Menikmati Dangke, Keju Bakar dari Enrekang

by Penulis Palontaraq | Minggu, Jul 1, 2018 | 886 views
Dangke Bakar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dangke Bakar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Laporan:  Etta Adil

KULINER  keju lunak dari olahan fermentasi susu sapi atau susu kerbau yang dibekukan di Sulawesi Selatan hanya ada di Enrekang. Namanya Dangke, diambil dari Bahasa Belanda yang berarti terima kasih.

Penamaan Dangke tersebut diambil dari ucapan oleh para opsir Belanda setelah menikmati suguhan susu/keju hasil olahan terampil warga Enrekang. Semenjak itu keju putih bertekstur layaknya Tahu ini dinamai ‘Dangke’.

Tak ada yang dapat menolak kelezatan keju Enrekang ini. Belum afdal rasanya menginjakkan kaki di Enrekang tanpa mencicipi Dangke, yang kerapkali dinikmati bersama roti, kue, sambal, ataupun penambah variasi rasa lainnya.

Lihat juga: Menengok Bungker Jepang di Anggeraja

Keterkenalan jenis keju hasil fermentasi susu sapi atau susu kerbau ini karena sudah menjadi bagian dari kehidupan peternak di Enrekang, sudah diproduksi jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dangke khas Enrekang. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dangke khas Enrekang. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Proses pengolahan Dangke terbilang unik. Dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu kurang lebih 70 derajat celcius sebelum difermentasikan. Peternak sapi di Enrekang memanfaatkan getah pepaya sebagai pemisah susu dari kandungan air dan lemaknya, yang sekaligus berfungsi memadatkan susu sapi menjadi bongkahan keju berwarna putih.

Lihat juga: Romantisme “Buttu Kabobong” dalam Narasi To Enrekang

Warga Enrekang juga menggunakan nenas untuk membuat rasanya menjadi agak masam dan berefek kekuningan pada bongkahannya. Satu bongkah Dangke setara dengan dua liter susu segar.

Setelah terfermentasi, bongkahan-bongkahan keju lunak (Soft Cheese) ini lalu diberi garam dan dicetak menggunakan tempurung kelapa yang sudah dibersihkan sebelumnya. Dari cetakan tempurung kelapa itulah kemudian dibungkus dengan daun pisang.

Cara penyajian Dangke paling sederhana adalah dengan menggoreng atau memanggangnya. Selanjutnya bisa dinikmati bersama sepiring nasi hangat dan sambal terasi.

Dangke bisa dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya dipanggang bertemankan sambal tomat, nikmati sebagai lauk bertemankan nasi hangat. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dangke bisa dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya dipanggang bertemankan sambal tomat, nikmati sebagai lauk bertemankan nasi hangat. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Menikmati Dangke panggang dengan sambal olahan sendiri. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Menikmati Dangke panggang dengan sambal olahan sendiri. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Lihat juga: Pesona Cekong Hill menguji Adrenalin

Warga Enrekang sendiri paling suka menikmati Dangke dengan Pulo Mandoti, yaitu beras yang bila ditanak aroma wanginya tercium sampai di kejauhan. Menikmati Dangke sebagai kuliner lokal memang punya banyak cara berbeda, tergantung sesuai selera.

Penulis sendiri lebih menyukai dengan cara dibakar atau dipanggang bertemankan sambal olahan sendiri, dari tomat dan cabai yang segar. Menikmati Dangke selain dapat menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan stamina, juga secara khusus dipercaya dapat memperbaiki kualitas sperma. Jadi, mari menikmati suguhan terima kasih ini. Dangke! (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response