi, bila jantung berhenti bekerja, seluruh aktifitas kehidupan dalam tubuh harus terhenti dan kematianpun tidak bisa dihindari.

Memahami Kerja Jantung

Bagaimana sebenarnya jantung bekerja. Pernahkah kita berusaha memahami karakter jantung kita? Sudahkah kita berusaha mencegah jantung kita dari kerusakan? Umumnya jantung menjadi perhatian serius setelah kita terkena serangan jantung, termasuk penulis.

Sangat penting bagi kita untuk menyadari sejak dini pentingnya jantung sebagai organ tubuh yang bekerja paling keras, tidak kenal siang ataupun malam. Jantung benar-benar bekerja 24 jam sehari.

Penulis pernah mengalami serangan jantung (BACA DISINI: Sayangi Jantungmu – Catatan seorang Pasien), karena itu sangat penting bagi penulis untuk berbagi pemahaman terkait kerja jantung yang harus diperhatikan. Kalau kita sayang tubuh, rawatlah jantung kita sebaik mungkin.

Jantung merupakan organ yang paling mahal, lebih mahal dari semua harta yang kita miliki, meski beratnya hanya 1/200 (0,5%) dari berat tubuh, tetapi memerlukan sekitar 5%-nya dari darah yang mengalir dalam tubuh. Ini berarti jantung memerlukan zat makanan sebanyak 10 kali lipat dari organ tubuh yang lain.

Organ jantung menyerap hampir 80% dari (O2) darah yang mengalirinya dibanding dengan 30% oleh organ tubuh lainnya. Jantung diciptakan sangat unik, berbeda dengan organ tubuh lainnya.

Jantung bekerja memompa darah tanpa perintah dari otak sadar kita. Sebab jika tidak, jantung akan berhenti bekerja sewaktu kita tidak sadarkan diri, tidur lelap atau ketika kita lupa. Bila jantung berhenti berdenyut, maka berhentilah seluruh aktifitas manusia (kematian).

Jantung yang besarnya kurang lebih sebesar kepalan tangan kita, dengan berat 250-430 gram, memompa darah rata-rata 70 kali per menit. Setiap kali jantung berdenyut, maka jantung memompa darah sebanyak 70 ml. Maka dalam satu menit jantung memompa darah sebanyak 4900 ml darah atau sama dengan 4,9 liter darah.

Dalam satu jam 4,9 liter x 60 menit atau sekitar 294 liter darah dipompa oleh jantung, sehingga dalam waktu 24 jam x 294 liter sama dengan 7056 liter darah dipompa oleh jantung.

Bandingkan kerja jantung dengan sebuah bus kota yang dikendarai siang dan malam tanpa henti, maka ia hanya akan menghabiskan bahan bakar minyak sebanyak 150 liter saja.

Dengan demikian kekuatan otot jantung kita dalam memompa darah setiap harinya setara dengan kekuatan 47 bus kota, ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa yang Allah SWT ciptakan.

Sehatkah Jantung Anda?

Dalam usia kita sekarang, sadarkah sudah berapa kali jantung berdenyut? Sudah berapa banyak darah yang dipompakan? Bila usia kita sekarang 45 tahun, dan bila denyut jantung rata-rata 70 kali per menit, maka sudah 2 milyar (2.000.000.000) kali jantung anda telah berdenyut.

Jantung bertugas memompa darah untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui serangkaian pembuluh darah yang panjangnya 96.500 kilometer. Darah yang beredar akan membawa oksigen dan zat-zat makanan yang dibutuhkan tubuh, guna memelihara segala unsur kehidupan dalam tubuh.

Sehatkah jantung anda (foto: Asura)

Sehatkah jantung anda (foto: Asura)

Disamping itu, jantung juga bertugas mengangkut sampah metabolisme dari seluruh jaringan tubuh untuk diantarkan pada organ-organ tubuh yang bertugas mengeluarkan sampah tersebut dari tubuh.

