Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Da’i V Hasilkan 10 Rekomendasi

by Etta Adil | Sabtu, Jul 7, 2018 | 579 views
Forum Internasional Ulama dan Dai Internasional V di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. (foto: zaitunrasmin/IG)

Forum Internasional Ulama dan Dai Internasional V di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. (foto: IG zaitunrasminofficial)

Related Post : JK buka Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Da’i

PALONTARAQ.ID, JAKARTA–Pertemuan Ulama dan Dai Internasional ke-5, berakhir,Jumat (6/7) dan menghasilkan 10 rekomendasi yang disepakati oleh ratusan ulama dan dai dari 20 negara yang menjadi peserta. Forum ilmiah internasional ulama dan da’i ke-5 ini membahas kondisi bangsa dan peran dakwah saat umat Islam tengah menghadapi berbagai serangan keji dari luar dan aliran radikal dari dalam, karena itu 10 rekomendasi yang dihasilkan harus ditindaklanjuti dalam melakukan gerakan Dakwah Islam di berbagai belahan dunia.

“Kondisi yang dihadapi umat Islam sekarang mengharuskan para aktivis dakwah untuk mengerahkan energi dalam mengimplementasikan dan menerjemahkan konsep-konsep Islam yang bersifat teoretis ke dalam tataran praktis dan implementatif. Dalam rangka untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis yang menyelimutinya ini, maka para peserta forum ini menyepakati untuk mendeklarasikan keputusan dan rekomendasi hasil dari Pertemuan Ulama dan Da’i Internasional ke-5 ini,” ujar Ustadz Jeje, yang juga sekretaris Rabithah Ulama dan Da’i Asia Tenggara.

Rekomendasi ini disampaikan dalam acara penutupan di Hotel Grand Cempaka, dan ditutup secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dari Indonesia, tampak hadir juga KH Ma’ruf Amin, KH Zaitun Rasmin, KH Bakhtiar Nasir, Prof Dr Didin Hafiduddin, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Felix Siauw, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Fadhlan Garamatan, serta ulama dan da’i lainnya. Forum Internasional ini juga dihadiri Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, dari Afrika dan Erofah, diantaranya Syekh Dr.Hasan Bukhori (Imam Masjidil Haram), Prof. Dr. Toha Abidin (Guru Besar Universitas Ummul Quro’ Mekkah), Syekh Halid al-Hamudi, dan ulama-ulama dari Afrika dan Erofah lainnya.

Berikut 10 rekemendasi Forum Ilmiah Internasional ke-5 Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropah:

1. Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-Muslim dan bahwa cinta terhadap kebaikan antarsesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

2. Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang kepada Alqur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.

3. Pentingnya membangun kemitraan kerjasama antara berbagai lembaga dakwah dengan lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah SWT.

4. Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi “khairu ummah” dan “ummatan wasatha”.

5. Memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan fondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yang sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.

6. Mendorong para ulama dan dai untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.

7. Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar.

8. Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya, dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

9. Memperkuat kedudukan Kota Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis dakwah dan pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.

10. Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.

Like it? Share it!

Leave A Response