Kolom Mengapa Perlu Belajar Memanah?

Mengapa Perlu Belajar Memanah?

-

- Advertisment -

Memanah (foto: ist/palontaraq)
Memanah (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi, Archery Trainer, Indonesia Archery School Program (INASP)

PALONTARAQ.ID – MEMANAH adalah salah satu olahraga yang disunnahkan, dianjurkan untuk dipelajari dan ditekuni. Memanah melatih fokus dan keseimbangan, baik fisik maupun emosi.

Keseimbangan fisik yang dimaksud adalah pada saat melenturkan anak panah (arrow) di busur (bow), lalu melepaskannya, sedang keseimbangan emosi adalah latihan meletakkan target pada satu tujuan. Secara tidak langsung berolahraga ini melatih kita untuk belajar tenang, mengatur kesabaran, tidak pemarah, serta menstabilkan emosi.

Olahraga memanah membangun konsentrasi, rasa tanggung jawab, disiplin, jati diri serta kepercayaan pribadi. Semua karakter ini akan terbentuk jika menjiwai dan meresapi teknik memanah dengan benar. Karakter pemanah seperti ini bakal tidak sulit melalui semua rintangan dan ujian dalam kehidupannya.

TFT Panahan (foto: ist/palontaraq)
TFT Panahan-INASP (foto: ist/palontaraq)

TFT Panahan-INASP. (foto: ist/palontaraq)
TFT Panahan-INASP. (foto: ist/palontaraq)

Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, serta memanah,” (HR Bukhari/Muslim).  Dalam sunnah ada kejayaan. Seperti itu pulalah anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya agar mempelajari memanah dan mengajarkan memanah kepada generasi berikutnya.

Manfaat memanah bukan saja baik bagi kesehatan fisik, tetapi juga baik bagi kesehatan mental. Secara psikologis, memanah memanah menumbuhkan rasa percaya diri serta pikiran positif.

Kegiatan memanah dapat menumbuhkan kepercayaan diri hingga menjadi pribadi kuat dan teguh. Itulah sebabnya latihan memanah sangat dianjurkan sebagai sarana melatih dan mengendalikan emosi.

Ketika memanah dalam kondisi emosi, akan berpengaruh saat anak panah dilesatkan, termasuk bakal menggangu konsentrasi.  Itulah sebabnya seringkali dikatakan bahwa dengan memanah, mampu menyingkirkan atau menghilangkan stress.

Saat memanah, fleksibilitas pada otot jari tangan, otot lengan, sampai ke pundak dalam posisi tegap dan terbaik sehingga keseimbangan tubuh terjaga dengan baik dan secara tidak langsung peredaran darah dalam tubuh menjadi lancar. Kegiatan memanah berarti melatih kesabaran, tentang fokus dan tujuan yang ingin kita capai.

Latihan Memanah-INASP (foto: ist/palontaraq)
Latihan Memanah-INASP (foto: ist/palontaraq)

Dalam hadits lain disebutkan Rasullullah SAW bersabda, ”Lemparkanlah (panah) serta tunggangilah (kuda). ” (HR Muslim). Dalam banyak cerita kepahlawanan Islam, kepiawaian memanah dipercaya jadi kunci kemenangan pasukan muslim ketika memerangi kaum kafir.

Cerita yang termasuk melegenda adalah cerita pasukan Islam yang dipimpin Sultan Muhammad Alfatih ketika menaklukkan Konstatinopel pada Abad XIV. Dalam operasi penaklukan itu, pasukan Sultan Muhammad terlebih dulu berenang mengarungi Selat Bosphorus, lantas berkuda sambil melepas beberapa ribu anak panah untuk mengobrak-abrik pasukan musuh. Pada akhirnya, kemenangan juga diperoleh.

Memanah atau Panahan dianjurkan, bukan saja karena berkaitan erat dengan peradaban Islam, tetapi juga produktif bagi pembentukan karakter yang baik.

Pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin memerintah, memanah jadi sarana penting untuk berperang. Ketrampilan memanah memberi sumbangsih besar bagi kaum Muslimin dalam menuai kemenangan di medan perang.

Di akhir zaman nanti, keterampilan memanah menjadi sarana penting memenangkan perang akhir zaman, ketika teknologi modern dan satelit tak lagi berfungsi dan tak bisa digunakan. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Malam Terakhir Ramadan

  Oleh: Prof dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Inilah malam terakhirku bersama Ramadhan di tahun ini. Kubaca doa terkahir di malam...

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca berita yg beredar di media. Ketua Gugus Tugas Covid 19...

Must read

Takut Rezim, Tidur saja!

Oleh: KH. Tengku Zulkarnain Related Post: Hikma Sanggala, Mahasiswa martir...

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you