Jika kerja jantung terganggu, jelas akan mendatangkan bahaya bagi siapa saja, karena zat-zat penting guna memelihara kehidupan tubuh tidak bisa dikirim ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Sementara sampah sisa metabolisme yang bisa meracuni tubuh tidak bisa dikeluarkan dengan optimal.

Jaga dan rawat kesehatan jantung dengan baik. Ingatkan diri beberapa faktor penyebab terganggunya fungsi jantung ada di sekitar kita, dan bahkan boleh jadi sedang kita alami dan terus lakukan, yaitu mengonsumsi makanan berkadar kolesterol tinggi sehingga mengganggu peredaran darah.

Ingatkan diri juga agar menghindari kondisi obesitas (kegemukan), tekanan darah tinggi, menderita penyakit diabetes mellitus karena mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, kebiasaan merokok, kurang olahraga, serta cepat stress dapat berakibat buruk bagi kesehatan jantung.

Kadar Kolesterol (foto: ist)

Cek Kadar Kolesterol (foto: ist)

Kolesterol dan Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Kolesterol tinggi mempunyai hubungan erat dengan penyakit jantung. Kolesterol adalah zat berwarna putih seperti lilin di setiap sel tubuh, digunakan untuk membantu mencerna lemak, memperkuat membran sel dan pembuatan hormon. Semakin rendah kolesterol, semakin kecil kemungkinan terkena penyakit jantung.

Lihat juga: Resep Obat Jantung Bengkak

Penyakit jantung koroner (PJK) biasanya terjadi sebagai akibat dari aterosklerosis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kolesterol menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri, yaitu pembuluh darah yang terletak di jantung yang menyediakan oksigen untuk jantung.

Kolesterol yang bertumpuk ini disebut plak aterosklerotik dan dapat menghalangi aliran darah masuk ke arteri. Arteri jantung yang normal bersih dari plak atau sumbatan. Arteri ini membawa darah ke jantung tanpa hambatan.

Kolesterol jahat. (foto: ist)

Kolesterol jahat. (foto: ist)

Pada aterosklerosis koroner ringan, ada beberapa timbunan kolesterol di dalam arteri, tetapi belum sampai menyumbat jalannya aliran darah. Ketika arteri sudah tersumbat hingga 50%, aliran darah yang menuju jantung mulai berkurang.

Cepat atau lambat kemungkinan timbulnya bekuan darah akan meningkat akibat penyempitan saluran. Pada aterosklerosis koroner oklusif, pembuluh arteri sudah tersumbat 60% sampai 70%.

Dalam situasi ini pembuluh arteri tidak dapat mengalirkan darah yang cukup ke jantung. Darah mengalir melalui lubang yang kecil yang beresiko terjadi pembekuan dan inilah yang menyebabkan serangan jantung.

Bila 100% dari pembuluh arteri telah tersumbat dan tidak ada aliran darah yang bisa masuk ke dalam jantung. Pada situasi inilah seseorang punya kecenderungan sangat tinggi terkena serangan jantung.

Kolesterol jahat. (foto: ist)

Kolesterol jahat. (foto: ist)

Kolesterol dibawa di dalam darah dalam bentuk dibungkus protein. Kesatuan kolesterol protein ini disebut lipoprotein.Ada beberapa jenis lipoprotein, yaitu lipoprotein densitas rendah atau low density lipoprotein (LDL), lipoprotein densitas tinggi atau high density lipoprotein (HDL) dan Trigliserida (TG).

Kolesterol bisa didapat pada makanan hewani yang kita konsumsi, seperti daging, jeroan, hati, otak, putih telur, udang, kerang, mentega, dan susu. Jenis-jenis makanan tersebut mengandung kolesterol tinggi.

