Hindari Tenggelam, KMP Lestari Maju sengaja dikandaskan

by Etta Adil | Rabu, Jul 4, 2018 | 471 views
KMP Lestari Maju. (foto: ist/fb)

KMP Lestari Maju. (foto: ist/fb)

– 25 Penumpang Dikabarkan Meninggal, Uang ASN 30 Miliar Tenggelam

PALONTARAQ.ID,SELAYAR–KMP  Lestari Maju yang banyak dikabarkan tenggelam di sosial media dan media mainstream, pada Selasa (3/7) Pukul 14.30 WITA, ternyata Kapal yang dinakhodai oleh Agus Susanto sengaja dikandaskan. Karena khawatir tenggelam akibat adanya kebocoran dan masuknya air pada badan kapal, maka nakhoda memutuskan untuk mengandaskan kapal yang membawa 139 penumpang ini pada sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Kepulauan Selayar.

Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menegaskan bahwa kapal penyeberangan KMP Lestari Maju sengaja dikandaskan dan tidak tenggelam seperti informasi yang beredar di luar. “Laporan yang kami terima dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan bahwa KMP Lestari Maju tersebut kemasukan air karena cuaca buruk dan oleh Nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Jakarta, selasa kemarin  (3/7).

Muatan kendaraan KMP Lestari Maju meluncur keluar dan tenggelam. (foto: ist/fb)

Muatan kendaraan KMP Lestari Maju meluncur keluar dan tenggelam. (foto: ist/fb)

Muatan kendaraan KMP Lestari Maju tenggelam di Perairan Selayar. (foto: ist/fb)

Muatan kendaraan KMP Lestari Maju tenggelam di Perairan Selayar. (foto: ist/fb)

Sebagai informasi, Kapal KMP. Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira Bulukumba – Pamatata Selayar. Kapal dengan panjang 48.48 meter dan lebar 16.50 meter serta berat GT. 1519 berbahan dasar baja dengan 1 geladak, 2 baling-baling serta daya mesin sebesar 650 HP  disebut-sebut membawa muatan kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

Proses evakuasi sudah dilakukan sejak dikabarkan sejak KMP dikabarkan tenggelam.  Evakuasi dilakukan oleh kapal-kapal nelayan dan tim evakuasi dari Basarnas.  Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya mengerahkan 1 unit kapal patroli KNP. Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa. “Seluruh penumpang telah mengikuti prosedur keselamatan di atas kapal dengan panduan dari Nakhoda dibantu kru kapal,” tutup Dirjen Agus.

Uang ASN Selayar yang diduga berasal dari Mobil BPD terapung-apung di laut. (foto: ist/fb)

Diduga ini adalah Uang ASN Selayar yang terbongkar dari brankas dari Mobil BPD terapung-apung di laut. (foto: ist/fb)

Beberapa penumpang yang telah memakai pelampung sesaat sebelum dievakuasi. (foto: ist/fb)

Beberapa penumpang yang telah memakai pelampung sesaat sebelum dievakuasi. (foto: ist/fb)

Kepala Basarnas Selayar, Michael mengatakan,  KMP Lestari Maju sandar darurat di Pantai Pabadilang Selayar. “Informasi saya dapat bahwa penyebab kapal tenggelam karena kebocoran,” tuturnya. Dari foto dan video yang tersebar, sejumlah penumpang KMP Lestari Maju sudah mengapung di laut dengan memakai pelampung sebelum dievakuasi. Beberapa muatan kargo seperti motor, mobil, dan pickup milik penumpang juga terlihat sudah tenggelam di laut.  Selain itu KMP Bontoharu juga dikabarkan bergerak untuk menuju lokasi mengangkut penumpang yang berada di laut.

Dari informasi yang beredar di sosial media, KMP. Lestari Maju juga memuat mobil BPD yang membawa uang Aparatur Sipil Negara (ASN) Selayar 30 miliyar lebih, sementara untuk korban jiwa yang dikabarkan meninggal ada 25 orang, 12 orang diantaranya, yaitu H. Abdul Rasyid (60) Alamat Benteng, Andi Junaeda (50) Alamat Bone, St Saerah (50) Alamat Onto, Identitas tidak diketahui (Perempuan berumur sekitar 70 tahun), Rosmiati (40) Guru SMK Kesehatan Selayar Jl. Mangga Benteng, Rajmaeni alias ati raja (50) Alamat Barat Lambongan,  Denniamang (60) Alamat Polong,  Hj. Sakinah Alamat Jl. Bulu Lasiang Sinjai,  Anak-laki laki umur 2 tahun identitas tidak diketahui, Anak perempuan umur 3 tahun identitas tidak dikenal,  laki laki tidak dikenal alamat Pajjukukang, dan  Nini Nurianti (30) alamat Bonea Selayar. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response