Lihat juga: Resep Herba Anti Kolesterol Tinggi (1)

Kolesterol HDL, merupakan kolesterol jenis baik. Kolesterol ini memindahkan kolesterol jahat dari dinding arteri. Orang yang memiliki kadar koleterol HDL yang tinggi, memiliki resiko lebih kecil akan timbulnya bekuan darah dalam arterinya.

Sedang kolesterol LDL adalah kolesterol jenis jahat. Kolesterol ini menempel pada dinding arteri yang rusak dan bisa menyebabkan timbunan serta penyumbatan yang pada akhirnya menyebabkan serangan jantung.

Lihat juga: Resep Herba Anti Kolesterol Tinggi (2)

Trigliserida merupakan lemak yang berasal dari lemak hewani dan tumbuhan yang kita makan. Organ hati menggunakan lemak yang kita makan, khususnya lemak jenuh untuk membuat kolesterol.

Oleh sebab itulah, bila kadar lemak jenuh tinggi, dapat mengakibatkan kolesterol darah yang tinggi. Kadar trigliserida yang tinggi dapat juga menurunkan tingkat kolesterol baik atau HDL. Hal ini akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner.

Mencegah Penyakit Jantung

1. Konsumsi Makanan rendah Lemah dan Jangan Merokok

Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan konsumsi makanan. Selain halal dan baik, sebaiknya mengurangi makanan hewani yang disajikan “berlemak tinggi”, semisal goreng-gorengan dan makanan yang diolah dengan minyak lemak jenuh.

Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, padi-padian dan polong-polongan. Sebaiknya pula jangan merokok. Jika merokok, sebaiknya cepat sadar untuk berhenti.

Kebiasaan merokok berpotensi lebih mudah terkena penyakit jantung, apalagi jika disertai tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi. Orang yang memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi, akan beresiko tinggi terkena serangan jantung. Merokok meningkatkan resiko terkena penyakit jantung.

2. Lakukan Aktifitas lebih banyak dan Perbaiki Manajemen Stress dengan baik

Olahraga jantung sehat. (foto: ist)

Olahraga jantung sehat. (foto: ist)

Olahraga dan diet seimbang dapat membantu menstabilkan atau menurunkan kolesterol. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menghabiskan lebih dari 2000 kalori untuk seluruh aktifitasnya dalam sepekan, setara dengan jogging sejauh kurang lebih 32 km.

Hal ini dapat meningkatkan angka harapan hidup menjadi 2 tahun lebih panjang dan mengurangi resiko serangan jantung. Kenali berbagai situasi yang bisa membuat Anda stres. Belajarlah untuk menyesuaikan diri terhadap stress tanpa harus terperangkap di dalamnya.

3. Periksa Rutin Tekanan Darah, Kadar Kolesterol dan Tes EKG jika perlu

Periksakan tekanan darah dan kolesterol secara berkala. Tes sederhana tekanan darah dapat menunjukkan adanya tekanan darah tinggi (hipertensi) atau rendah. Hal ini dapat dilakukan sendiri di rumah dengan sphygmomanometer yang dapat dibeli dengan harga cukup murah.

Jika perlu, bisa ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk Tes EKG untuk mengetahui kegiatan fisiologis dan mekanisme jantung. Tes ini dapat mendeteksi adanya kelainan jantung secara dini.

4. Rutin Berbekam 1 kali dalam Tiga Bulan dan Ruqyah Mandiri

Berbekam (Hijamah) merupakan sunnah pengobatan yang dianjutkan. Dengan berbekam, akan efektif kembali melancarkan peredaran darah serta mengeluarkan darah yang sudah tidak fungsional lagi dalam tubuh.

Begitupun dengan melakukan ruqyah mandiri. Ruqyah Syar’iyyah dapat dilakukan sendiri, belajarlah membiasakan berdoa sebelum minum dan mengonsumsi makanan. Kebiasaan berdoa atau meruqyah diri sendiri akan memberikan efek ketenangan batin, begitu pula dengan aktifitas menunaikan ibadah lainnya. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response